[Chapter 17] Hold Me Tight: Explain

— Hold Me Tight–

RahayK STORYLINE Proudly present’s

Byun Baek Hyun | Irene Bae | Song Yun Hyeong

PG 15

AU^Dark^Drama^Life^MarriedLife

WARNING!!!

HARAP UNTUK PARA READER’S ATAU PIHAK MANAPUN TIDAK MENGCOPY APALAGI MEREPOST ULANG CERITA INI DENGAN MENGGANTI NAMA AUTHOR ATAUPUN PEMAIN DENGAN ALUR CERITA YANG SUDAH MENJADI MILIK SAYA SEPENUHNYA!!TOLONG JANGAN DIPLAGIATI!!

  • Cerita ini sudah dipost pada blog BAEKHYUN FANFICTION INDONESIA,EXO FANFICTION INDONESIA, GALLERY EXO SCHOOL, dan WATTPAD (akun milik saya)
  • Password bisa ditanyakan melalui bakexotic1009@gmail.com
  • RCL

In The Summary

#17

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

“Pastikan ia meminum obatnya, Noona. Agar  keadaannya pulih kembali.” Jelas Kyung Soo layaknya seorang dokter sungguhan. “Aigoo, kau sungguh cerdas  Tuan Do. Terimakasih telah membantuku, tapi.. ada apa dengan wajahmu?” tanya Ae Ri yang langsung menyadari perubahan wajah Kyung Soo. “Apa begitu terlihat?Perubahan espresiku maksudku,Noona.” Tanya Kyung Soo ragu yang hanya disambutan sebuah anggukkan antusias Ae Ri.

“Dia, ex –girlfriend –‘ belum sempat melanjutkan kata katanya  sudah dipotong oleh Ae Ri

“Mwo?Kau pernah berpacaran dengan seorang Noona, Do Kyung Soo?” Ae Ri bersuara sangat keras, Kyung Soo kemudian hampir membekap bibir Ae Ri jika saja gadis itu tidak segera terdiam.

“Bukan, dengarkan aku dulu sebentar. Noona itu adalah ex –girlfriend –nya Jin Hwan –hyung. Karena  itulah aku kenal dengannya.”

Ae Ri melihat Seung Wan sebentar, sepertinya hal menarik untuk mempertemukan mereka kembali, itu bukan ide buruk pikirnya.

“Apa.. sebaiknya kita beritahu saja, Jin Hwan –sunbae?” tanya Ae Ri tersenyum penuh arti. Kyung Soo menaikkan bahunya tidak  yakin.“Entahlah,aku tak tahu apa itu ide yang bagus atau tidak, Noona.”

Ae Ri  menepuk bahu Kyung Soo.“Basa –basi saja, setidaknya Seung Wan butuh seseorang untuk ia ajak bicara. Sejak ditelponnya yang terakhir pagi tadi, ia tak ingin membahas apapun denganku.” Ujar Ae Ri dengan menatap Kyung Soo memohon.

“Bagaimana jika kekasihnya marah nanti?Terakhir kali, Jin Hwan –hyung cerita bahwa ia disiram dengan coffe oleh kekasihnya saat tak sengaja mengantar noona waktu itu.” Ae Ri mengernyit kaget mendengar perkataan Kyung Soo,ia pun lupa pada fakta Jin Hwan yang sudah punya orang lain juga.Tapi, sepertinya tak masalah, ini untuk penyembuhan luka Seung Wan juga.

“Aah.. Ye Ji –sunbae?Dia memang seperti itu.Tapi bagaimanapun, jika Jin Hwan –sunbae  manusia pasti ia akan datang,tentu saja sebagai teman. Karena, Seung Wan sahabatku dan Jin Hwan –sunbae adalah tetanggaku dan sahabatmu.Anggap saja, kita tak tahu apa –apa soal mereka.Sementara ini, aku mencari tahu apa Jong Dae datang keapartemennya  Seung Wan atau tidak, Karena ponsel Seung Wan rusak,jadi pasti ia tak bisa menghubunginya.”

“Sepertinya ia benar –benar frustasi, keuchi –sunbae?” tanya Kyung Soo. Ae Ri malah  terkekeh. “Soal ponselnya, aku yang sengaja merusaknya. Agar Jong Dae kesusahan mencari Seung Wan.Lagipula, aku yakin ia juga pasti akan memintaku begitu nantinya.”

“Ae Ri –ah..ponselku dimana?Aku harus meminta penjelasan pada Jong Dae, ia pasti bukan lelaki seperti itu.” Kata Seung Wan dari kamar Joo Eun. “Noona? –‘

“Tenang  saja, lebih baik kau  menemui Jin Hwan –hyung untuk menenangkan Seung Wan. Aku yang akan mengurus ponsel –nya.”

“…tunggu sebentar..” kata Ae Ri yang segera kekamar dimana Seung Wan berada, sementara Kyung Soo segera ke unit –nya Jin Hwan berada.

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

“Umm, maaf  Seung Wan –ah. Saat perjalanan kerumahku tadi tak sengaja ponselmu jatuh ditengah jalan dan terlindas oleh sepeda yang lewat. Tapi, kau tenang saja aku sudah membawanya ketempat servis, mungkin sekitar dua hari akan usai. Jika, Jong Dae mencarimu pasti ia akan menghubungiku,jangan khawatir. Istirahatlah~” ujar Ae Ri  dan kembali menyelimuti Seung Wan. Gadis itu hanya diam dan tak berkata apapun namun matanya mengatakan semua itu, seluruh kecewaan ada dimatanya. Gadis itu terduduk dan mengajak Ae Ri duduk disisinya.

“Jong Dae bukan pria kurang ajar seperti itu ‘kan?Aku mengenalnya dengan sangat baik, ia  pasti tidak menghamili  orang lain ‘kan?” Seung Wan mulai terisak, akhirnya gadis itu menangis juga setelah ia tahan rasa sesaknya untuk beberapa saat.

“Kita tidak benar –benar tahu sifat seseorang, Seung Wan –ah. Hingga kau berada dalam satu komitmen yang terikat dengannya, baru kau benar –benar mengenalnya. Setidaknya itu yang aku pelajari setelah 28 tahun aku hidup.” Ae Ri memeluk Seung Wan yang masih dalam tangisnya.

“Apa yang harus kulakukan, Ae Ri –ah!? Aku harus bagaimana!?” teriak Seung Wan yang masih terisak.

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

“Baekhyun –ssi, ponselmu  terus bergetar sejak tadi.Aku fikir ini penting karena, hanya satu nomor itu yang menelponmu sejak tadi.”

“Benarkah?Terimakasih, Nam Joo –ssi.”

Baekhyun terdiam sejenak, ia teringat pada pesan teks yang ia dapat tengah malam kemarin, dan itu adalah nomor yang sama. Baekhyun pun akhirnya menggeser tombol hijau dan menempelkan ponselnya ditelinga.

“Baekhyun –ssi, ini aku –‘

Baekhyun langsung mematikan sambungan begitu mendengar suara penelpon diseberang. “Ada apa? Wajahmu tiba –tiba kesal begitu?Telpon penipuan?Spam?Atau selingkuhanmu?” tanya Yeol yang sudah berada disampingnya.  Baekhyun hanya memutar matanya mendengar pertanyaan Yeol. “Perusak  kehidupan orang, lebih baik Sunbae tak  usah bersuara, aku sedang tidak mood bercanda denganmu.”

“Perusak kehidupan orang?” tanya Yeol, namun Baekhyun tak menghiraukannya. Baekhyun masih sibuk dengan ponselnya dan kini ada pesan teks dari nomor yang sama.

‘Apa kau tahu dimana Seung Wan?_Jong Dae’

 

“Sekarang, baru mencarinya. Dasar lelaki bajingan!”

“.. apa, mungkin orang yang menelponmu itu adalah kekasih dari teman istrimu itu?”

“Darimana kau tahu?”

“Insting dan logika?Entahlah, hanya menebak.”

“Yeol dan juga Baekhyun, segera ke bus karena kita akan segera kelapangan untuk mengerjakan proyek kita. Kalian masih punya waktu 15 menit lagi untuk bersantai.” kata seorang rekan kerja mereka.

“Geurae-yeo?Terimakasih infonya, Won Woo -ssi.” kata Yeol dan segera mengambil tas punggungnya. “Ayo, kita ke bus.”

“Duluan saja, Sunbae. Aku mau menelpon istriku dulu.”

“Baiklah.”

 

Baekhyun menekan dial 1 yang langsung tersambung ke nomor Ae Ri. Terdengar nada sambung begitu lama, baru saja ia ingin memutuskan ada yang menjawab disebrang telpon.

 

“Yeobseyeo?Ae Ri -ah, apa kau sudah sarapan?”

“Eo?Maaf, ini aku Seung Wan -Baekhyun -ssi. Ae Ri sedang membuat sarapan sekarang.”

“Aah, begitu?Oh ya, bagaimana keadaanmu?Apa sudah membaik?”

“Nde, maaf sekali jadi merepotkanmu dan juga Ae Ri, Baekhyun -ssi.”

“Gwaenchannha, sementara ini aku tidak ada dirumah jadi tinggal saja dengan nyaman.Ehm, nanti aku akan hubungi kembali jika ada waktu lagi, aku tutup telponnya.”

“Nde..”

 

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

 

“Kau menjawab panggilan dari siapa?” tanya Ae Ri yang datang dan membawa sarapan bubur dengan segelas air putih.

“Suami -mu. katanya dia akan menghubungimu lagi, jika ada waktu.” Seung Wan menerima sarapan yang dibawakan Ae Ri. “Gumawo, Ae Ri -ah.”

Ae Ri hanya tersenyum kecil, ia kemudian mengambil ponselnya dan mengetik beberapa kosa kata belum sempat menekan tombol ‘send’ bel interkom berbunyi.

 

Tett

Tett

 

“Makanlah yang banyak, setelah itu kau harus minum obat.” ujar Ae Ri dan segera beranjak menuju pintu, untuk melihat siapa yang datang. “Siapa?”

“Ini aku, Noona.” ujar seseorang dibalik pintu itu. Ae Ri segera membukanya dan ternyata itu Kyung Soo  dan juga Jin Hwan yang membawa sebuket bunga.

“Eoh, kalian.. masuklah.” kata Ae Ri, kedua lelaki itu pun masuk kedalam namun, Kyung Soo tak membuka sepatunya. “Noona, aku tidak bisa masuk karena ada urusan dikampus.”

“Geurae?” tanya Ae Ri. “Dimana Seung Wan?” tanya Jin Hwan dengan raut wajahnya yang tampak khawatir. “Dikamar Joo Eun. Baiklah, hati-hati kalau begitu, Kyung Soo -ah.”

Kyung Soo pun berlalu, sementara Jin Hwan masuk kekamar Joo Eun yang memang pintunya dibiarkan terbuka. “Seung Wan -ah?Annyeong?” sapa Jin Hwan yang berdiri diambang pintu dengan seulas senyum kecil yang dipaksakan. Sedangkan yang disapa hanya memaku ditempat, tepatnya ia hanya tak tahu bagaimana ia harus bereaksi karena Jin Hwan sama sekali bukan orang yang ia harapakan kedatangannya, bahkan terlintas dipikirannya saja tidak tapi, malah orang itu yang datang.

 

“Aku dengar kau sakit. Jadi, ini aku bawakan kau bunga.Apa kau masih sangat sakit?” tanya Jin Hwan lagi dan menyerahkan bunganya, Seung Wan masih terdiam dan hanya bereaksi untuk mengambil bunganya. “Eoh, sudah baikkan jangan khawatir. Apa,  Ae Ri yang memberitahukanmu tentang  keadaanku?” tanya Seung Wan seraya meletakkan sarapannya dinakas dekat tempat tidurnya.

Jin Hwan hanya tertegun sejenak melihat pergelangan tangan kiri Seung Wan yang diperban dan masih mengeluarkan darah walau tidak banyak.

“Aku bohong jika tahu sendiri, Aku tak tahu jika kau mencintai Jong Dae hingga sebesar itu.-‘ Seung Wan mengernyit tak mengerti, Jin Hwan lalu mengangkat tangan kiri Seung Wan. “.. hingga melukai dirimu seperti ini.Lantas, apa Jong Dae sudah menemuimu sekarang?” lanjut Jin Hwan lagi, Seung Wan langsung menarik tangannya dan terdiam ia hanya menjawabnya dengan gelengan lemah.

“Terimakasih atas bunganya, tapi maaf sekali -sunbae aku mau istirahat, lebih baik kau pulang saja. Aku tak ingin kekasihmu marah lagi,hanya karena aku.” Seung Wan menarik selimutnya dan tertidur membelakangi Jin Hwan. “Kau pasti tak akan seperti ini jika kau masih bersamaku, Seung Wan -ah. Karena, aku tak akan pernah membiarkanmu dalam keadaan terpuruk, Son Seung Wan.” ujar Jin Hwan

“Tahu apa kau!?tak perduli sebesar apapun cintamu, perasaanmu dan sayangmu untukku. Aku tak kan pernah merasa cukup jika Ibumu terus menghalangi kita, itu sebabnya aku memilih putus darimu. Dan, berfikir bahwa Jong Dae adalah orang yang tidak akan pernah melukaiku untuk itu aku sangat mempercayainya.”

“Mengapa kau begitu percaya padanya?Mengapa kau tak pernah bisa percaya dan yakin kalau aku juga bisa membuatmu bahagia, sama seperti Jong Dae?!?Eoh?” Jin Hwan berbalik dan berjalan kearah Seung Wan dan memeluk gadis itu. Sedangkan, Seung Wan meronta minta dilepaskan namun Jin Hwan enggan untuk melepaskannya.

“Mengapa.. kau yang harus datang?Mengapa.. kau orang yang pertama menemuiku dan menanyakan keadaanku?Aku membutuhkan Jong Dae bukan dirimu!” isak Seung Wan dan memukul punggung lelaki itu.

“.. aku harus meminta penjelasan tentang wanita itu dari mulutnya langsung.”

“Terserah apapun maumu, ketika kau sudah tahu kebenarannya dan kau kembali terluka, aku yang akan menjemputmu.”

Ae Ri baru mau masuk kekamarnya untuk men-charge ponselnya, namun ia menghentikkan langkahnya, karena Jin Hwan sedang mencium bibir Seung Wan.

‘ternyata masalah Seung Wan pelik juga.’ pikir Ae Ri.

Seung Wan melepaskan ciumannya, ia terdiam sejenak. “Mengapa Sunbae  mau menjadi orang yang menjemputku jika aku terluka lagi nanti?” tanya Seung Wan, ia menatap Jin Hwan dalam. “Sederhana.Aku menyayangimu, hingga saat ini.”

“Wooo~~ aku mendapat adegan melodrama gratisan.Maaf ya, Tuan dan Nona Kim aku mau ambil charger ponselku. Silahkan lanjutkan waktu kalian.” ledek sang pemilik rumah seraya tersenyum usil dan segera keluar lagi dari kamar itu.

Drrrt

Drrtt

–Incomming Call–

(Jang Ahjussi)

 

“Yeobseyeo?Museun -irilkka-yeo Ahjussi?”

“Aah, maaf mengganggumu Nona Park.Bisakah kau kepos penjaga sebentar ada seseorang yang mencarimu.”

“Aah, nde.. aku akan segera kebawah, bilang padanya untuk menunggu.Nde.. gamsahmnida~”

Ae Ri segera memakai cardigannya dan mencari sandal santai. “Seung Wan dan Sunbae aku kebawah sebentar sekalian pergi kesupermarket ya.”

Tak ada jawaban dari kamar, kini hanya terdengar kulit yang bersentuhan dan desahan yang ditahan kedua insan itu.

“Eoh~~Ae Ri -ah hh” jawab Seung Wan lemas, setelah itu Jin Hwan kembali melumat bibir Seung Wan sehingga gadis itu tak bisa bersuara lebih lama lagi selain mengeluarkan desahan kecil. Seung Wan melepaskan ciumannya namun, Jin Hwan malah beralih pada leher Seung Wan. “Op–pa.. hentikkan! Aku tak mau melakukannya sebelum menikah.” kata Seung Wan, Jin Hwan langsung menghentikka  aktivitasnya. “Eoh, mianhe..”

 

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

 

Ae Ri kepos penjaga dan disana sudah ada Jong Dae yang berdiri. “Eoh, kau datang?Ini orang yang mencarimu.” kata Jang Ahjussi.

Ae Ri memberikan salam hormat begitu juga dengan Jong Dae. “Bisakah, kita berbincang ditempat lain saja,Ae Ri -ssi?” tanya Jong Dae dan berjalan meninggalkan Ae Ri. “Baiklah. Ahjussi, terimakasih.Aku pergi dulu.” Ae Ri membungkukkan badannya dan pergi mengikuti kemana arah Jong Dae pergi.

“Nde, Nona Park hati -hati.” ujar Jang Ahjussi.

 

–Dalkkom Cafe–

“Kau mau minum apa, Ae Ri -ssi?”

“Tidak, tidak usah. Aku tidak mengkonsumsi coffe dipagi hari, Jong Dae -ssi.” Jong Dae mengangguk akhirnya ia hanya memesan segelas ice americano, yang datang tak lama setelahnya.

“Apa Seung Wan bersamamu?Jawab aku dengan jujur, Ae Ri -ssi.” ujar Jong Dae terlihat serius, ia lebih persis sedang menginterogasi para kriminal dikantor polisi. “Lalu, apa yang Seung Wan katakan padaku benar adanya?Kau juga jawab dengan jujur, Jong Dae -ssi.” kata Ae Ri membalikkan perkataan Jong Dae.

 

“Itu urusanku dengan Seung Wan, kau tak perlu ikut campur.Apa Baekhyun menjadi orang sibuk sekarang? Mengingat ia sama -sekali tak menjawab panggilanku dan hanya menjawab lewat pesan teks.” cibir Jong Dae dengan nada meledek.

“Jika aku menjawab memang benar, suamiku mulai bangkit dari keterpurukkan kenapa?Itu berita buruk untukmu dan kakamu? Soal Seung Wan, jika kau sudah tahu jawabannya..mengapa  kau tak langsung saja menemuinya?Dan, jawaban pertanyaanku sepertinya itu adalah fakta.” jawab Ae Ri tak mau kalah seraya tersenyum sakartis.

Jong Dae menyeruput minumannya. “Untuk itu, aku menemuimu agar aku tahu apa Seung Wan benar -benar bersamamu atau tidak, Ae Ri -ssi.” kata Jong Dae dengan nada menekan, matanya mulai menunjukkan kekesalan dan amarah. “Jika kau kekasihnya, seharusnya kau tahu siapa nomor dial paling pertama diponselnya, aku benar bukan?Seharusnya, beberapa jam setelah kejadian itu kau segera berlari keapartemenku jika Seung Wan tak ada di unit -nya. Bukan begitu?”

“Aku menghubungi ponselnya,tapi tak aktif.”

“Tentu saja, aku yang merusaknya.Mengapa?Kau mau menyalahkanku?Dengar, Jong Dae -ssi..sudah kukatakan seharusnya kau mencarinya, jika ia tidak ada. Kau tahu?hampir saja aku kehilangan sahabatku jika saja aku tak menjawab panggilannya. hampir saja ia kehilangan nyawanya sia -sia hanya untuk lelaki bajingan sepertimu.”

“Maafkan aku.”

“Bukan aku orangnya, Jong Dae -ssi. Tapi, Seung Wan. Ia yang membutuhkan kata-kata itu, Seung Wan yang membutuhkan penjelasan darimu yang jujur. Ia menunggu dirimu bukan sebagai sandarannya tapi untuk meminta penjelasan yang sebenarnya.” Ae Ri pergi meninggalkan cafe, ia lalu menghentikkan langkahnya dan berbalik.

“Tunggu saja di atap apartemenku sore ini, aku akan menyuruh Seung Wan kesana dan aku mohon jelaskan semuanya padanya, tanpa ada yang terlewat satupun. Aku permisi dulu.” Sepeninggal Ae Ri, Jong Dae hanya mengacak rambutnya frustasi.

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

 

“Maaf sekali, Yun Hyeong -ssi. Jika kinerja keponakkanku kurang memadai.”

“Paman..”

“Aniyeo, dia bekerja sangat baik dan juga dia adalah lelaki unik.Tapi, sepertinya aku harus mencari karyawan lain untuk aku jadikan sekretaris dan bagaimanapun, Ji Won tetap bisa menjadi supir pribadiku.”

“Sepertinya itu ide bagus, Yun Hyeong -ssi. Apapun ide mu aku akan menyetujuinya.” kata Yoo Ahjussi paman dari Ji Won.

“Cha~ bus ku sudah mau berangkat. Ji Won -ah, jangan membuat pamanmu ini malu. dan Yun Hyeong -ssi terimakasih sudah mau menerima Ji Won menjadi karyawan Song Corporation.” Yun Hyeong tersenyum dan memeluk Yoo Ahjussi.

“Aku juga berterimakasih, karena anda adalah pengganti ayahku sementara beliau tak sadarkan diri kemarin. Hubungi aku atau Ji Won jika sudah tiba ya, Ahjussi.” ujar Yun Hyeong seraya tersenyum lebar. “Sama-sama, Yun Hyeong -ssi.aku doakan semoga beliau bisa cepat kembali memimpin perusahaan. Ji Won -ah, layani Yun Hyeong dengan baik, arraseo?” kata Ahjussi Yoo seraya memeluk Ji Won. “Nde!Algeseubnida.”

Setelah berpamitan, Ahjussi Yoo segera naik kedalam bus, taklama Bus mulai meninggalkan parkiran dan akhirnya berlalu meninggalkan Yun Hyeong dan Ji Won.

“Setelah ini, kita mau kemana?Sajang -nim?” tanya Ji Won, Yun Hyeong tampak berfikir sejenak. Ia menepuk bahu Ji won kemudian. “Sepertinya, akan bagus jika kita ke Good Mart sejenak. Kajja, Ji Won -ah~” ajak.Yun Hyeong menuju parkiran mobil mereka, sementara Ji Won mengekorinya dari belakang.

Sepanjang perjalanan, Yun Hyeong hanya terdiam, matanya hanya menerawang kearah luar. Setidaknya, itulah yang Ji Won lihat lewat kaca yang ada dekat kemudi mobilnya.

“Apa yang ada dipikiranmu, sajang-nim? Ji Won mulai bersuara untuk memecah keheningan. Seketika Yun Hyeong yang tadinya menerawang kearah luar segera mengalihkan pandangannya kearah Ji Won.

“Geunyang.. Ayah memintaku untuk membawa kekasihku kerumah.” ujar Yun Hyeong dan menyedekapkan tangannya didada.

Ji Won tertawa pelan dan masih sibuk menyetir. “Waeyeo?Anda pria keren, baik hati dan tampan. Tidak mungkin jika kau tak punya pacar ‘kan?” tanya Ji Won polos. Yun Hyeong hanya menggeleng dan mengulas senyum kecil. Hanya terlintas satu hal. Bagaimana jika ayahnya tahu jika ia sama buruk seperti ibunya.

Ji Won menghentikkan mobilnya. “Sudah tiba, Sajang -nim” kata Ji Won seraya mentautkan cengiran yang menampilkan giginya yang tak begitu rapih dan matanya yang sipit seperti tertutup.Lelaki itu segera turun dan membukakan pintu penumpang dibelakang.

Yun Hyeong melepaskan kacamatanya dan turun dari mobil. Beberapa orang langsung memberi salam hormat yang dibalas oleh Yun Hyeong sebuah senyuman ramah, ia juga membantu beberapa karyawan. “Anyeonghasimnikka, Hwajang -nim.” sapa seseorang dengan berpakaian jas hitam. “Anyeonghaseo, Manajer Kim, bagaimana persediaan barang untuk beberapa bulan kedepan?” tanya Yun Hyeong seraya mengecek data yang sebelumnya diberikan oleh orang yang menyapanya. “Tentu saja, aman. Hwajang -nim.” Yun Hyeong mengangguk mengerti.

 

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

Yun Hyeong menghentikkan langkahnya, begitu ia melihat seseorang yang berada beberapa meter didepannya yang sedang asik memilih barang belanjaan.

“Sudah lama tidak melihatmu.” sapa Yun Hyeong. Yang disapa hanya menoleh dan sedikit terkejut.

 

TBC~~

 

Read More »

Iklan

[Chapter 16] Hold Me Tight: Seung Wan problem

— Hold Me Tight–

RahayK STORYLINE Proudly present’s

Byun Baek Hyun | Irene Bae | Song Yun Hyeong

PG 15

AU^Dark^Drama^Life^MarriedLife

WARNING!!!

HARAP UNTUK PARA READER’S ATAU PIHAK MANAPUN TIDAK MENGCOPY APALAGI MEREPOST ULANG CERITA INI DENGAN MENGGANTI NAMA AUTHOR ATAUPUN PEMAIN DENGAN ALUR CERITA YANG SUDAH MENJADI MILIK SAYA SEPENUHNYA!!TOLONG JANGAN DIPLAGIATI!!

  • Cerita ini sudah dipost pada blog BAEKHYUN FANFICTION INDONESIA,EXO FANFICTION INDONESIA, GALLERY EXO SCHOOL, dan WATTPAD (akun milik saya)
  • Password bisa ditanyakan melalui bakexotic1009@gmail.com
  • RCL

In The Summary

“Baek.. lebih baik kau berangkat sekarang.Terjadi sesuatu pada Seung Wan”

–Previous—

Drrt  Drrt

“Ayo aku akan mengantarmu.” Ujar Ae Ri, ponselnya bergetar tak henti. Ae Ri menghiraukannya namun itu menganggu Baekhyun. Mereka tiba didepan mobil  Baekhyun. “Angkatlah..” kata Baekhyun dan berjalan menuju pintu kemudi dan membukanya. Ae Ri hanya memandang Baekhyun dan memandang ponselnya bergantian. “Siapa?”

#16

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

Read More »

[Chapter 12] Hold Me Tight: Her Graduation

— Hold Me Tight–

RahayK STORYLINE Proudly present’s

Byun Baek Hyun | Irene Bae | Song Yun Hyeong

PG 15

AU^Dark^Drama^Life^MarriedLife

WARNING!!!

HARAP UNTUK PARA READER’S ATAU PIHAK MANAPUN TIDAK MENGCOPY APALAGI MEREPOST ULANG CERITA INI DENGAN MENGGANTI NAMA AUTHOR ATAUPUN PEMAIN DENGAN ALUR CERITA YANG SUDAH MENJADI MILIK SAYA SEPENUHNYA!!TOLONG JANGAN DIPLAGIATI!!

  • Cerita ini sudah dipost pada blog BAEKHYUN FANFICTION INDONESIA,EXO FANFICTION INDONESIA, GALLERY EXO SCHOOL, dan WATTPAD (akun milik saya)
  • Password bisa ditanyakan melalui bakexotic1009@gmail.com
  • RCL

In The Summary

“Ini D-Day nya istriku, bagaimana aku melewatkannya begitu saja?”

#Hold 12 Me Tight#

 

–Previous–

 

“Omo!Baekhyun -ssi!!” sapa seseorang. Baekhyun memberi hormat. “Anyeonghaseo, Seung Wan -ssi. Kau habis berkunjung?” Seung Wan mengangguk ia kembali menuruni tangga.

“Hmm, yah. membicarakan urusan perempuan. Ae Ri bilang kau keluar sebentar tadi.Oh ya!Kau akan datang kewisuda Ae Ri besok ‘kan?”

Baekhyun menangguk mengiyakan. “Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu.”

Seung Wan menuruni anak tangga dan turun kelantai 5. “Haduh!semoga aku tidak salah,memberikan dress itu pada Ae Ri sekarang.Aah, tidak-tidak. Itu amanat  tentu harus disampaikan bukan?Kerja bagus, Son Seung Wan!”

 

#C H A P T E R 1 2#

Baekhyun menekan beberapa pin dan membuka pintunya. Ia mencari Ae Ri didapur namun gadis itu tak ada. Pintu kamar mereka sedikit terbuka, Baekhyunpun berjalan menghampiri dengan wajah yang sumringah.

 

“Ae Ri-ya!! Aku membawa sesuatu untukmu-‘ Baekhyun membuka pintu kamar, langkahnya terhenti. Ia melihat Ae Ri yang tengah mengenakan dress lain yang jauh lebih cantik dari yang ia belikan untuk istrinya itu.

 

“Baek?kau sudah pulang.Maaf, aku tidak mendengarmu. Bagaimana?Apa terlihat bagus?” Ae Ri menghampiri Baekhyun. Baekhyun hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Hmm,apapun terlihat bagus jika dipakai olehmu.Tapi, apa dress itu dari Seung Wan?”

Ae Ri mengernyit kemudian tersenyum “Eoh!bagaimana kau tahu?Seung Wan bilang padamu?Tapi, yang ditanganmu itu apa,Baek?”

Ae Ri melirik kebelakang punggung dimana tangannya menyembunyikan sesuatu disana.

“Ehm,bukan apa-apa. Sudah segera ganti bajumu,besok kau akan memakainya, jadi tak boleh kotor ‘kan?Cepat masuk.” Baekhyun mendorong Ae Ri kekamar mandi dan segera menutup pintunya.

 

***

“Seung Wan -ssi, disini.” Yun Hyeong mengangkat tangannya begitu Seung Wan masuk kedalam Cafe, gadis itu tersenyum simpul dan segera menghampiri Yun Hyeong dan duduk dihadapannya.

“Anyeonghaseo, Yun Hyeong -ssi..Apa anda sudah menunggu lama disini?” tanya Seung Wan.

“Tidak, apa kau mau kupesankan minum,Seung Wan-ssi?”

Seung Wan terkekeh dan menggeleng. “Aniyeo, aku tak minum coffe.Amanatmu, sudah kusampaikan pada Ae Ri, Yun Hyeong -ssi.”

Yun Hyeong tersenyum lebar. “Apa ia menyukainya?Apa ia akan menggunakan diwisudanya besok?”

“Yaa, tentu saja. Ia terlihat sangat menyukainya.Beruntung, saat aku disana suaminya sedang tak dirumah.”

“Terimakasih banyak, Seung Wan -ssi.”

 

#Hold Me Tight#

D-Day^^

 

“Ae Ri -ya..kau akan diwisuda dengan wajah seperti itu?” tanya Baekhyun yang sedang merapihkan rambutnya dengan gel. Ae Ri masih sibuk mengikat rambutnya dan memoles bedak tipis diarea wajahnya.

 

“Tidak, aku akan make-up diauditorium kampus.Akan cukup waktu sebelum wisudanya dimulai.”

Ae Ri sudah menggunakan dress yang ia coba tadi malam lebih dulu daripada make upnya.

“Baiklah, terserah tuan puteri saja.”

 

***

Setelah hampir 10 menit taksi tak ada yang lewat.Mau tak mau Ae Ri berjalan kehalte bus untuk menuju kampus. Tentu saja, Baekhyun yang membawa peralatan yang Ae Ri butuhkan.

 

“Baek!Busnya sudah datang.Ayo!” Ae Ri tersenyum usil yang melihat Baekhyun kesusahan membawa peralatan Ae Ri. Bus tampak lengang, namun, meski begitu tempat duduk tetap penuh. Ae Ri dan Baekhyun berdiri saling membelakangi.Entah mengapa, Ae Ri tersenyum sendiri, ia merasa bahagia hari ini. Dan, beberapa orang didalam bus tampak berdecak kagum melihat bertapa cantik dan anggunnya Ae Ri hari ini, Baekhyun yang memang menyadari itu, hanya terkekeh kecil seraya melirik Ae Ri sebentar.Sedangkan, yang dikagumi hanya menunduk karena Ae Ri tak terbiasa berpakaian seperti itu. Membuatnya tak nyaman, ditambah dengan heels yang membuat kakinya terasa mau patah.

 

“Pemberhentian selanjutnya, KH University. KH Univeristy..”

 

Ketika turun dari bus, sudah ada beberapa junior yang menunggu dipintu masuk. “Hyung, sini aku bantu bawakan barangmu.”

“Aah, keauditorium ya. Karena, Ae Ri belum make -up.”

“Tentu saja, semua sunbae wanita memang berdandan disana.Dan, kau tampak keren hari ini, Hyung!” puji Chan Woo, membuat Baekhyun terkekeh malu.

“Tidak ah! biasa saja.Oh ya!bisakah aku meminjam motormu sebentar?”

Chan Woo merogoh kantong jaketnya dan mengeluarkan kunci motornya dan memberikannya ke Baekhyun.

“Jangan beritahu Ae Ri, jika ia bertanya bilang saja aku lupa bawa ponsel dan kembali keapartemen. Kau bisa bawa semua ini ke auditorium ‘kan?Aku mengandalkanmu, Chan Woo -a!”

Belum sempat menjawab, Chan Woo sudah ditinggal sendirian didepan pintu auditorium, ia segera masuk kedalam dan hanya menggelengkan kepala.

 

#Hold Me Tight#

“Dimana Baekhyun,Chan Woo-a?” tanya Ae Ri. Chan Woo membantu Ae Ri membuka peralatan make upnya. “Umm,ponselnya ketinggalan. Jadi ia kembali sebentar.Nanti, ia akan kesini lagi kok, Pasti.” Mendengar penjelasan Chan Woo, Ae Ri hanya mendengus kecil.

“Baiklah, terimakasih.”

Beberapa mahasiswi masih sibuk memake -up diri mereka masing-masing. Ae Ri membuka kotak berpita emas dimana itu adalah kotak yang Baekhyun bawa pulang dengan shopping bag.

“Ya ampun, ini indah sekali.Dan juga cantik.” gumam Ae Ri seraya tersenyum kecil.

 

Ae Ri POV

 

Baekhyun membelikanku dress cantik ini,tapi aku tak mengerti mengapa ia membatalkan niatnya untuk memberikannya padaku. Apa ia merasa, gaun yang dibelikan Seung Wan jauh lebih bagus dari pada yang ia pilih?

 

Memang, ada benarnya. Gaun yang kugunakan sekarang jauh terlihat lebih mewah daripada yang dihadiahi Baekhyun. Namun, hiasan renda sederhana yang membuat aku ingin segera mengenakan dress dari suamiku. Tapi, apa boleh buat? Aku dan Seung Wan sudah janjian untuk mengenakan dress ber-code sama dengannya. Tidak, sebetulnya ini khusus jurusan kami.

 

“Kau terlihat cantik hari ini, Agasshi!” puji seseorang, aku menoleh kesumber suara. “Eoh?Kau?!Yun Hyeong -ssi,bagaimana kau bisa tahu hari ini wisudaku?” kulihat ia datang bersama Seung Wan dan Jong Dae pacarnya Seung Wan.

Ia tersenyum kepadaku. “Tentu saja aku tahu,omong-omong ini untukmu, Ae Ri-a..” Ia memberikan sebuket bunga beraneka warna cerah untukku. Namun, bagaimana bisa aku menerima bunga pertama dihari sejarahku dari orang yang bukan atau benar-benar dekat denganku.Atau, singkatnya saja. Mengapa Baekhyun tidak membawa bunga untukku hari ini?Sulit dikatakan memang, ia tidak romantis. Dan, seharusnya aku mengerti. Akupun dengan ragu menerima bunga itu.

 

“Terimakasih banyak, Yun Hyeong-ssi.Bunganya indah dan cantik sekali.” kataku berbasa-basi. Aku melirik  jam didinding, sekitar 30menit lagi acaranya akan dimulai tapi, Baekhyun belum juga kembali.

“Ae Ri-ssi jauh lebih cantik dari pada bunganya.” puji Yun Hyeong lagi, entah memang itu terdengar gombal tapi, mengapa ketika ia yang bilang itu terdengar tulus ya? entahlah. Aku hanya tersipu malu dan mengulas senyum simpul. Dua orang dibelakang Yun Hyeong berbisik ria didepanku.

“Woo~~ Park Ae Ri, Dewi kampus KH baru saja dipuji oleh seorang pemilik Song Corporation..” goda Seung Wan sambil melirikku jahil, Jong Dae ikut terkekeh dan merangkul Seung Wan. “Aku merinding mendengarnya.. Seung Wan -ah, ayo kita harus gladi bersih untuk stage kita.” ajak Jong Dae tiba-tiba.

 

Yun Hyeong hanya tertawa kecil dan terus memandangku. “Yaa~benar. Ae Ri-ya, kami harus ke hall.Sampai nanti!Yun Hyeong-ssi, kami pergi dulu.”

Kedua insan itu membungkukkan badannya sedikit dan pergi meninggalkan kami diruang auditorium yang sudah tampak lengang,karena para mahasiswa/i telah selesai bermake-up dan berganti kostum dan telah keluar ruangan, kecuali beberapa anak BEM yang memang menjadi panitia acara masih berada disini.

 

Yun Hyeong POV

Aku duduk dibangku kosong yang berada disebelah Ae Ri. Sedangkan, Ae Ri masih sibuk mengurusi sebuah kotak berpita emas, dan memasukkannya kembali kedalam Shopping bag berwarna grey.

“Kau tampak seperti malaikat,hari ini. Ae Ri-ya” pujiku, membuat gadis itu sedikit mengernyit dan menundukkan wajahnya.

“Aniyeo, kau berlebihan sekali.Yun Hyeong -ssi.”

Jawabnya dengan bahasa formal, sudah berapa kali aku bilang padanya untuk berbicara banmal padaku.

“Eo!Sudah aku bilang padamu, jangan panggil aku dengan formal.” aku mengingatkannya lagi, sungguh ia sangat-sangat cantik hari ini.

“Mian,Yun Hyeong-ah.” ia melirikku sebentar dan mengambil ponselnya yang terletak dimeja samping shopping bag itu.

“Wajahmu terlihat khawatir,kau memikirkan apa?Aah, kau pasti gugup sekali ya?” kataku mencoba menenangkan pikirannya, aku yakin ia sedang gugup saat ini.Atau, ia sedang memikirkan orang lain?Tidak, maksudku lelaki itu. Aku mencoba menggenggam tanganya perlahan, Ae Ri yang tadinya terlihat gemetar sekarang jauh lebih tenang. matanya yang tadinya tak fokus dan hanya melihat kearah bawah atau ponselnya, langsung menatapku penuh begitu aku memegang kedua tangannya.

 

Ae Ri POV

 

Aku terdiam, ketika kedua tangannya menggenggam tanganku erat. Ia tersenyum memandangku. Namun, entah mengapa jantungku merasa berdebar seketika. Aku langsung mengangkat tanganku dan menepis kedua tangannya begitu saja.

“M-maaf, Yun Hyeong -ah. Aku,, harus ketoilet sebentar.” kataku dan segera pergi membawa ponselku,meninggalkan auditorium dengan kaki yang gemetar hebat.

 

Entah kenapa, dadaku bergemuruh karena tindakannya barusan.

 

Ae Ri POV End.

 

#Hold Me Tight#

 

Baekhyun tiba kembali di KH university.Ia segera berlari menuju hall karena acara telah dimulai. Ia menyapu pandangnya mencari keberadaan Ae Ri.

 

“Park Ae Ri, silahkan maju kepodium~” suara speaker menggema dihall itu. Baekhyun langsung mentautkan senyumannya yang melihat sang istri berjalan menuju podium. Dengan baju toga dan topi toga yang ia kenakan, sungguh menyempurnakan penampilan Ae Ri hari ini.

 

Baekhyun segera ketepi podium dan menunggu istrinya disana.Tak lupa, bunga Baby Breath dan Lavender berada dibalik punggungnya yang ia pegang dengan tangan kanannya.Yah, itu bunga favorit Ae Ri.

 

“Selamat, Park Ae Ri -ssi!~”

“Gamsahamnida, Sonsaeng-nim”

Setelah usai berjabat tangan dan menerima piagam dan sertifikat, Ae Ri berjalan menuju tepi panggung. Namun, langkahnya terhenti, begitu melihat Baekhyun yang berada dibawah sana, sedang berdiri dengan wajah menyengir lebar dan melambaikan tangannya.

“Illeowa~Ppalli!!~~” kata Baekhyun seolah-olah berteriak namun tanpa suara.

Ae Ri segera turun dari podium dan segera berdiri dihadapan Baekhyun. Ia ingin memeluk suaminya, namun ditahan oleh Baekhyun.

“Tunggu dulu sebentar!” kata Baekhyun. Membuat Ae Ri ingin segera marah-marah karena mengira suaminya tidak akan kembali dan tak ikut andil dalam hari bersejarahnya langsung terdiam begitu Baekhyun mengeluarkan sebuket bunga Baby Breath dan Lavender dijadi satu membuat kedua aroma itu bercampur menjadi satu.

 

“Selamat atas kelulusanmu, istriku. Park Ae Ri!” kata Baekhyun membuat Ae Ri menangis,bukannya tertawa bahagia.Menerima bunga itu, dan langsung memeluk suaminya erat.

“Aku pikir, kau tak akan kembali. Aku kira kau tak memperdulikanku dan lebih memilih keinterview itu. Kau jahat,Byun Baekhyun!!” isak Ae Ri dan memukul bahu Baekhyun. Baekhyun hanya terkekeh dan mengelus punggung Ae Ri.

“Ini D-Day nya istriku, bagaimana aku melewatkannya begitu saja?Aku pergi tadi, karena aku ingat aku belum membawa bunga untukmu. Untuk istriku, karenanya aku meminjam motor Chan Woo dan membelikan bunga favoritmu.kau suka ‘kan?Maaf, tak bisa menemanimu duduk disana.Maafkan juga, karena datang terlambat.”ujar Baekhyun dan melepaskan pelukan Ae Ri, mengusap air mata gadis itu. “…Uljima, make up hancur nanti. Kita bahkan belum mengambil foto.” goda Baekhyun dengan senyum smirknya.

“Gomawo~.. Byun Baekhyun”

“Aigoo~~ kalian ini tak sadar apa dari tadi, orang lain melihat kalian dengan tatapan iri? Sini, biar kuambil foto kalian.” kata Seung Wan yang baru turun dari podium.

“Sebentar, aku harus ketoilet dulu” kata Ae Ri dan segera berlari keluar dari hall menuju auditorium.

“Ae Ri fotonya hanya sebentar” kata Baekhyun.

“Ya sudah Baek Hyun-ssi, kita tunggu Ae Ri di luar hall.”

***

Setelah hampir 10 menit menunggu, Ae Ri belum juga kembali. “Baekhyun-ssi, aku cari Ae Ri dulu sebentar ya.” Baru saja ingin bangun, Ae Ri datang. “Omo!Kau bawa dua dress?” tanya Seung wan membuat Baekhyun ikut menoleh. Baekhyun mematung, matanya tak berkedip melihat Ae Ri yang mengenakan dress yang ia belikan.

 

Sungguh Cantik.

 

Rambutnya yang tadinya digerai, dikuncir miring rendah dengan bandana bunga dan tak lupa karangan bunga dari Baekhyun ditangannya benar-benar menyempurnakan penampilannya hari ini.

 

“Yang ini dari suamiku, Seung Wan.Cantik ‘kan?”

Seung Wan hanya menangguk.dan mengeluarkan kamera digitalnya.

“Eoh~~Ya!Byun, cepat kau berdiri didekat Ae Ri.”

Baekhyun tak berkata-kata dan masih memandangi Ae Ri penuh keterkejutan. Ae Ri menyengir lebar melihat ekspresi Baekhyun.

“Kenapa?Apa jelek?Kau pasti kaget ya, aku tahu kau membelikanku ini?”

“Tidak, kau cantik.Aku sebenarnya tak berniat untuk menyembunyikannya.”

“Lalu?kau merasa yang kau beli ini adalah dress murahan dan jelek?Jauh lebih bagus yang Seung Wan berikan?”

 

“Aku hitung sampai 3, senyum yaa~1,2 _cklik!”

 

“Seung Wan-ssi! sekali lagi, pakai ponselku” Baekhyun memberikan ponselnya.

“Baiklah~.. 1,2”

 

***

Yun Hyeong baru pulang dari kampus Ae Ri, ketika ia membuka pintu sudah ada Ji Eun dan Myung Soo. “Noona?! Kau mengagetkanku”

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Yun Hyeong.Benar, Ji Eun yang melakukan itu. “Apa ini?Apa gadis difoto ini adalah gadis yang kau sukai?Song Yun Hyeong!” teriak Ji Eun seraya meremas foto yang baru saja dipasang kembali setelah dirobek menjadi potongan kecil seperti puzzle.

 

Yun Hyeong hanya terdiam tak menjawab. “Song Yun Hyeong!Apa kau tuli!?Jawab aku!!” teriak kakanya lagi dan menarik kerah Yun Hyeong, matanya sudah penuh kemarahan dan berkaca-kaca. Namun, segera ditarik oleh sang suami. “Tenangkan dirimu, Ji Eun-ah.Yun Hyeong, lebih baik kau masuk kekamarmu.” perintah Myung Soo.

 

Yun Hyeong masih terdiam ditempatnya, ia tak melawan walau Ji Eun berkali-kali mencoba menyerangnya.

“Ayah sakit, Ibu pergi dari rumah ini. Aku yang membesarkanmu. Tapi, aku tak pernah mendidikmu untuk menjadi perebut apa yang sudah dimiliki orang lain, Yun Hyeong. Aku tidak pernah mengajarimu untuk merusak rumah tangga orang lain, Song Yun Hyeong..-‘

Ji Eun terjatuh dan tak sadarkan diri. “Noona!!Noona!!Bangunlah!!Kau tak apa?”

“Segera buang foto itu, dan selesaikan masalah mu dan lupakan gadis itu. Jika kau tak.ingin membuat Noona mu terluka lagi.”

Myung Soo segera menepis tangan Yun Hyeong dan segera menggendong Ji Eun kekamar mereka. Yun Hyeong pun menghubungi dokter Kim untuk datang kerumah.

 

Yun Hyeong masih berdiri ditempatnya, diliriknya dan dipungut kembali foto Ae Ri yang baru saja keluar dari rumah sakit bersama dengan Baekhyun yang menggendong anaknya.

Ia meremas foto itu.

dan menangis dalam diam.

 

To Be Continued

Read More »

#4-Hold Me Tight

Hold Me tight jpeg

Hold Me Tight – 4

Rahay™Kim –

Byun Baekhyun|Park Ae Ri| Song Yun Hyeong-

Chapter-

Jackson Wang|Kim Da Hyun

PG-15

AU-Dark|Married-Life|Romance|Sad|Slice of Life

The Inspiration from one track from BTS -In The Mood of Love pt.1 (Hold me Tight). All storyline and the plot just my own.

No-Copas – No- reblog – No Plagiarism!! -Not For who siders – RCL Juseyoo~^^

|In the Summary|

 

“Kau, Park Ae Ri ‘kan?”

#Prolog |#1|#2|#3| #4 (now)

*H o l d me T i g h t*

 

Baekhyun masih merasa sedikit kesal soal pesan Jackson yang dibacanya tadi pagi. “Seenaknya saja memberikan nomor Ae Ri keorang yang Ae Ri tak kenal.”

Baekhyun menghentakkan kakinya kesal, tak terasa ia sudah dilantai dasar sekarang. Ia melirik lift yang ditumpangi Ae Ri. Ya, hanya ada satu -satunya lift diapartemen itu.

Pintu lift tak juga terbuka . Baekhyun mengernyit dan berpikir.

“Aah, pasti dia sudah turun lebih dulu. Karena Ae Ri naik lift. Cha! Byun Baekhyun! kau sudah telat.”

Baekhyun segera pergi dari gedung apartemennya.

Read More »