[Chapter 16] Hold Me Tight: Seung Wan problem

— Hold Me Tight–

RahayK STORYLINE Proudly present’s

Byun Baek Hyun | Irene Bae | Song Yun Hyeong

PG 15

AU^Dark^Drama^Life^MarriedLife

WARNING!!!

HARAP UNTUK PARA READER’S ATAU PIHAK MANAPUN TIDAK MENGCOPY APALAGI MEREPOST ULANG CERITA INI DENGAN MENGGANTI NAMA AUTHOR ATAUPUN PEMAIN DENGAN ALUR CERITA YANG SUDAH MENJADI MILIK SAYA SEPENUHNYA!!TOLONG JANGAN DIPLAGIATI!!

  • Cerita ini sudah dipost pada blog BAEKHYUN FANFICTION INDONESIA,EXO FANFICTION INDONESIA, GALLERY EXO SCHOOL, dan WATTPAD (akun milik saya)
  • Password bisa ditanyakan melalui bakexotic1009@gmail.com
  • RCL

In The Summary

“Baek.. lebih baik kau berangkat sekarang.Terjadi sesuatu pada Seung Wan”

–Previous—

Drrt  Drrt

“Ayo aku akan mengantarmu.” Ujar Ae Ri, ponselnya bergetar tak henti. Ae Ri menghiraukannya namun itu menganggu Baekhyun. Mereka tiba didepan mobil  Baekhyun. “Angkatlah..” kata Baekhyun dan berjalan menuju pintu kemudi dan membukanya. Ae Ri hanya memandang Baekhyun dan memandang ponselnya bergantian. “Siapa?”

#16

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

Read More »

Iklan

[Bagian 3] Let Me In: Interview

Title | Let Me In  [Sequel Hold Me Tight]

 

Author | RahayK

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

                         Yoon So hee  x Baek Eun Ha

                          Irene Bae  x   Park Ae Ri

                        Song Yun Hyeong  x  Yun Hyeong

                        Kim Jong In  x   Kai Kim

Support Cast | Kim Dahyun  x   Dahyun

                                Wang Jackson  x  Jackson

Length |Chapter -Sequel

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life  x Revenge

Disclaimer |

Poster | RahayK Poster

 

Summary  this  Chapter | Ahjussi –ayo kita lakukan beberapa wawancara kecil

[Chapter 3]

Baekhyun mendapati ponselnya bergetar begitu ia sampai dijembatan sungai Han. Seperti dugaannya, itu dari Da Hyun. Baekhyun belum berbicara, gadis itu sudah menyambar duluan.

Read More »

[Chapter 13] Hold Me Tight: Storm

— Hold Me Tight–

RahayK STORYLINE Proudly present’s

Byun Baek Hyun | Irene Bae | Song Yun Hyeong

PG 15

AU^Dark^Drama^Life^MarriedLife

WARNING!!!

HARAP UNTUK PARA READER’S ATAU PIHAK MANAPUN TIDAK MENGCOPY APALAGI MEREPOST ULANG CERITA INI DENGAN MENGGANTI NAMA AUTHOR ATAUPUN PEMAIN DENGAN ALUR CERITA YANG SUDAH MENJADI MILIK SAYA SEPENUHNYA!!TOLONG JANGAN DIPLAGIATI!!

  • Cerita ini sudah dipost pada blog BAEKHYUN FANFICTION INDONESIA,EXO FANFICTION INDONESIA, GALLERY EXO SCHOOL, dan WATTPAD (akun milik saya)
  • Password bisa ditanyakan melalui bakexotic1009@gmail.com
  • RCL

In The Summary

“Hmm,hari-hari begitu sulit..begitulah..”

–Chapter #13–

 

Yun Hyeong melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Pikirannya kalut, begitu juga dengan perasaannya.

 

13 tahun lalu..

“Ibu, jangan tinggalkan aku dan Noona..Ayah juga belum pulang, ibu harus izin dulu pada ayah jika ingin pergi.”

Seorang anak lelaki menahan lengan sang ibu dengan air mata membasahi pipinya. “Ji Eun, Yun Hyeong anak-anak ibu tersayang, apa kalian menyanyangi Ibu?” pertanyaan sang ibu membuat kedua anak itu mengangguk bersamaan.

“Kami sayang ibu, Kajimaseyeo..”lirih Ji Eun memohon.

“Untuk itu, jika kalian menyanyangi ibu biarkanlah ibu pergi.Eoh?”

“Apa yang kau tunggu?Ayo cepatlah, kita akan ketinggalan pesawat.” kata seseorang lelaki yang menunggu diluar dengan mobil sedannya.

“Baiklah, jaga diri kalian.Jaga ayah kalian, Ji Eun dan juga putra ibu Yun Hyeong-ie,, jangan pernah sakit.Ibu pergi dulu.” sang ibu pergi dari rumah dan membawa koper besar.

Lelaki itu mengecup kening ibu Yun Hyeong dan segera memeluknya erat. Kemudian, mereka masuk kemobil dan mobil melaju pelan.

Yun Hyeong berlari keluar rumah, berusaha mengejar mobil itu. “Ibuuu!!!Kajimaseyo!!! Ibu!!!Aku ikut bu!!!” ia terus berlari hingga ia berjatuh dan kakinya berdarah.

“Yun Hyeong-ah~~, gwaenchanha?!?Kakimu berdarah,ayo kita pulang.”

“Bagaimana dengan ibu?Ibu akan kembali ‘kan?”

“Jangan pernah mengingatnya lagi. Sekarang hanya ayah,kau dan aku.Jangan pernah merebut apa yang sudah menjadi milik orang lain.Jangan pernah ya, Yun Hyeong-ah.”

 

Flashback end

 

#Hold Me Tight#

“Terimakasih banyak atas pesta kejutannya, Jackson dan aku juga berterimakasih pada Da Hyun.”

Da Hyun menunjuk dirinya heran “Aku?Kenapa?Aku rasa aku tak melakukan apapun.”

Ae Ri tersenyum dan menepuk bahu Da Hyun pelan. “Pasti dress yang kupakai ini atas pilihanmu ‘kan?”

“Tidak, Itu memang pilihannya Baekhyun Oppa kok.”

Ae Ri memandang Baekhyun ia menaikkan alisnya, memastikan apa yang dikatakan Da Hyun yang sudah setengah mabuk memang benar. “Iya, itu pilihannya Baekhyun, Noona.”

Ae Ri terkekeh malu. “Benarkah,Baek?” tanya Ae Ri pada sang suami akhirnya. Baekhyun hanya menggeleng kecewa seraya mendecak kecil dan segera keluar dari restaurant.

Ae Ri merasa bersalah dan mengejar Baekhyun. “Baek?Kau marah?”

“Tidak, aku memang tidak paham dan tidak bisa memilih model yang bagus untuk dress mu.”

“Baek aku tidak bermaksud -‘ ucapan Ae Ri terhenti begitu ponselnya bergetar dan itu dari Yun Hyeong.

 

“Yeobseyeo?Yeobseyeo?”

tak ada jawaban diseberang telpon.

“Mwo?Kau ada dimana?” raut wajah Ae Ri berubah menjadi panik.

“Baiklah, tunggu disana. Aku akan segera kesana.”

Ae Ri segera kembali kedalam restaurant, mengambil skarf dan mantelnya. Baekhyun menahan lengan Ae Ri agar tidak pergi.

“Kajima.Dia punya keluarga ‘kan?”

“Baek!Ini bukan situasi dimana kau bisa melarangku, Yun Hyeong mengalami kecelakaan. Aku tahu ini tidak separah yang kupikir tapi, tetap saja ia membutuhkan seseorang untuk membawanya kerumah sakit.Lepaskan aku.” Baekhyun terdiam sejenak, entah mengapa tangannya terasa melemas begitu saja hingga dengan mudahnya Ae Ri melepaskan genggamannya dan pergi dari sana.

 

Hanya melihat punggung istrinya berjalan menjauh, dan menaiki taksi yang ia stop beberapa saat lalu, dan taksi kembali melaju.

 

#Hold Me Tight#

Hujan mengguyur ketika Ae Ri tiba ditempat kejadian.Mobil Yun Hyeong masih disana, dengan kondisi rusak parah dibagian depan. keadaan jalan tampak lengang dan sepi. Dan, terlihat Yun Hyeong yang sedang terduduk sendirian ditepi jalan. Ae Ri berjalan mendekat, ia menyentuh bahu lelaki itu.

 

“Yun Hyeong-ah, gwaenchanha?” Yun Hyeong masih terdiam tak bergeming, tatapannya masih pada aspal jalanan dan penuh kekosongan. Ae Ri duduk disamping Yun Hyeong

“Yun Hyeong-ssi, kau harus segera mendapat perawatan.Luka ditangan dan dahimu akan terinfeksi nanti.Ayo, aku antarkan kau kerumah sakit.” Ae Ri mengajak Yun Hyeong untuk berdiri,namun malah Ae Ri kembali jatuh terduduk disamping Yun Hyeong.

“Ini bukan kesalahan.Ae Ri-ya,katakan padaku bahwa ini bukanlah kesalahan..Aku mohon padamu..” kata Yun Hyeong dengan suara yang parau. Air matanya bercampur menjadi satu dengan air hujan yang turun semakin lebat. Ae Ri terdiam sejenak ia hanya memandang Yun Hyeong tak mengerti. Sedangkan, ponselnya yang terus-terusan semenjak tadi bergetar tak juga dihiraukan oleh Ae Ri.

 

Wajah Yun Hyeong mendekat tiba-tiba dan mengecup bibir Ae Ri singkat. Membuat Ae Ri membeku, karena kaget. Setelah itu Yun Hyeong tak sadarkan diri, dan jatuh dibahu Ae Ri.

“Yun Hyeong-ssi!! Yun Hyeong-ssi!!”

 

#Hold Me Tight –13#

“Tidak ada luka serius, dan luka luarnya sudah kami obati.Pingsannya tuan Yun Hyeong disebabkan tekanan yang tiba-tiba datang padanya secara langsung tanpa tahap.Setelah ia sadar, dan psikologisnya membaik tuan Song diperbolehkan pulang.Saya permisi dulu.”

“Gamsahamnida,dokter.”

 

**Hold Me Tight**

Ae Ri mengeluarkan ponselnya, dilihatnya begitu banyak panggilan tak terjawab dari Baekhyun. Ae Ri mencoba menghubungi lelaki itu, namun ponselnya tidak aktif.

 

Ia mencoba menghubungi seseorang.

“Kyung Soo -ah, ini aku Ae Ri istrinya Baekhyun.”

“Eoh noona, ada apa menelponku larut malam?”

“Ehm, maaf sekali mengganggumu larut malam. Tapi, bisakah kau memastikan apakah Baekhyun sudah berada dirumah sekarang?Maaf sekali aku merepotkanmu.”

“Eoh, tak apa Noona. Aku akan mengecheck nya sekarang.Nanti, aku akan menghubungimu kembali lagi.”

“Baiklah, gomawo.. Kyung Soo-ah”

 

**

1 pesan diterima.

From: Jackson

“Begitu Noona pergi, Hyung juga ikut pergi.Dan, ia tak kembali lagi ke restaurant.”

 

From: Ae Ri

“Baiklah, terimakasih.”

 

**

Ponsel Ae Ri kembali bergetar, dan itu dari Kyung Soo.

“Dia, belum pulang Noona.Nanti, jika hyung kembali aku pasti akan menelponmu lagi.”

Ae Ri menghela nafasnya pelan. “Baiklah Kyung Soo. Maaf sekali mengganggumu. Terimakasih banyak.”

“Tidak masalah.”

**

“Ahjumma, dua botol sojunya.” Baekhyun duduk disudut kedai itu. Tak lama, seorang pelayan muda membawakan pesanan Baekhyun.

“Omo!Kau Byun Baekhyun ‘kan?Baekhyun -ssi, matjyeo?” ia segera menarik kursi yang berada didekat Baekhyun dan duduk dihadapannya.

“Kau Seul Gi?Kang Seul Gi?Oraemaniya~~”

“Yaa~Aku kira kau lupa padaku.Oh ya, mengapa dimusim Semi indah ini kau malah mabuk-mabukkan, Apa yang terjadi?” pertanyaan Seul Gi membuat wajah Baekhyun berubah dalam hitungan detik.

“Hmm,hari-hari begitu sulit..begitulah..” Baekhyun meneguk soju untuk yang ketiga kalinya. Seul Gi mengangguk pelan. “Oh ya!Baekhyun-ssi.. aku belum sempat mengucapkan terimakasih padamu untuk yang waktu itu.” Baekhyun menggeleng “Tidak.Itu sudah berlalu,jangan dipikirkan lagi.Kau bekerja disini?”

“Aku hanya mencari kesibukkan, ini kedai milik ibu mertuaku yang sedang sakit. Jadi, aku membantu ayah suami ku untuk menjalani kedai ini.Aku dengar, pak Jang baru saja masuk penjara atas laporan seorang karyawan mengenai pelecehan seksual.”

“Benarkah?Dari mana kau tahu?”

“Suamiku seorang polisi dibagian kriminalnya.Ketika ia datang, ia selalu bercerita apa saja yang terjadi dikantornya.Aku tahu, tidak boleh seperti itu. Tapi, memang ia tipikal orang yang seperti itu.Aku suka kejujurannya.Tapi, aku tak cukup jujur padanya..”

“Seul..boleh aku bertanya satu hal padamu?”

Seul Gi menaikkan alisnya, ia tentu menunggu apa yang mau ditanyakan Baekhyun.  “Seul Gi -ah.. kita bisa merapihkan toko dan tutup setelah pelanggan terakhir usai. Se Hun menelponku tadi, bahwa ia harus segera bertugas dan meninggalkan Ibu dan Ji Min dirumah.”

“Nde~~ Abeonim~!Baekhyun -ah, begini saja temui aku ditaman bermain diujung jalan sana.Aku akan segera kesana setelah menutup tokonya.”

“Baiklah, aku pergi sekarang. Aku akan menunggumu disana.”

 

#Hold Me Tight *13#

Seul Gi  berjalan dan memasuki taman, ia menghentikkan langkahnya sebentar, melihat Baekhyun yang sedang duduk diayunan.

‘Bagaimana bisa, kehidupannya begitu rumit dariku?’ ia bergumam sebentar segera setlah itu kembali melangkah dan duduk diayunan disamping Baekhyun.

“Kau menunggu lama disini?” Seul Gi menendang kerikil kecil yang berada dibawah kakinya.

Baekhyun menggeleng, lalu menoleh kearah Seul Gi. “Ya.. aku punya seorang teman yang sudah mempunyai istri.”

“Lalu?”

“Ia.. bercerita padaku bahwa ia melihat istrinya dicium oleh lelaki lain, dibibirnya.”

“Bagaimana reaksi istrinya itu?Apa, temanmu langsung menghajarnya?”

“Tidak, ia hanya melihatnya dari kejauhan. Sedangkan, reaksi istrinya setelah dicium hanya terdiam dan sedikit terkejut mungkin, dia tidak marah atau.. menganggap lelaki itu sudah kurang ajar padanya.”

“Yah..hal yang paling mungkin adalah memang mereka sudah selingkuh atau hal semacamnya. Jika tidak, istri temanmu itu paling tidak sudah menampar pipi lelaki itu setelahnya. Setahuku, itu adalah reaksi pertamanya saat perempuan merasa dilecehkan..”

Ponsel Seul Gi berbunyi

“Yeobseyeo?Ne.. aku akan segera pulang.” Seul Gi mematikan panggilan itu dan segera beranjak. “Maaf Baekhyun -ssi. Aku harus segera pulang, suamiku tiba-tiba ada tugas jadi meninggalkan anakku sendirian dirumah.”

“Gwaencanha.. aku juga ingin pulang..Hati-hati..” ujar Baekhyun seraya menaruh kedua tangannya dikantung.Seul Gi menepuk bahu Baekhyun dan berjalan meninggalkan taman itu.

“Seul Gi -ssi..” panggil Baekhyun, yang dipanggil hanya menoleh seraya mengangkat alisnya. “Terimakasih sudah mau mendengarkan ceritaku..”

Seul Gi mengulas senyuman. “Kau bisa datang kapanpun.Semoga, permasalahanmu cepat terselesaikan..” gadis itu kembali berjalan dan menghilang dibalik perempatan jalan.

 

#Hold Me Tight*13#

 

Da Hyun terbangun dari tidurnya, merasa haus ia segera beranjak menuju dapur dan membuka kulkas. Ketika ia menutup pintu kulkas, seseorang duduk dimeja makan dengan wajah yang memutih karena cahaya membuat ia berteriak kaget.

“Aaaaa!!!” Da Hyun mengernyit sebentar, menegasi apa yang ia lihat yang ternyata itu Jackson. “Ya Tuhan!!untung aku tidak punya riwayat jantung, tengah malam kau duduk disitu sama seperti hantu tahu!  Dasar bodoh!”

Jackson hanya menyengir kecil, setelah itu ia kembali sibuk dengan ponselnya. “Maaf. Kenapa kau terbangun?” tanya Jackson masih menatap layar ponselnya. Da Hyun duduk dihadapannya. “Aku haus.Lalu kau sendiri?Jangan bilang kau masih mengurusi urusan rumah tangga mereka, Wang?!?”

Jackson menggaruk tengkuknya dan segera beranjak dari tempatnya. “..aku yang membuat permasalahan ini, jadi aku pikir aku harus meluruskan semuanya..”

Da Hyun mendecak pelan dan menggeleng. “kau itu bodoh atau apa?dengar, mereka lebih dewasa dari kita.Jadi, Wang.. maksudku, tak perduli  apakah kau atau siapapun yang mempertemukan Ae Ri dengan Yun Hyeong atau apalah itu, itu bukan salahmu.Itu masalah mereka, jadi jangan ikut campur.”

“Tapi.. apa kau yakin mereka bisa menyelesaikannya?”

Da Hyun menoyor kepala Jackson gemas. “Aku sudah bilang padamu tadi.Sudahlah, jangan dipikirkan!Membuatku susah saja!”

Jackson terdiam sejenak. “Ya..Da Hyun -ah, kau bilang apa tadi?”

“Aku mau tidur,jangan ganggu aku!” Da Hyun kembali kekamarnya dan membanting keras pintunya.

“Menyusahkanmu?Jadi…selama ini kau memikirkan aku?Da Hyun -ah.. bagaimana kalau besok kita jalan-jalan?”

Da Hyun tersenyum kecil didalam kamar mendengar ajakan Jackson. Ia kembali membuka pintunya dengan muka cuek, dan menatap malas Jackson yang berada didepan pintunya.

“Mwoo.. akan aku pikirkan..Wang Jackson.”

Jackson membeku sesaat, mencoba untuk mencerna lagi apa yang Da Hyun katakan barusan. Matanya melebar, ia melompat kecil dan kembali kekamarnya.

“Asa!!!”

 

Da Hyun membuka ponselnya. Mengetik beberapa kata sebagai pesan teks untuk Ae Ri.

To: Istri jahatnya, Byun Baek -Oppa.

Ada baiknya kau segeralah menyelasaikan masalahmu antara kau dan lelaki itu.Kau sudah punya Baekhyun, jangan menyakitinya. Akan kupastikan banyak orang yang akan menyerangmu jika kau berani melakukan itu!Dan.segeralah pergi ke neraka jika kau terus membuat orang lain susah dan mengurusi rumah tangga kalian!Camkan itu!

 

Setelah itu, dengan yakinnya ia mengirim tombol ‘send’ dan kembali memejamkan matanya.

 

#Hold Me Tight*13#

 

Yun Hyeong POV

Aku mengerutkan keningku sesaat ketika aku membuka kedua mataku,mengerjap beberapa kali hingga seluruh cahaya masuk kedalam mataku.

Hal pertama yang kulihat adalah langit-langit putih dan gorden putih yang tertiup oleh angin.Kepalaku kembali merasa sakit setelah berusaha mencoba apa yang terjadi semalam, dan aku membulatkan mataku didetik berikutnya, melihat sosok yang tertidur dengan posisi duduk dan kepala yang tertempel ditepi tempatku berbaring.

 

Dia..

 

Ae Ri.

 

Park Ae Ri.

 

Yun Hyeong POV

 

** Ae Ri terjatuh setelah didorong oleh Da Hyun, dan beberapa orang lain yang mengerubunginya. “Ya!Park Ae Ri!Tidakkah kau merasa bersalah atas apa yang kau lakukan?” kata Da Hyun dengan mata melotot.Dan, beberapa orang lain ikut berbisik, sedangkan Ae Ri hanya menggeleng.

“Benar!Aku rasa dia tak pernah bersyukur sama sekali.” ujar Seung Wan sinis

“Noona..apa kurangnya Baek Hyun Hyung untukmu?”tanya Jackson dengan nada lirih dan mata berkaca-kaca.Ae Ri hanya menangis dan menggelengkan kepalanya.

“Jika kau seperti itu, maka ceraikanlah saja dia!” ujar Kyung Soo dengan nada menekan dan marah.

“Dasar gadis serakah!”rutuk Jin Hwan seraya tersenyum miring.**

 

Yun Hyeong tersenyum kecil, ketika melihat Ae Ri mengerutkan keningnya dan menimbulkan garis kerut disana seperti orang sedang berpikir keras.Diam-diam telunjuknya bergerak dan hampir menyentuh dahi Ae Ri. Namun, tiba-tiba saja gadis itu tersentak dan membuka matanya. Nafasnya terengah dan keringat keluar dari pori-pori kulitnya.

“Ada apa?Kau mimpi buruk?” tanya Yun Hyeong. Ae Ri baru melihat Yun Hyeong setelah ia bersuara, dan hanya mengangguk pelan.

“Oh ya, Ae Ri -ssi..” kata Yun Hyeong lagi. “Nde?” respon Ae Ri singkat, ia hanya melihat kearah luar, dimana matahari sudah naik ke permukaan dipertengahan musim semi ini.

“Aku pikir.. perusahaanku sedang membutuhkan karyawan baru, kau bisa mendaftar kalau kau mau.Anggap saja, itu sebagai rasa terimakasihku.” kata Yun Hyeong dengan senyuman lebar. Ae Ri mengulas senyum simpul dan mengangguk. “Nde, gamsahamnida.. tapi,, apa aku boleh membahasnya dengan suamiku dulu?” tanya Ae Ri agak ragu. “Tentu saja..Ae Ri -ssi..’

“Nde?”

“..soal tadi malam-‘

“M-mian.. aku harus mengambil ponselku yang sedang ku-charger diruang sebelah,nanti kita bicara lagi.” potong Ae Ri dan segera berjalan keluar dari kamar itu.

 

#Hold Me tight*13#

Ae Ri berjalan dilorong rumah sakit dan kembali menuju ruangan Yun Hyeong dirawat. Ia membuka pintu kamar, namun ia tak berada disana, kamarnya kosong dan hanya ada jendela yang terbuka lebar dan gorden yang disingkap.

 

Ae Ri melihat kearah luar yang langsung menembus ketaman rumah sakit, dan disanalah ia kembali menangkap sosok Yun Hyeong sedang duduk dibangku taman dan membaca buku.Gadis berambut hitam itu mentautkan sedikit senyuman yang entah mengapa terukir begitu saja disudut bibirnya.

 

Ia pun segera keluar, membawa ponsel dan mantelnya menuju taman, dimana Yun Hyeong berada.Dan, tepat sekali ketika ia melewati pintu keluar, Yun Hyeong melihat kearah Ae Ri berada, lelaki itu mengisyaratkan agar Ae Ri segera menghampirinya. Ae Ri hanya tersenyum dan mengangguk.

 

Drrrttt

Drrrrttt

Drrrrtttt

 

Langkah Ae Ri terhenti, karena ponselnya yang tak berhenti bergetar, dan ada panggilan masuk dari Kyung Soo, ia pun mnggeser tombol hijau seraya kembali melangkahkan kakinya, menghampiri Yun Hyeong yang berjarak 4 meter lagi darinya.

“Noona…gawat!” suara diseberang begitu panik membuat otomatis Ae Ri menghentikkan langkahnya.

“…Hyung… dia dikantor polisi  sekarang..!”

“Mwo??!!”

Mata Ae Ri membulat kaget,langkahnya benar-benar terhenti saat mendengar penjelasan Kyung Soo dari seberang telpon.

 

–TBC–

Read More »

[Chapter 11] Hold Me Tight: Don’t be mad

— Hold Me Tight–

RahayK STORYLINE Proudly present’s

Byun Baek Hyun | Irene Bae | Song Yun Hyeong

PG 15

AU^Dark^Drama^Life^MarriedLife

WARNING!!!

HARAP UNTUK PARA READER’S ATAU PIHAK MANAPUN TIDAK MENGCOPY APALAGI MEREPOST ULANG CERITA INI DENGAN MENGGANTI NAMA AUTHOR ATAUPUN PEMAIN DENGAN ALUR CERITA YANG SUDAH MENJADI MILIK SAYA SEPENUHNYA!!TOLONG JANGAN DIPLAGIATI!!

  • Cerita ini sudah dipost pada blog BAEKHYUN FANFICTION INDONESIA,EXO FANFICTION INDONESIA, GALLERY EXO SCHOOL, dan WATTPAD (akun milik saya)
  • Password bisa ditanyakan melalui bakexotic1009@gmail.com
  • RCL

In The Summary

“Suatu tempat yang akan membuat perutmu tak berbunyi lagi.”

Chapter 11

 

Yun Hyeong keluar dari mobilnya, berjalan menuju apartemen  Ae Ri.

Kyung Soo baru  keluar dari apartemen Jin Hwan.Memang, ia baru saja habis bermain PS disana. Kyung Soo memicingkan matanya begitu melihat seorang lelaki yang berdiri didepan pintu apartemen  tetangganya.

“Tuan, apa yang kau lakukan disini?Siapa yang kau cari?” tanya Kyung Soo seraya berjalan mendekat kearah lelaki itu.

Lelaki itu menoleh dan mengembangkan senyum simpul. “Apa kau kenal dengan Ae Ri?”

Kyung Soo menaikkan alisnya, ia mengantungi tangannya dicelana jeansnya. “Iya, dia sudah seperti Noona -ku. Sepertinya, dia tak akan pulang malam ini. Tapi, Tuan siapa?Apa kau ingin menyampaikan sesuatu yang penting?Katakan saja, aku akan menyampaikannya jika ia tiba nanti.”

Yun Hyeong hanya terdiam sebentar. “Ehm, tidak terimakasih. Aku hanya khawatir karena ia tak mengangkat panggilanku. Sejak siang.Aku pikir, terjadi sesuatu. Jadi, aku datang kesini.”

Kyung Soo tersenyum miring mendengar kata-kata Yun Hyeong.

“Maaf, jika aku kurang sopan untuk mengatakan ini Tuan. Tapi, jujur saja, kau pasti tahu Noona sudah punya suami ‘kan? Artinya, apapun yang terjadi padanya itu merupakan tanggung jawab penuh suaminya. Jika kau mengatakan hal demikian, bukankah itu sedikit berlebihan?Noona, tidak pulang malam ini pasti sudah bersama suaminya, percaya padaku.Sebaiknya, anda pulang dan jangan terlalu mengurusi Noona. Karena, ia sudah punya suami. Itu pasti, akan menganggu mereka bukan?.Aku, permisi dulu.”

Kyung Soo mengoyor pergi setelah bicara seperti itu dihadapan Yun Hyeong.

Yun Hyeong menggeram tangannya kesal. “Sial!”

 

#Hold Me Tight#

Baekhyun memandangi Ae Ri yang sedang asik melahap ramyun buatannya. Merasa diperhatikan, Ae Ri berhenti menyeruput ramyunnya.

“Baekhyun, wae?”

 

 

Flashback~

Ae Ri melambaikan tangannya, begitu Baekhyun baru saja keluar dari gedung  seminarnya untuk hari ini. Suaminya itu, memperkenalkan produk terbaru dari obat yang baru diciptakan oleh perusahaannya.

 

Baekhyun memasang senyuman lebarnya, beberapa gadis pelajar SMA berbisik dan mendekatinya, membuat  Baekhyun terhenti langkahnya dan hanya melihat Ae Ri dari jauh. Sedangkan, yang menunggu sejak tadi hanya menyeret kakinya keaspal beton yang dipenuhi salju, matanya hanya melihat kebawah dengan bibir merengut.

 

“Sunbae! kami juga dari sekolah yang sama denganmu. Kami tahun ketiga.”  seorang siswa dengan rambut dikuncir bemarga Kim menyapanya.

Baekhyun hanya menyengir kecil. “Aah, begitu ya?Kalian harus belajar dengan giat jika  ingin masuk universitas favorit ‘kan?”

Mereka mengangguk serentak. “Saat Sunbae ditingkat 3. Kami, ditingkat 1.Kami, berencana akan mengambil jurusan yang sama denganmu, apa Sunbae ada waktu sekarang untuk memberi tips barang kali?” tanya temannya dengan rambut pendek tegas dan berponi.

“Pantas saja, aku lupa. Tapi, aku minta maaf sekali. Sudah ada yang menungguku sejak 30 menit lalu diseberang jalan sana.-”

Baekhyun menunjuk kearah dimana Ae Ri masih melakukan aktivitas yang sama. Ketiga gadis itu ikut menoleh dan memasang raut wajah kecewa.

“Apa gadis yang menunggu itu kekasihmu, Sunbae?” tanya mereka serempak. “Dia itu.. istriku.Lain kali, jika aku tak sibuk pasti aku akan memberi tipsnya. Jadi, setelah ini segera pulang dan belajar. Aku harus pergi dulu.”

Baekhyun segera berlari menuju seberang jalan, mengingat 5 detik lampu hijau untuk pengendera akan menyala. Tak perduli, betapa dinginnya malam itu Baekhyun terus melangkahkan kakinya dan segera tangannya meraih lengan Ae Ri yang telapaknya ia bungkus dengan sarung tangan.

 

Ae Ri terguncang, matanya baru kembali terangkat begitu Baekhyun meraih lengannya. Hidungnya sudah memerah, rambutnya nyaris membeku mengingat suhu diluar malam itu berkisar -10°.

“Aigoo~… sudah kubilang untuk menungguku dilobby gedung mengapa tidak menurut?”

Ae Ri mendecak kecil dan berjalan meninggalkan Baekhyun tanpa bersuara. Baekhyun hanya mengacak rambutnya  dan segera mengejar Ae Ri. “Ya~kau marah?Ayolah, mereka hanya anak SMA tingkat akhir.”  Baekhyun menyenggol  pelan lengan Ae Ri. Namun, gadis itu hanya menyungutkan bibirnya.

Mereka tiba dipersimpangan jalan, Ae Ri menghentikkan langkahnya begitu juga Baekhyun. Lelaki itu hanya tersenyum memandangi Ae Ri. “Kau laparkan?” tanya Baekhyun lagi, ekor mata Ae Ri sedikit melihat kearah Baekhyun. “Tidak.” sahutnya cuek.

Suasana  malam itu yang sepi dan tak banyak kendaraan yang lewat, membuat bunyi perut Ae Ri berbunyi terdengar oleh Baekhyun. Ia menahan tawanya,namun akhirnya pecah begitu melihat wajah Ae Ri yang memerah entah menahan dingin atau karena malu.

“Sudah, hentikanlah sikap sok marahmu itu. Ayo, aku akan membuatkanmu sesuatu.” Baekhyun segera menarik lengan Ae Ri kesuatu tempat. “Kemana?” Ae Ri bersuara masih dengan nada kesal. “Suatu tempat yang akan membuat perutmu tak berbunyi lagi.”

#H o l d M e T i g h t#

Ae Ri dan Baekhyun tiba disebuah kedai ramyun khas cina. Bangunan berasitektur khas Cina membuat Ae Ri sedikit berdecak kagum karena dari bagian depan tak tampak seperti sebuah kedai makanan khas Cina.

Ae Ri menghentikkan langkahnya begitu mereka tiba didepan pintu  kedai yang terdapat tulisan ‘TUTUP’

“Baek, kedainya tutup.” ujar Ae Ri  dengan nada kecewa.Baekhyun hanya tersenyum kecil dan membuka pintu kedai yang ternyata tak dikunci. Setelah Baekhyun masuk, Ae Ri pun mengekori  suaminya dari belakang.

“Maaf, kedainya sudah tutup.Silahkan datang lagi besok.” terdengar suara seseorang dari bilik dapur yang terhalang oleh sebuah kaca transparan.

“Kapan lagi temanmu ini bisa kesini?Aku kesini untuk menepati janjiku.” ujar Baekhyun. Dengan segera seseorang itu keluar dari bilik dapur. Matanya membelalak kaget ketika melihat Bakehyun dan Ae Ri. Kemudian, sebuah tawa kecil mengalir dari  bibirnya.

“Eoh!Baekhyun -ah!Oraemanida~.”

Lelaki berbaju khas Chef itu keluar dari bilik dapur dan segera memeluk Baekhyun erat. Ae Ri yang melihat hal itu hanya tersenyum simpul.

“Yaa~Zhang Yi Xing!Kau sudah mewarisi semua ini dari bosmu ya?”

Yi Xing hanya tertawa malu dan menggidikkan bahunya. “Aku hanya dipercaya untuk mengelola kedai ini sementara bos membuka cabang di Bucheon. Sekalian aku mengembangkan menu baru untuk kedai ini.’ omongan  Yi Xing terhenti begitu melihat sosok gadis dibelakang Baekhyun. membuat Baekhyun ikut menoleh dan ikut tersenyum.

“Ae Ri -ya.. kemarilah.” ujar Baekhyun pelan. Ae Ri hanya menuruti perintah Baekhyun dan maju beberapa langkah kemudian membungkukkan badannya sedikit sebagai salam hormat.

“Aku sudah bilang aku menepati janjiku kesini, ini Ae Ri istriku. Dan Ae Ri ini teman lamaku, lebih tepatnya  hyung -ku. Zhang Yi Xing. Dia dari Cina, tapi  ia mendapat pengajaran untuk belajar masak di Korea. Dia adalah koki terbaik yang aku kenal.” puji Baekhyun membuat Yi Xing hanya terkekeh pelan dan menundukkan kepalanya.

“Anyeonghaseo, Park Ae Ri -imnida. Bangapseubnida. Tapi, mengapa kau tak datang kepernikahan kami, Yi Xing -ssi?”

Pertanyaan Ae Ri membuat  Yi Xing gelagapan. “Ya~jangan naksir dengan kecantikkan istriku. Zhang Yi Xing! Aku mengundangnya, tapi ia bilang  ia tak bisa hadir karena harus mengurusi kedai ini.” ujar Baekhyun. Ae Ri hanya mengangguk mengerti walau ia agak sedikit kikuk melihat tingkah Yi Xing.

“Aniyeo!Aku kira, istrinya Baekhyun berwajah lebih buruk darinya tapi aku salah. Jadi, aku minta maaf padamu. Oh ya! duduklah Ae Ri-ssi.” ujar Yi Xing kembali bertingkah normal. Ae Ri tertawa mendengar perkataan Yi Xing dan membuat Baekhyun yang gantian memasang wajah betenya.

“Ya! aku tak sejelek itu.” Baekhyun membela diri. “Aku tak merasa begitu. Duduklah, karena Ae Ri tamu spesial aku akan menyiapkan menu terbaik kedai ramyun ini. Tunggu sebentar.” Yi Xing segera mengambil apronnya dari meja kasir, dan berjalan menuju bilik dapur.

Baekhyun  melipat kemejanya hingga sesikut dan mengambil apron dan ikut kedalam dapur. Ae Ri hanya  mengernyitkan alisnya ia segera mengeluarkan ponsel dan memotret Baekhyun diam -diam.

Tak lama, kedua lelaki itu kembali dengan menu hidangan sederhana namun terlihat lezat, mengingat perut Ae Ri yang memang sudah lapar.

“Cha~Ini menu spesial buatanku untukmu Ae Ri -ssi.Makanlah.” Yi Xing meletakkan semangkuk ramyun yang masih mengepul asap. “Bicara apa kau?Aku yang membuatnya tentu saja.” elak Baekhyun. Yi Xing hanya menggeleng. “Aku mau membereskan dapur, kalian silahkan nikmati waktu kalian. Ae Ri -ssi, jangan percaya pada suamimu.”

Ae Ri hanya tersenyum kecil dan segera mencicipi ramyunnya. Baekhyun yang duduk dihadapannya hanya asik memandangi Ae Ri.

“Makannya jangan terburu-buru. Takut sekali diminta.Apa segitu enaknya?”

Ae Ri masih cuek hingga tak sadar bahwa sisa kuah ramyun menempel disudut bibirnya. Baekhyun segera mengelapnya dengan jari manis.

Flashback End.

 

Baekhyun mengelap sudut bibir dan dagu Ae Ri yang terkena sisa kuah ramyunnya. Ae Ri hanya terdiam beberapa saat, menatap Baekhyun penuh tanya.

 

“Seperti pernah merasakan keadaan begini ya Baek. Apa itu namanya ya?”

“De Ja Vu”

“Aah!Bingo!De Ja Vu. Baek, kapan ya kita pernah mengalami situasi seperti ini? saat aku makan ramyun, kau mengelap sudut bibirku dengan jemarimu.Tapi, kapan ya?Aku lupa.” ujar Ae Ri dengan raut wajah yang menggoda Baekhyun.

 

Baekhyun segera beranjak dari tempatnya duduk dan mengantungi kedua tangannya ke saku celana piyama yang ia gunakan. “Kalau lupa ya sudah.Tak usah dibahas.” Baekhyun berjalan meninggalkan Ae Ri kembali kemarnya.

 

“Ramyun buatanmu saat itu enak.” Ae Ri bersuara lagi. Baekhyun menghentikkan langkahnya saat itu juga. “Meski aku tahu, ramyun nya enak karena bantuan Yi Xing. Tapi, aku tahu kau membuatkanku dengan ketulusan dan cinta.Dan,meski kau membuat ramyun yang sama untuk kedua kali, ketiga kali rasa yang pertama kali adalah yang terbaik.”

Ae Ri berjalan kearah Baekhyun, kemudian memeluk lelaki itu dari belakang.Melingkarkan kedua tangan mungilnya keperut Baekhyun. “Terimakasih.” kata Ae Ri. Baekhyun membalikkan badannya dan memeluk gadis itu erat. Ia tersenyum kecil. “Untuk apa berterimakasih?Aku, bahkan sama sekali belum membahagiakanmu.Hingga saat ini.”

 

“Terimakasih atas semuanya.Dan maaf atas segalanya.”

kata Ae Ri lagi. “Aku juga.Selama kau menggenggam tanganku erat, tak perduli apapun.Itu sudah cukup bagiku, Park Ae Ri.”

 

***

Beberapa Minggu kemudian..

 

“Jack!bagaimana menurutmu?” tanya Da Hyun dengan dua dress berwarna pastel dikedua tangannya.

“Sebenarnya, yang mau pergi wisuda itu kau apa Ae Ri sih?Mengapa jadi kau yang repot memilih gaun?”ujar Jackson cuek, walau begitu terbesit dipikirannya bahwa Da Hyun pasti akan cantik mengenakan kedua gaun itu.

 

“Toh, mau gaun secantik apapun yang dikenakan Ae Ri nanti, pasti akan tertutup dengan baju toganya. Jadi, aku yakin tak akan terlihat. Keuchi Baekhyun Oppa?” Da Hyun menyenggol Baekhyun dengan sikutnya, Baekhyun hanya menoleh sebentar dan kembali memilah gaun -gaun itu.

 

“Kau ada benarnya, Da Hyun.” ujar Baekhyun pada akhirnya. Da Hyun tersenyum menang sebelum Baekhyun kembali bersuara.

“Karena, ini hari bersejarah untuknya. Jadi, biarkan ia mengenakan gaun terbaik kali ini.”

Jackson tersenyum dan mengangguk, membenarkan kata-kata Baekhyun. Baekhyun segera mengambil dress-code berwarna putih. Da Hyun hanya memasang muka masam merasa kalah seperti biasa. Membuat kedua lelaki itu sama-sama tertawa cekikikan dan saling berhi-five satu sama lain.

 

“Cheogi, tolong bungkus dress ini.”

 

#Hold Me Tight#

Ting Tong Ting Tong

 

“Siapa?” Ae Ri mencuci tangannya diwastafel dan segera berjalan menuju pintu, karena bel interkom terus berbunyi sedangkan yang dirumah sekarang hanya ia sendirian. Jadi, ia menghetikkan pekerjaannya sebentar dan membukakan pintu, melihat tamu siapa yang datang diwaktu jam sibuk begini.

 

Cklek~

Ae Ri melongo keluar, dilihatnya seseorang dengan higheels yang sudah ia kenal sudah berdiri didepan pintu. Gadis itu berbalik dan tersenyum.

 

Ae Ri segera membuka pintunya lebar-lebar. “Seung Wan -ah.. masuklah!Diluar dingin.”

Seung Wan segera masuk kedalam, ia membuka higheels nya dan menggantinya dengan sendal rumah.

“Kau lama sekali buka pintunya.”gerutu Seung Wan sebal seraya menggertakkan giginya. Ia segera membuka mantel dan syalnya dan menggantungkannya di hanger.

“Yah, aku tidak tahu kalau yang datang itu kau. Karena, akhir-akhir ini kau kan tahu sedang banyak kejahatan pada perempuan disekitaran apartemen-apartemen. Jadi, karena tak ada Baekhyun dirumah aku agak paranoid dengan hal itu.”

 

Seung Wan hanya mengangguk dan duduk disofa tanpa disuruh lagi oleh pemilik rumah.

“Kemana suamimu hari ini?”tanya Seung Wan seraya memandang kesekeliling rumah.

Ae Ri berjalan keluar dari dapur dan membawa beberapa camilan dan teh. “Hanya bilang keluar dengan Jackson sebentar, mungkin dengan gadis tengil itu.”

 

Seung Wan mengernyit mendengar sebutan gadis tengil.

“Gadis tengil apa maksudmu?Jangan bilang, dia..’

Ae Ri mengangguk dan membenarkan perkataan Seung Wan bahkan jauh sebelum ia melanjutkannya kalimat terakhirnya.

“…Stalker, bukan itu terlalu kejam menyebutnya seperti itu. Dia hanya seorang gadis yang menyukai Baekhyun.”

“Ya!kau harus berhati-hati pada gadis seperti itu.Kau tahu bagaimana laki-laki.”

“Aku menyukai Baekhyun jauh sebelum dia. Aku adalah istri Baekhyun untuk 4,5 tahun. Jadi, untuk apa aku khawatir bahkan takut Baekhyun akan berpaling pada seorang gadis yang baru beranjak dewasa?Perlu kau tahu, Baekhyun itu bukan orang seperti itu.”

“…yah, kecuali jika itu aku.”

“Apa maksudmu, Ae Ri-ya?”

“Aniya, dwaesseo!”

 

#Hold Me Tight#

Baekhyun turun dari mobil Jackson. “Kau tak mau berkunjung sebentar kerumahku?” tanyanya ketika jendela samping kemudi terbuka.

Da Hyun yang duduk dibelakang segera mengeluarkan kepalanya kedepan dan langsung ditoyor oleh Jackson dan tak memberi kesempatan Da Hyun untuk berbicara sedikitpun.

 

“Ani Hyung, lain kali saja.Habiskan waktumu lebih banyak dengan Ae Ri.Dan,rencananya aku dan Da Hyun akan mentraktir Ae Ri Noona direstaurant biasa.Mengingat sebentar lagi hari ulang tahunnya.”

 

Baekhyun tersenyum “Baiklah,akan aku sampaikan padanya.Terimakasih untuk hari ini,Jack!Hati-hati mengemudinya.”

“…Da Hyun?” panggil Baekhyun,membuat gadis itu yang tadinya ribet sendiri dengan Jackson langsung terdiam tak berkutik. “Nde Oppa?”

 

“Jangan mengganggu Jackson ketika ia menyetir.Cha!pergilah,jangan lupa kata-kataku Jackson!”

Jackson hanya tersenyum lebar dan mengangguk, menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat. Mobilpun kembali melaju dan meninggalkan Baekhyun dipelataran pintu masuk apartemen.

 

Baekhyun menaiki tangga seperti biasanya, seraya menaiki anak tangga ia membuka shopping bag berisi kotak yang telah dihiasi pita berwarna emas.

Ia tersenyum kecil, langkah higheels terdengar dari anak tangga dari lantai atas.Baekhyun berhenti sejenak, tampak berpikir siapa kiranya yang mau menuruni anak tangga dengan heels hak bercenti itu.

 

Langkah heels itu berhenti tepat dihadapan Baekhyun, ia berdiri dua anak tangga diatas Baekhyun. “Baekhyun -ssi!”

 

#Hold Me Tight#

Ae Ri membuka kantong pemberian Seung Wan sebelum gadis itu berpamitan pulang.

Dan, ada dress didalamnya.

“Woah!Bagus sekali~”

Ae Ri pun masuk kedalam kamarnya untuk menge-pas dress pemberian Seung Wan tadi.

Ia segera berdiri didepan cermin besar yang berada dikamar mereka.

Senyuman lebar terukir dibibir Ae Ri.

 

“Ae Ri, aku membawa sesuatu-‘ teriak Baekhyun dan membuka pintu kamar. Shopping bag yang ia bawa dan sudah tak sabar untuk diberikan Ae Ri, langsung ia sembunyikan dibelakang punggungnya.

 

#Hold Me Tight#

 

To Be Continued~

 

 

Read More »

[Chapter 10] Hold Me Tight: Go Back

— Hold Me Tight–

RahayK STORYLINE Proudly present’s

Byun Baek Hyun | Irene Bae | Song Yun Hyeong

PG 15

AU^Dark^Drama^Life^MarriedLife

WARNING!!!

HARAP UNTUK PARA READER’S ATAU PIHAK MANAPUN TIDAK MENGCOPY APALAGI MEREPOST ULANG CERITA INI DENGAN MENGGANTI NAMA AUTHOR ATAUPUN PEMAIN DENGAN ALUR CERITA YANG SUDAH MENJADI MILIK SAYA SEPENUHNYA!!TOLONG JANGAN DIPLAGIATI!!

  • Cerita ini sudah dipost pada blog BAEKHYUN FANFICTION INDONESIA,EXO FANFICTION INDONESIA, GALLERY EXO SCHOOL, dan WATTPAD (akun milik saya)
  • Password bisa ditanyakan melalui bakexotic1009@gmail.com
  • RCL

In The Summary

“Sebentar saja, seperti ini.”

#10

“Ae Ri -ssi”

Dan, lelaki yang ada dihadapan Ae Ri dan Baekhyun adalah Yun Hyeong.Baekhyun melepaskan genggaman tangan Ae Ri dan jalan lebih dulu tanpa berkata apapun, melewati Yun Hyeong yang berada dihadapannya,menabrak bahu Yun Hyeong kasar dengan sengaja. Ae Ri menghampiri Yun Hyeong.

“Maaf Yun Hyeong -ssi, aku  harus memperbaiki suasana hati Baekhyun sekarang.Jadi, mari kita bicara lain kali saja.Aku pergi dulu.”

Ae Ri sedikit berlari mengejar Baekhyun.Yun Hyeong hanya menatap punggung Ae Ri yang menjauh dan sedang menggandeng lengan suaminya.

 

–Chapter 10–

“Baekhyun?kau marah?” tanya Ae Ri hati -hati. “Tidak.” singkatnya. Baekhyun hanya menatap lurus kedepan. Hingga mereka tiba dihalte bus, menunggu bus tiba. Baekhyun tak berkata apa-apa sejak terakhir kali ia marah didepan orang banyak tadi. Sepertinya, ia tak begitu perduli  orang-orang yang menatapnya aneh atau apalah. Yang penting ia sudah mengeluarkan seluruh makian yang sudah mengendap dihatinya setelah sekian lama.

“Benar, kau tidak marah?kau, baik-baik saja kan?” Baekhyun hanya melirik Ae Ri sebentar dan mengangguk kemudian diam lagi.

Bus pun datang, Ae Ri hanya menatap Baekhyun. “Kenapa diam saja?Cepat naik.” Baekhyun berkata cuek. Ae Ri gelagapan dan segera masuk kedalam bus. Mereka duduk dibangku paling belakang. Ae Ri melihat kejendela luar, lalu kembali melihat Baekhyun yang hanya memandang langit -langit bus dengan tatapan kosong namun, dipenuhi pikiran. Tak lama, hujan tiba -tiba turun.

“Baek, kita tidak bawa payung.Dan,hujannya sangat deras.” kata Ae Ri. Baekhyun hanya melihat kearah luar,lewat jendela yang berembun. “Memang,jika hujan -hujanan sekali kau akan sakit?” Ae Ri menggeleng pelan, walau begitu sebetulnya ia benci hujan. “Yasudah.” Baekhyun memejamkan matanya. Ae Ri hanya mendecak pelan dan kembali melihat kearah luar jendela.

#Hold Me Tight#

Hujan mereda, Ae Ri mengerjapkan matanya perlahan. Matanya melotot kaget Ia menepuk bahu Baekhyun kasar. “Baek!Bangun!Ya Tuhan, kita kelewatan.”Ae Ri kemudian memencet tombol  merah untuk menghentikkan bus. “Ahjussi!!berhenti disini.Baek! Ayo cepat, kita kelewatan jauh!”

Baekhyun terbangun dan hanya ikut Ae Ri turun dari bus seperti anak kecil yang baru bangun tidur, Baekhyun terlihat imut dimata Ae Ri membuat gadis itu terkekeh pelan. Ae Ri sedikit berjinjit dan merapihkan rambut Baekhyun yang sedikit berantakkan. “Kenapa kau tidur, Park Ae Ri?Kita harus mengeluarkan uang dua kali lipat dari seharusnya.” gerutu Baekhyun. “Yaa, jangan salahkan aku.Karena hujan, kau tidur.Aku tidak ada teman bicara, jadinya aku ikut tertidur.” elak Ae Ri tak mau kalah.

Ae Ri menyungutkan bibirnya, membuat Baekhyun segera mencubit pipi istrinya gemas. “Karena sudah disini, bagaimana kalau kita makan dulu,direstoran ibuku?Aku lapar.”

“Mwo?Ibu mertua maksudmu?Aah,aku merasa tidak enak.Merepotkan juga.”

Baekhyun tak menghiraukan perkataan Ae Ri dan hanya jalan duluan.Ae Ri mengaku kalah dan hanya mengejar Baekhyun yang sudah meninggalkannya cukup jauh. Tak sampai 15 menit mereka tiba direstoran yang berada dipersimpangan jalan.

Terlihat seorang wanita tua sedang memotong beberapa bumbu dapur, didapur restoran kecilnya itu. Ae Ri dengan ragu melangkah untuk masuk direstoran itu.

Eomma~!Nan wasseo!” ujar Baekhyun.Wanita itu menoleh,begitu yang dilihatnya Baekhyun dan Ae Ri ia segera meninggalkan pekerjaannya dan keluar dari dapur.”Uri aedul~,Baekhyun ada apa kesini?Apa kau tidak sibuk?” ditanya begitu oleh wanita yang dipanggil ibu itu Baekhyun hanya terkekeh dan segera duduk disalah satu bangku.

Eoh?!Ae Ri, uri tall.. kau datang juga?Bagaimana kuliahmu, kau lulus S2 tahun ini bukan?”

Ae Ri memeluk ibu Baekhyun yang adalah mertuanya erat. “Nde.. Eomonim. Aku akan segera diwisuda dalam waktu dekat ini.Bagaimana kesehatanmu, eomonim?” tanya Ae Ri.

“Yah, cukup baik. Kau jangan khawatir.Cukup urusi putra yang membuatku repot Baekhyun seorang saja, itu sudah lebih dari cukup. Apa Baekhyun masih seperti anak -anak?Aku minta maaf,karena belum bisa menjadi ibu yang baik untuk putra semata wayangku.”

Eomma..” Ae Ri hanya tersenyum dan menepuk pelan bahu ibu mertuanya. “Geokjeongmaseyo,eomoni. Baekhyun sudah menjadi suami dan ayah yang baik hingga sekarang. Aku rasa, anak seperti Baekhyun tak akan pernah ada lagi dunia ini, Eomoni.Jadi, kau jangan khawatir.”

Baekhyun mengangguk setuju dengan perkataan Ae Ri. Sang ibu menghapus air matanya yang mengalir begitu saja. “Geurae Eomma,khawatirkan kesehatanmu saja. Aku, punya istri yang baik seperti Ae Ri jadi Eomma tenang saja.” Baekhyun memeluk singkat ibunya lagi.

“Oh Ya, kalian laparkan?Ibu akan masakkan beberapa menu istimewa untuk kalian.”

Ibunya berjalan menuju dapur. Ae Ri mengikuti “Aku ikut membantu, Eomoni.” ujar Ae Ri dan segera mengambil celemek namun ditahan oleh ibunya Baekhyun

“Tidak usah, Ae Ri. Kau tunggu saja dengan Baekhyun. Tak akan lama,ibu bisa sendiri.”

Ae Ri tak yakin, ia pun menuruti kata ibu mertuanya dan duduk bersama Baekhyun. Ae Ri merogoh isi tasnya mencari sesuatu, ia menyingkap rambutnya dan mengikatnya dengan karet rambut.

“Kau cari apa?” tanya Baekhyun ikut melihat isi tas Ae Ri. Ia menatap Baekhyun sebentar lalu kembali melihat isi tasnya lagi. Baekhyun mengeluarkan sesuatu dari kantong jaketnya.

“Cari ini?” Ae Ri menoleh, rasa lega terlukis diwajahnya. “Yaa~. aku kira hilang, kapan kau mengambilnya dari tasku?”

Baekhyun tersenyum menang “Ada deh~” Baekhyun tersenyum usil.

Sang ibu yang melihat canda kedua insan itu hanya bisa menyunggingkan senyuman seraya menggelengkan kepalanya.

“Lalu, kau akan datang ‘kan?” tanya Ae Ri penuh harap. Baekhyun menaikkan bahunya  “Kalau jawabanku iya, kenapa ketika ditanya tadi kau tak bisa menjawabnya?Apa jangan -jangan kau memikirkan orang lain ya?” goda Baekhyun dengan smirk usilnya.

Ae Ri mendengus sebal dan memanyunkan bibirnya. “Sudah ah!aku malas bicara denganmu.Eomoni~ aku akan ikut membantumu.” Ae Ri berjalan menuju dapur dan membantu sang ibu. Ae Ri membisikkan sesuatu ketelinga ibu Baekhyun yang membuat keduanya tertawa.Baekhyun hanya tersenyum melihat kedua wanita itu saling berinteraksi layaknya ibu dan anak.Ia menyenderkan badannya dibangku yang ia duduki menikmati pemandangan yang jarang ia jumpai seperti tontonan drama ditelevisi.

 

Tak lama, Ae Ri kembali kemeja membawa sup diatas nampan yang berada ditangannya dan Ibunya membawa beberapa minuman dan nasi. “Cha~Makanlah.” Ibu Baekhyun ikut duduk dimeja yang sama dengan Ae Ri dan Baekhyun. Mereka mulai menyantap makanannya sedangkan Ae Ri masih mengaduk nasinya dan hanya melihat Baekhyun yang masih menyantap makan padatnya dengan lahap. Merasa diperhatikan, Baekhyun menghentikkan makannya dan menatap Ae Ri sebentar.

“Kenapa?Makanlah, jangan sakit menjelang wisudamu yang hampir harinya.” Baekhyun masih melanjutkan makannya. “Apa perlu ibu tambahkan nasinya?” Baekhyun menangguk sedangkan Ae Ri menggeleng. “Kau akan sakit perut jika makan nasi kebanyakan,Baek.”

“Tidak akan, Eomma aku tambah nasinya.” Baekhyun menyengir lebar. Ibunya hanya berjalan kedapur dan Ae Ri hanya memutar matanya dan hanya memandang Baekhyun. “Kau tidak makan?Kalau tidak mau buat aku saja bagianmu.”

“Ckck!Tidak boleh.Sudah dapat bagianmu juga.Aku makan sekarang.”

Baekhyun hanya tersenyum usil melihat Ae Ri yang memulai makannya perlahan. Seperti ketakutan, melihat Baekhyun yang makan seperti orang kelaparan selama seminggu. “Baekhyun kau itu rindu masakan buatanku apa, sampai -sampai makan seperti orang kesetanan begitu.”

“Apa kalian berdua sedang bertengkar?”tanya Ibu Baekhyun tiba-tiba membuat Ae Ri mematung sejenak dan Baekhyun hanya cuek dan menaikkan alisnya.

Ae Ri terkekeh terpaksa. “Tidak kok,Eomoni.Baekhyun hanya sedang sibuk, jadi dia jarang pulang kerumah beberapa hari terakhir ini.Jangan khawatir eomoni.” Ae Ri nyengir selebar -lebarnya, agar ibu Baekhyun percaya padanya. Ibu Baekhyun hanya tersenyum simpul. “Baiklah, ibu percaya.Bagaimana keadaan Joo Eun?Maafkan ibu karena belum bisa melihatnya,ibu takut tidak kuat jika kerumah sakit sendirian.”

“Gwaenchanhayeo, Eomoni.Aku dan Baekhyun juga hanya sesekali kesana, karena Joo Eun sendiri harus selalu steril dari dunia luar,jadi kami menyerahkan perawatannya kepihak rumah sakit.”

Ae Ri mengetuk kepala Baekhyun dengan sumpit, menyiratkan agar ia mengatakan sesuatu juga, sehingga ibunya itu tak akan merasa bersalah karena tidak datang kerumah sakit.

“Iya,yang Ae Ri bilang itu benar kok, Eomma.Jangan khawatir, kami orang tuanya, jadi kau tak perlu terlalu memikirkan Joo Eun.”

Baekhyun terdiam lagi, kembali muncul kata-kata dokter Ji diotaknya,berputar-putar dan terus mengiang tanpa henti.Dan lagi, ia belum bilang sama sekali tentang hal ini ke Ibunya Joo Eun, Ae Ri.

#Hold Me Tight#

Hujan kembali turun cukup lebat setelah Baekhyun dan Ae Ri usai makan.”Baekhyun -ah.. sepertinya hujan terlalu lebat apa kalian membawa payung?”

Ae Ri dan Baekhyun sama -sama menggeleng. “Begini saja, bagaimana kalau kalian menginap dirumah Ibu?Bus terakhir juga sepertinya tak akan beroperasi jika hujan lebat begini.Kalian mau ‘kan?Dengan begitu, Ibu tak akan merasa kesepian,Bagaimana?”

“Call!” ujar Baekhyun tanpa pikir panjang. “Tapi,kami sama sekali tak bawa baju, Eomoni.”

“Tenang saja, kau bisa pake baju ibu dan Baekhyun ada beberapa baju lamanya yang tertinggal.Ayo”

Ibu Baekhyun segera mengambil payung miliknya dan segera berjalan keluar diikuti Ae Ri dan Baekhyun.

“Eomoni?Payungnya cuman satu?” Ibu Ae Ri mengangguk dan membuka payungnya, sedangkan Baekhyun sibuk menutup rolling dor  restaurant ibunya. “Kau dengan Ibu dan Baekhyun, dia lelaki jadi biar saja dia hujan-hujanan.” kata Ibu Baekhyun terkekeh.

Tak butuh waktu lama hingga mereka tiba dikomplek perumahan Ibunya Baekhyun. Ae Ri dan Ibu Baekhyun asik berbincang dan Baekhyun hanya berjalan sendiri dibelakang mereka,memperhatikan kedua wanita itu berbincang bersama.

“Mi Yeon -ssi!Kau baru pulang rupanya.” seseorang menyapa Ibu Baekhyun. Ae Ri dan Baekhyun sama-sama memberikan hormat pada orang yang menyapa ibunya itu. “Nde, Soo Young Abeonim.Ada apa mencariku?Oh iya, ini menantuku, Ae Ri dan putraku Baekhyun.”

Pak tua itu hanya tersenyum dan menyapa singkat Ae Ri dan Baekhyun. “Begini,aku mendapat kabar bahwa Ibunya Eun Ji masuk rumah sakit.Jadi, aku dan beberapa orang lain akan ikut menjenguk,jika kau bersedia, kau bisa ikut dengan mobilku,Mi Yeon -ssi.Bagaimana?”

Ibu Baekhyun menatap kedua anaknya sebentar.”Omo! sepertinya aku harus lihat bagaimana keadaannya.Baekhyun -ah, Ae Ri -ya tak apa jika aku ikut kerumah sakit dulu?”

“Nde, kaseyeo Eomeoni.Aku akan pulang duluan dengan Baekhyun.Ia tidak bisa terlalu lama kedinginan, aku takut dia sakit nanti.” ujar Ae Ri tanpa persetujuan Baekhyun.

Ibu Baekhyun menepuk bahu Ae Ri pelan dan memberikan kunci rumahnya dan juga payung. “Ini kunci rumah, nyalakan saja penghangat jika kalian kedinginan, kalau tak mau pakai baju Ibu, kau bisa minta Baekhyun untuk mengambil bajunya yang sudah kecil.Dikulkas juga ada beberapa camilan kecil, anggaplah seperti rumah kalian sendiri,Arrachi?Ibu pergi dulu.”

“Hati -hati dijalan, Eomma.” ujar Baekhyun.Mi Yeon hanya tersenyum dan segera  menaiki mobil Ayah Soo Young dan mobil mulai melaju pelan dan hilang dibalik pertigaan jalan komplek.

Dan, hujan mulai berhenti turun.Ae Ri menguncupkan payungnya dan mulai berjalan. Baekhyun tiba -tiba menariknya kesuatu tempat.

“Baek?untuk apa kesini?Badanmu sudah basah kuyup semua,nanti kau sakit.Lebih baik, kau ganti pakaian dulu setelah itu kembali kesini.” Ae Ri menarik tangan Baekhyun namun lelaki itu hanya diam ditempatnya membuat Ae Ri menghentikkan langkahnya.

Baekhyun melepaskan tangan Ae Ri dan duduk diayunan. “Aku dipecat dari Good Mart.” Ae Ri menoleh dan berjalan kearah Baekhyun kemudian duduk diayunan yang berada disamping Baekhyun.

Mengayunkannya pelan-pelan. “Aku tahu itu.” jawab Ae Ri singkat. Baekhyun menoleh sedikit ekspresi kaget muncul diwajah Baekhyun yang tertutup poninya yang basah.

“Kau tak marah?” tanya Baekhyun. Ae Ri hanya menggeleng dan tersenyum kesuaminya itu. “Itu sudah yang ketiga kalinya.Dan,kali ini bukan salahmu.”

Ae Ri bangun dari tempatnya duduk,membuka tudung jaket Baekhyun yang basah. Menyingkap poni Baekhyun lalu menaruh telapaknya didahi suaminya beberapa saat. “Kau sakit.Ayo, segera pulang.”

Baekhyun hanya diam dan melingkarkan kedua lengannya dipinggul Ae Ri.Menaruh kepalanya diperut Ae Ri beberapa saat. “Baekhyun,kau masih bisa jalan ‘kan?Jangan merepotkanku, tak ada yang bisa kumintai bantuan kalau kau pingsan disini.Baek?” Ae Ri ingin menangkat wajah Baekhyun,namun ditahan oleh Baekhyun.

“Sebentar saja, seperti ini.” Ae Ri hanya diam terpaku mendengar permintaan Baekhyun. Ae Ri mengelus pelan rambut Baekhyun.

“Dokter Ji bilang padaku bahwa Joo Eun harus segera menjalani operasi.Apa kau setuju?” tanya Baekhyun lalu menengadahkan kepalanya menatap Ae Ri. “Hmm, mwo.. bagaimana dengan biayanya?” Baekhyun berdiri  dan berhadapan dengan Ae Ri. “Karena Joo Eun adalah kasus pertama di Korea, jadi dokter Ji bilang tidak dipungut biaya.Kau setuju?” tanya Baekhyun lagi.

“Umm,yah jika itu jalan terbaik untuk kesembuhan Joo Eun, itu tak apa.Aku setuju.”

Baekhyun memeluk Ae Ri  singkat. Ae Ri membalas pelukkan Baekhyun. “Aku tahu,kau kedinginan.Jadi, ayo kita pulang.”

Baekhyun mengangguk dan menggenggam tangan Ae Ri.Berjalan meninggalkan taman kecil itu menuju rumah Ibu Baekhyun,tempat mereka untuk tidur malam ini.

 

#Hold Me Tight#

Baekhyun keluar dari toilet dengan handuk kecil dilehernya, rambutnya masih lembab dan sisa air yang menetes -netes. Ia membuka lemari kayu, sedangkan Ae Ri masih sibuk mengecas ponselnya yang low -bat. Serta pergi keruangan cucian untuk mengeringkan pakaian Baekhyun.

Ae Ri kembali kekamar Baekhyun yang dulu memang ia pakai sewaktu belum menikah dengan Ae Ri.Baekhyun melempar pakaian ke Ae Ri dengan sigap Ae Ri menangkapnya.

“Pakailah,mungkin akan sedikit besar ditubuhmu.Tapi, itu lebih baik dari pada baju ibuku.”

Ae Ri segera masuk ketoilet dan Baekhyun segera duduk dikasur seraya merebahkan badannya. Tak lama, Ae Ri keluar dari toilet dengan rambut yang hampir kering. Baekhyun menaikkan alisnya, ia menelan ludahnya melihat Ae Ri yang memakai kaosnya, benar saja sangat kebesaran walaupun Baekhyun badaannya tak begitu besar tapi, yah tetap saja ia lelaki dan Ae Ri perempuan jadi tentu saja beda ukuran. Celana pendeknya tertutup oleh kaos oblong kebesarannya menghampiri Baekhyun yang hanya duduk dikasur.

“Byun!jangan menatapku begitu, aku tahu ini tak pantas ditubuhku.”dengus Ae Ri dan masih sibuk mengeringkan rambutnya.

Ae Ri menaruh handuknya disofa kamar Baekhyun. Ia menatap Baekhyun yang masih menatapnya intens. Tangan Baekhyun menyingkap rambut Ae Ri yang masih basah.Kemudian, tangan mengusap leher Ae Ri lembut.

Perlahan wajah Baekhyun mendekat, mencium kening lalu kehidung mancung Ae Ri,lalu kebibir merah Ae Ri. Baekhyun memejamkan matanya, begitupun dengan Ae Ri. Keduanya menikmati ciuman lembut itu,lumatan dan gigitan kecil  mulai mereka lakukan. Baekhyun masih mencium Ae Ri bahkan memperdalamnya menjadi lebih  panas dari sebelumnya. Ae Ri melepaskan ciumannya.

“Baek?bagaimana jika ibumu datang?” tanya Ae Ri. “Aku merindukanmu. Park Ae Ri, Can You Trust Me?”

Baekhyun mencium bibir Ae Ri singkat, memeluk gadis itu yang berada dalam rengkuhannya. Kemudian mentautkan sebuah senyuman.

 

Ae Ri POV

Baekhyun memandangku sesaat, aku masih belum menjawab pertanyaannya. Baekhyun mengecup bibirku sekali lagi.Entah itu sudah ciuman yang keberapa saat kami sudah menikah.

Bahkan, jauh sebelum itupun Baekhyun sering menciumku walau hanya sekedar menempel untuk beberapa detik. Beberapa sisi lain dirinya mungkin menyebabkan aku bisa jatuh cinta padanya. Ia memelukku singkat, kemudian sebuah senyum tertaut dibibirnya yang tipis untuk ukuran seorang lelaki. Sebuah senyuman yang sama,ekspresi wajah yang sama,gesture tubuh yang sama saat ia usai mengucapkan janji suci kami beberapa tahun lalu.Dan, aku baru melihatnya lagi.

Sebetulnya, aku ingin bertanya kemana dia tak pulang selama 4 hari terakhir ini. Namun, aku mengurungkan niatku. “Baek,kau benar-benar hebat tadi.Sebenarnya, itu yang tersimpan dihatimu selama ini ‘kan?”

“Hmm” Baekhyun hanya menjawabku dengan deheman. Aku bersandar dilengannya,hening sesaat terjadi diantara kami.

“Maafkan aku,Baek.”

Aku meliriknya sekilas, Baekhyun sudah memejamkan matanya. Aku hanya menghela nafasku berat.

‘Bagaimana jika aku tidak bisa mempercayaimu lagi,Baek?

Bagaimana jika rasa percaya diantara kita hilang?

Bagaimana jika aku terlalu egois dan melupakanmu?’

“Aku takut, Eotheokkhaji?”

“Apa yang kau takutkan, Ae Ri?” Baekhyun tiba-tiba bersuara dan melihat kearahku dengan mata yang menyipit.

Aku berdehem agar terlihat tak berbohong baru menjawab pertanyaannya. “Takut Ibumu datang?Aah, aku lapar lagi.Kau mau makan?” Aku beranjak dari kasur dan segera keluar kamar.

Ae Ri POV End

 

Baekhyun membuka ponselnya, ada sebuah kiriman foto dari Jackson. Baekhyun hanya tersenyum kecil karena membaca caption yang berada dibawah foto.

–“Akhirnya,Hyung! Aku bisa mengambil selca dengan Da Hyun.Keadaannya sudah membaik dan ia bisa pulang besok pagi.”–

Lalu dibawah ada pesan teks dan dari orang yang sama.

From:Jackson.

“Apa kau sudah berbaikan dengan Ae Ri?Hyung?”

Baekhyun menjawabnya.

To: Jackson.

“Eoh, semuanya dalam kendali tenang saja.”(Emot ketawa)

#Hold Me Tight#

 

Yun Hyeong terus menghubungi Ae Ri namun tak dijawab,bahkan dipanggilan berikutnya ponsel Ae Ri tidak aktif. Kata -kata Ae Ri tadi siang terus saja membayang dipikirannya

 

“Maaf Yun Hyeong -ssi, aku  harus memperbaiki suasana hati Baekhyun sekarang.Jadi, mari kita bicara lain kali saja.Aku pergi dulu.”

 

 

Yun Hyeong segera berganti pakaian dan menuju garasi, disana juga ada Ji Eun yang baru saja memakirkan mobilnya.

“Eo!Ya!Uri Dongsaeng!Mau kemana kau malam-malam begini?” tanya sang Noona pada adik kesayangannya.

“Mencari angin segar!” katanya ketus dan segera melajukan mobilnya keluar dari garasi yang cukup luas itu.

 

*Maklum keluarga Song itu yang punya Song Corporation punya supermarket Good Mart,Resort berkelas dibeberapa tempat dikorea dan pacuan kuda dibeberapa negara diEropa dan Korea sendiri. Okeh!lanjut balik ke FF #Abaikanlah curhat abal ini!

 

Ji Eun mencibir dan menggelengkan kepalanya.Seraya menutup pintu  mobilnya. “Cari angin seperti orang kesetanan begitu!Paling-paling  juga menemui gadis pujaannya.” gumam Ji Eun sendiri dan segera keluar dari garasi.

“Aku lihat, Yun Hyeong pergi terburu-buru. Ada apa?” tanya Myung Soo yang menyambut Ji Eun didepan pintu garasi yang menembus keruang makan.

“Yah, cari angin segar yang dia bilang.Sudahlah, urusan dia.”

Ji Eun membuka mantelnya dan membuka sepatu Bootnya. “Ji Eun, kau tahu seperti apa gadis yang ditaksir oleh Yun Hyeong?”tanya Myung Soo dengan tatapan menyelidik.

“Ya,soal itu.. aku tidak pernah bertanya, penasaran sih memang, tapi, kau sendiri tahu Yun Hyeong tipe orang yang tertutup dan bagaimana aku mau mencari tahu lebih banyak tentang gadis yang ditaksirnya.”

Ji Eun membuka pintu kulkas dan mengambil air mineral. Myung Soo hanya mengangguk pelan, suatu benda yang ia pegang dan berniat ia berikan pada Ji Eun ia masukkan kembali kekantong celananya. “Ada apa kau bertanya?Kau memang tahu?Atau, Yun Hyeong cerita padamu?Bagaimana rupa gadis itu?” tanya Ji Eun seraya melingkarkan tangannya dilengan Myung Soo.

“Aah, tidak.Aku cuman bertanya karena penasaran saja.Seperti katamu, sebaiknya kita tak mengurusi dia.Ayo tidur!”

 

#Hold Me Tight#

 

To Be Continued

 

Bonus  Scene :

Da Hyun membuka matanya, ia merasa tidak mengantuk entah mengapa.Mungkin, karena efek biusnya sudah tidak bekerja lagi dan tadi ia meminum  Moccacino sisa-sisa milik Jackson. Tentu, tanpa sepengetahuan lelaki itu, karena kalau tidak bisa habis dia kena marah oleh Jackson yanh bak dokter itu.

Padahal, dokter yang menangani Da Hyun sih bilang kalau minum tidak masalah asal jangan yang terlalu asam dan mengandung Kafein. Tunggu! Bagaimana dengan Moccacino yang Da Hyun minum tadi? Aah, itu cuman manis tak akan menganggu perutku. Pikir Da Hyun seraya tersenyum sendiri.

Ia melirik Jackson yang tertidur sambil duduk disampingnya sambil memegang ponselnya. Da Hyun diam-diam mengambil ponsel Jackson yang hampir mau jatuh dan melihat isinya, karena memang hanya dikunci geser bukan locksreen,pattern, sandi,atau semacamnya.

Da Hyun hanya menggeleng ketika melihat chat sns terakhirnya untuk Baekhyun.Mengirim foto yang baru ia ambil dengannya sore tadi.

Da Hyun tiba-tiba mentautkan senyum kecil,namun begitu ia kembali cemberut karena ia teringat Baekhyun.

Ia membuka pesan teks dan mengirim pesan teks pada Baekhyun.

To: Ae Ri Nampyeon

“Apa kau sudah berbaikan dengan Ae Ri?Hyung?”

Da Hyun menggigit bawahnya,tak lama ia mendapat pesan teks dari orang yang sama. Da Hyun memejamkan matanya sebelum membuka pesan teks itu.

“Aku harap mereka tidak berbaikan,Tuhan!Aku mohon!”

From: Ae Ri Nampyeon

“Eoh!Semuanya dalam kendali,tenang saja!”:D

 

Da Hyun langsung menaruh ponsel Jackson dinakasnya.Dan kembali memejamkan matanya dengan perasaan kesal.

Read More »