[1] Will You Be There

wybt

Title | Will You be There

Author|RHYK

Cast|  Rose [Blackpink]     as Ra Joona

            Park Chanyeol [EXO] as Jo Chanyeol

            Han Sunhwa as Han Jina

Additional Cast| Ong Seungwoo [Wanna One] as Ha Seungwoo

                                    Yeri [Red Velvet] as Soojin

Length| Chapter

Genre| Alternate Universe – Drama – Romance –Sad –Life – Marriage life

Disclaimer| Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks!

Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Quotes| Dalam kisah ini, akankah seseorang menantiku di sana?

Poster by NJXAEM AT Poster Channel thanks for your arts

Previous Chapter| [0] Teaser >>

[1] Domino>>

Summary this Chapter|

Permulaan kisah 3 insan baru saja di mulai. Ini serupa dengan takdir yang mengikuti manusia, ataukah hanya sepotong nasib yang seperti domino?

Jika satu papan domino terjatuh untuk yang lain dan menjatuhkan yang lainnya. Ini tidak sama dengan domino, aku hanya terjatuh untuk dia, tetapi dia tetap tidak mencintaiku meski aku dapat melanjutkan sebuah kehidupan baru untuknya.

♧♧♧

 

Suara-suara khas pagi hari memenuhi sebuah flat di daerah pinggiran Seoul. Suara mesin pembakar roti, air wastafel yang mengalir, siaran berita pagi, suara mesin cuci dan suara lainnya yang sedang sibuk tergesa-gesa menutup botol liptint berwarna hingga nyaris tumpah. Continue reading “[1] Will You Be There”

Iklan

[0] Will You Be There -rhyk

wybt

Title | Will You be There

Author|RHYK

Cast| Rose [Blackpink] as Ra Joona

Park Chanyeol [EXO] as Jo Chanyeol

Han Sunhwa as Han Jina

Additional Cast| Ong Seungwoo [Wanna One] as Ha Seungwoo

Length| Chapter

Genre| Alternate Universe – Drama – Romance –Sad –Married Life

Disclaimer| Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks!

Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Quotes| Dalam kisah ini, akankah seseorang menantiku di sana?

Poster by NJXAEM AT Poster Channel thanks for your arts

Summary this Chapter| Permulaan kisah 3 insan baru saja di mulai. Ini serupa dengan takdir yang mengikuti manusia, ataukah hanya sepotong nasib yang seperti domino?

Wattpad | Instagram | My World

Continue reading “[0] Will You Be There -rhyk”

[Bagian #5A] Let Me In: Past pt.1

Title | Let Me In [Sequel Hold Me Tight]

 

Author | RahayK

 

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

Yoon So hee x Baek Eun Ha

Irene Bae x   Park Ae Ri

Song Yun Hyeong x Yun Hyeong

Kim Jong In x   Kai Kim

 

Support Cast | Kim Dahyun x   Dahyun

Wang Jackson x Jackson

Length |Chapter -Sequel

 

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life x Revenge

 

Disclaimer | Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks!

Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Poster | RahayK Poster

Summary this Chapter |

Previous Chapter | First Encounter > Before time tell you to stop > Interview > Stranger(us)

Dia seakan menitip sepotong kecil bagian hidupnya padaku. Bukan masalah untukku sebetulnya, hanya saja fakta bahwa lelaki itu tak kembali untuk yang ketiga kalinya membuatku seringkali termangu.

 

Termangu dalam dimensi fantasi dan realita bergejolak hingga aku tak dapat membedakan keduanya. Soal dia yang menitipkan sepotong hidupnya maksudnya seperti . . .

 

**

 

Lelaki itu sedikit memaparkan sebuah senyum begitu ia menempelkan ponselnya ditelinga. Mendengar suara yang sudah begitu lama ia rindukan rasanya sejenak membuat ia kembali. Ia juga tak bisa sering-sering mendengar suara itu bercerita bagaimana kemajuan usaha kuliner yang ia buka sejak beberapa waktu, sekitar hampir se-dekade mungkin. Ia tak bisa berbicara lama-lama dengannya karena selain alasan klise yaitu kesibukkan dan kepadatan jadwalnya, problema lainnya adalah masalah waktu. Bukan ia tak memiliki waktu karena kesibukkannya yang terdengar klise jika mendengarnya. Tapi, waktu dalam arti pembagian zona waktu yang berbeda 360 derajat seperti jika ia menelpon malam, maka disana mungkin sekitar pagi atau siang dimana dia pasti akan sibuk dan begitu juga sebaliknya.

 

“Jadi, kau akan kembali ke Korea dalam waktu dekat ini?” tanya seorang wanita diseberang telpon membuat lelaki itu tersenyum seraya melihat wanita yang sedang berbicara via telpon dari sudut lain.

 

“Baekhyun?kau masih disana ‘kan?apa kau sudah tidur?kalau begitu ibu matikan sambungannya.” suara wanita itu terdengar kecewa, karena tak ada jawaban apapun lagi dari sang putera. Ia kembali merapikan meja dimana tersisa mangkuk dan gelas-gelas milik para pelanggan yang telah selesai makan.

 

Lelaki itu tersenyum lebar dan berjalan mulai merapikan meja lain. “Silahkan duduk ditempat lain, meja yang Tuan duduki masih kotor.” ujar wanita itu masih sibuk membereskan meja lain. Lelaki itu masih membereskan meja yang ia duduki. “Sudah kubilang Tuan. .-‘

 

“Memang ada pelanggan yang membersihkan mejanya untuk dirinya sendiri, selain puteramu?” ujar lelaki itu menyengir menampilkan gigi rapihnya, matanya menyipit seketika membentuk seperti garis melengkung. Ia beranjak dari tempatnya duduk dan menghampiri sang wanita yang adalah ibunya.

Sementara nyonya Miyeon sudah termangu kaget melihat kehadiran puteranya yang baru saja berbincang singkat dengannya via telepon. Tentu, tatap rindu yang amat sangat diberikan pada putera satu-satunya.

 

“Baekhyun-ah!kau bilang baru akan berencana ke Korea-‘

 

Baekhyun tak berucap apa-apa lagi pada sang ibu dan segera memeluknya erat. “-bagaimana dengan perkerjaanmu? Kau bilang kau sangat sibuk. Ibu kira kau sudah tidur makanya telponnya ibu matikan karena tak ada jawaban darimu. Kau sudah makan?” tanya Miyeon memberikan pertanyaan yang berbondong yang hanya ditanggapi Baekhyun memeluknya sekali lagi, tentu saja memang siapa yang paling ia rindu selain Nyonya Miyeon jika yang orang yang begitu ia cintai telah pergi meninggalkan dirinya hanya untuk seutas tali kebahagiaan yang ia dapatkan dijalan.

 

“Rasanya aku sudah kenyang dengan pertanyaan ibu.”kekeh Baekhyun lalu duduk kembali dan mengajak sang Ibu melakukan hal yang sama. Miyeon tertawa mendengar jawaban Baekhyun, setidaknya ia sudah memastikan bahwa puteranya sudah berbaikkan dengan keadaan, walau ibunya tahu pasti begitu berat untuk Baekhyun karena bagi Miyeon juga sama.

 

“Begitu ya?Ya sudah, kalau begitu bantu ibu cuci piring bekas pelanggan tadi.” ucap Miyeon dan pergi membawa piring kotor ke bilik dapur. Baekhyun ikut mengekori nyonya Miyeon seraya melihat keadaan resto begitu rumit jika dilihat karena Ibu Baekhyun bekerja sendirian, sebetulnya beliau yang meminta begitu. Ia lebih senang bekerja sendiri katanya, lebih menenangkan, walau Baekhyun mulai mengkhawatirkan banyak hal mengingat usia Miyeon yang tidak lagi muda.

 

Ia menyanyangi nyonya Miyeon amat sangat, ia hanya tak mau terjadi sesuatu pada ibunya saat ia diluar negeri nanti. Rasa takut kehilangan serasa memuncak dibanding hormon dalam dirinya sejak Joo Eun pergi.

“Aku diudara 23 jam bu, tentu saja aku lapar. . berikan aku guksu dan juga bulgogi bersama japchae.” suara Baekhyun merajuk seketika, membuat nyonya Miyeon tertawa dibuatnya. “Baiklah. Bantu ibu setelah ini, setuju?” pinta sang ibu seperti menawari kesepakatan win-win yang membuat Baekhyun memutar matanya lalu ikut tertawa.

 

** Continue reading “[Bagian #5A] Let Me In: Past pt.1”

[Bagian #4] Let Me In (Hold Me Tight Sequel): Stranger (us)

Title | Let Me In [Sequel Hold Me Tight]

 

Author | RahayK

 

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

Yoon So hee x Baek Eun Ha

Irene Bae x   Park Ae Ri

Song Yun Hyeong x Yun Hyeong

Kim Jong In x   Kai Kim

 

Support Cast | Kim Dahyun x   Dahyun

Wang Jackson x Jackson

Length |Chapter -Sequel

 

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life x Revenge

 

Disclaimer | Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks!

Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Poster | RahayK Poster

Summary this Chapter |”Kami hanyalah dua orang asing yang saling lupa pernah bahagia di masa lalu..”

Previous Chapter | First Encounter > Before time tell you to stop > Interview

 

..Ae Ri dan Aku hanya dua orang asing yang sudah lupa bagaimana mereka berdua bahagia dimasa lalu...

 

[Chapter 4]

Stranger (Us)

[Let Me In]

 

Buk!Buk!Buk!

 

Da Hyun mengerjapkan matanya, begitu yang ia lihat jam menunjukkan pukul 00.30 am, ia berdecak dan menggerutu sendiri. “Astaga!Siapa yang bertamu dini hari begini?”

“…Wang? –apa itu kau?”

Dahyun turun dari ranjangnya begitu yang masuk ketelinganya hanya suara dengkuran yang sudah pasti Jackson. Ia menyingkap rambutnya kebelakang dan membuka pintu kamarnya, dan benar ada Jackson yang tertidur disofa yang tertutupi selimut, tapi Da Hyun heran mengapa dengkurannya masih saja terdengar keras.

 

Ia berjalan menuju saklar lampu lalu meraih hoddie yang tergantung dibalik pintu kamarnya. Sementara itu yang diluar masih terus mengetuk pintu tanpa henti.

 

“Siapa?–‘ tanya Da Hyun takut -takut namun tak ada jawaban dari luar. Akhirnya, dengan penuh ketidakyakinan ia membuka pintunya dan ia begitu kaget ketika melihat Baekhyun berdiri menundukkan kepala didepan pintu rumahnya.

“Ya Tuhan! Aah —Oppa, ternyata kau.” Dahyun menghela nafas lega begitu yang datang Baekhyun.

 

“Izinkan aku masuk, diluar sangat dingin.” ujar Baekhyun dengan badan yang bergetar karena menggigil.

Dahyun gelagapan, sementara Jackson segera bangun dan membuka selimutnya begitu mendengar suara Baekhyun.

Oh, Oh baiklah. Tapi, aromamu begitu buruk.Kau minum sangat banyak pasti.” ujar Dahyun lalu menutup pintu lagi setelah Baekhyun menjajakkan kakinya kedalam rumah.

 

“Maaf mengganggumu tidur, Da Hyun.” ujar Baekhyun seraya menyengir kecil.

 

Hyung —kenapa kau datang dini hari begini?Tadinya kami berencana untuk pesta BBQ.” Jackson tiba-tiba saja bersuara. Membuat Dahyun dan Baekhyun sama-sama menoleh dengan pandangan mengernyit.

 

“Maaf juga menganggu tidur kalian.”

 

“Apa kau sudah pindah dari Apartemen itu?Oppa.”

 

Begitu mendengar pertanyaan Dahyun, Baekhyun tiba-tiba saja menjetikkan jarinya. “Bisakah —kalian membantuku?”

Da Hyun dan Jackson sama-sama melempar pandang. Haruskah ia mendengarkan perkataan orang mabuk sekarang?

Eo, Oppa. Katakan saja.”

Baekhyun tersenyum ia menggumam sebentar, lalu barulah ia berkata. “Ng, bisakah kalian mengemas baju -bajuku yang ada di Apartement?”

“Kau akan pindah sungguhan, Hyung?” tanya Jackson membuka lebar matanya. “Tidak.Tapi, aku akan pergi sementara waktu keluar negeri.—dan, aku ingin selama aku pergi —Apartement itu tetap dibiarkan saja atas nama sewaku.”

Da Hyun tertawa pelan, jujur saja, ia masih tak mengerti apa maksud Baekhyun.

“Maksudmu bagaimana sih, Oppa?Apa yang kau lakukan diluar negeri?”

 

“Benar, Hyung. Ceritakan dari awal kenapa kau harus keluar negeri?Dan, pesawat keberangkatan kapan?”

 

“Pagi ini jam 8. Penerbangan ke Amerika.—aah, seharusnya aku kesini lebih cepat dan membicarakan ini dengan kalian –tapi, karena gadis itu aku jadi terlambat.” ujar Baekhyun seraya memegang kepalanya yang tak berhenti berdenyut.

 

“Gadis apa?Ae Ri?” tanya Dahyun dengan mata yang melotot.

“Bukan. Apa kalian bisa pergi sekarang?—-jika aku yang pulang, aku tidak akan jadi pergi.” ujar Baekhyun seraya memejamkan matanya.

“Baiklah, Oppa. Aku akan bersiap-siap.” ujar Dahyun yang menyenggol lengan Jackson, ia lalu masuk kedalam kamarnya dan meninggalkan dua lelaki itu diruang tengah.

 

Hyung, apa yang sebenarnya terjadi?Kenapa kau pergi mendadak begini?Eoh?” bisik Jackson, bagaimanapun ia harus mengklarifikasi mengapa Baekhyun melakukan hal demikian.

 

“Aku akan berkerja dengan temanku yang baru saja mendirikan sebuah perusahaan farmasi. —dan, mungkin ini adalah hal yang tepat untuk melupakan semuanya dan meninggalkan apa yang ada dibelakang.” ujar Baekhyun lalu merebahkan badannya disofa dan mentutupi wajahnya dengan lengan kanannya.

 

“Tetap saja, seharusnya kau bilang dari awal kalau kau ingin pergi, Hyung.” ujar Jackson frustasi.

 

“Aku seperti orang yang kekurangan waktu —sampai-sampai membicarakan hal ini aku tak bisa.” ujar Baekhyun seraya tertawa. Jackson kemudian mengambil sebuah benda persegi panjang dan menyerahkannya pada Baekhyun.

 

Baekhyun segera membuka matanya lagi dan kembali duduk. Ia memandang Jackson lama setelah melihat nama yang tertulis diundangan itu.

“Itu undangan pernikahan Noona.Pernikahannya akan dilaksanakan akhir minggu ini.” terang Jackson ragu, ia bahkan menjelaskan sepelan mungkin agar Dahyun tak tahu.

“Begitu cepat. Sampaikan ucapan selamat untuknya kalau begitu.”

Mendengar ucapan Baekhyun, membuat Jackson tak enak hati. Tidak. Maksudnya, ia tak habis pikir bagaimana bisa seorang mantan suami, yang begitu mencintai istrinya,bersama-sama begitu lama, bisa mengucapkan kata ‘selamat’ begitu mudah pada pernikahan istrinya yang kedua.

 

Jackson saja masih ragu apakah ia harus datang, apalagi dengan kata ‘selamat’ untuk Ae Ri walau ia sudah menganggap Ae Ri Noonanya sendiri.

 

“Hyung —”

 

Wae?” tanya Baekhyun dengan nada berayun, ia seakan sudah lelah dengan semuanya.

 

“Apa kau tak marah pada Noona?” tanya Jackson ragu.

 

“Untuk apa aku marah ketika seseorang harus bahagia, Justru, aku harus ucapkan selamat secara tulus padanya.” ungkap Baekhyun seakan -akan ia hanya berkata hal itu pada orang asing. Ia tersenyum miring lalu menghembuskan nafasnya begitu berat.

 

Seakan -akan ia tak kenal pada Ae Ri sama sekali.

 

Tapi, sorot netranya sama sekali tak menunjukkan demikian.

Dan, Jackson tahu bahwa Baekhyun sedang berbohong.

“Kau berbohong, Hyung.”

 

Baekhyun memejamkan matanya sebentar, ia menghela nafasnya kasar, mungkin ia marah sekarang. Ia memandang Jackson intens, lalu menaruh kasar undangan itu.

 

“Bahkan aku tidak punya hak untuk marah padanya sekarang. Ae Ri dan Aku hanya dua orang asing yang sudah lupa bagaimana mereka berdua bahagia dimasa lalu. –Sekarangpun, baik Ae Ri dan diriku sama -sama bahagia.”

 

“Mungkin Noona bahagia, tapi kau sama sekali tidak, Hyung.Kau seperti orang mati.”

 

“Kau tahu?—aku merasakan hal itu setiap kali aku terbangun dipagi hari. Aku berpikir ‘Bagaimana bisa Tuhan tak juga mengakhiri hidupku?‘, otak ku bekerja, aku tetap harus beraktivitas tidak perduli aku selelah apapun, aku tetap merasa seperti orang mati. Hatiku mati. Apa kau tahu bagaimana lelahnya menjalani hidup seperti ini, Jackson?”

 

Hyung —bagaimanapun kau juga harus bahagia, seperti yang kau bilang barusan.Masih ada aku dan Dahyun.”

 

“Aku berterimakasih pada Tuhan, karena memberikanku kesempatan untuk merasakan bagaimana sakit hati itu.Ternyata seperti ini rasanya.”

 

Jackson ingin bicara namun dengan cepat Baekhyun memotong.

“Aku harap dia merasa bahagia sekarang, tapi, aku ingin, suatu hari Tuhan memberikan rasa sakit hati yang sama pada Ae Ri. Agar ia merasakan bagaimana perasaanku sekarang.” ujar Baekhyun seraya mengusap wajahnya. Lalu kembali berbaring.

Taklama, Dahyun keluar dari kamarnya. Buru -buru Jackson meraih mantelnya dan juga sarung tangan. Kemudian meraih kunci mobil dan skarf yang tergantung di gantungan baju.

“Wang, Oppa —apa yang kalian bicarakan?” tanya Dahyun.

 

“Pergilah. sementara kalian pergi, aku akan istirahat. Passwordnya 0612.” ujar Baekhyun dengan suara pelan.

“Ayo, Wang —tunggu apa lagi?” tanya Dahyun menaikkan kedua alisnya.

 

Hng –-aku minta tolong juga pada kalian untuk mengganti passwordnya sebelum pergi.Dan, jangan beritahu siapapun tentang kepergianku.”

 

“Baiklah, Hyung. Kami pergi dulu.”

 

Baekhyun tak menjawab lagi, ia hanya berbaring dan kembali menutupi wajahnya dengan lengan. Sementara, Dahyun dan Jackson sudah sama -sama pergi.

 

 

‘Aku tak bisa mati sekarang hanya karena aku sudah berjanji pada gadis itu. Untuk tetap hidup, apapun yang terjadi.’

 

 

[Let]   [Me]   [In]

Jackson melirik Da hyun dari pantulan kaca yang ia condongkan kearah bangku sebelahnya dimana gadis itu duduk dalam kebisuan. “Mau mendengarkan lagu?” tanya Jackson yang akhirnya buka suara setelah ia bertahan dalam keheningan yang membuat ia pusing, karena Da Hyun hanya diam saja, respon yang diberikan pun hanya gelengan pelan, dan ia merapatkan mantelnya.

 

“Bagaimana dengan TVXQ?”

“Tidak Wang, hentikan saja mobilnya sebentar.”

Da Hyun hanya melihat kearah luar, meski begitu salju turun dengan ringan membuat Jackson enggan untuk menepikan mobilnya. Gadis itu turun dari mobil, dan berjongkok dibelakang body mobil.

Begitu Jackson keluar dari mobil, Da hyun sudah menangis, membuat Jackson panik seketika. Ini sedang hujan salju, dan sekarang itu jam 3.40 dini hari, bagaimana Da Hyun disaat ia dilanda kantuk seperti ini? Meski begitu, ia segera menghampiri gadisnya dan bersuara.

 

“Apa yang kau tangisi, eoh? –bukankah kau senang karena Baekhyun hyung akan melupakan semuanya?kau harusnya mensyukuri itu.”

Jackson kira, reaksi pertama Da Hyun membenarkan perkataannya dan memukul kepalanya pelan seperti yang biasa ia lakukan setiap kali ia menyinggung Baekhyun. Tapi kali ini tidak, ia malah makin menangis dengan keras dan menutupi kedua wajahnya dengan tangannya yang sudah memerah karena hawa dingin.

“Mengapa ia harus mempunyai hidup yang begitu menyedihkan? –bagaimana bisa Tuhan memberikan penderitaan padanya begitu banyak?” Da Hyun berkata sambil berisak. Jackson hanya diam tak menjawab, ia memilih menenangkan gadis itu lewat dekapan yang ia lakukan dan mengelus punggung gadis itu pelan, mengaliri rasa lega, ia harap itu saja cukup untuk saat ini.

“Semuanya akan baik –baik saja. Percayalah padaku, Kim Da Hyun.”

 

||LET ME IN||

“Terimakasih sudah datang.” Yun Hyeong memberikan salam hormat kepada setiap tamu yang datang.Lelaki itu mengukir senyum yang tak pernah Ji Eun lihat sebelumnya. Lamunannya buyar begitu Myung soo menyikut lengannya dan tersenyum padanya. “Biarkan saja, sudah keputusannya. Itu adalah hidupnya terserah ia mau bagaimana.” Ujar Myung soo seraya menyalami para tamu untuk segera masuk kedalam ballroom dimana pesta pernikahan akan dilaksanakan. Mendengar itu, Ji Eun bukan bungkam tapi ia malah semakin geram dengan sang adik dan menarik Myung soo dari pintu masuk penyambutan menuju tempat yang agak sepi.

“Ia mendapatkannya dengan cara yang salah, Myung soo. Kau bahkan tahu lebih dulu dariku, disini aku seperti orang bodoh.” Ji Eun berkata menekan. “Kita jalani saja, dan saksikan bagaimana setelah hari ini berlalu.Ng?” kata Myung soo berujar meyakinkan Ji Eun lalu memeluk gadis itu.

-=Para hadirin, diminta untuk segera memasuki ballroom karena upacara pernikahan akan segera dilaksanakan.=-

“Hari yang indah untukmu, Noona.” Ujar seseorang yang baru saja masuk kedalam ruang pengantin wanita, begitu melihat seseorang yang menyapanya wanita itu mengukir sebuah senyum lebar yang begitu kesan wah dibalut dengan gaun pernikahan yang memperlihatkan bahunya namun terkesan tampak elegan.

Jackson ah~~ Gadis itu segera berdiri dan memeluk Jackson sudah seperti adiknya sendiri.Entah mengapa, dulu pelukan itu terasa hangat dan nyaman untuk Jackson, namun sekarang hanya terasa asing dan canggung. Jackson bahkan berpikir bahwa Ae ri yang ada dihadapannya bukanlah seseorang yang pernah merasakan bagaimana kerasnya kehidupan. Ia lebih terlihat seperti orang lain.

“Kau sangat cantik, kau terlihat berbeda dari sebelumnya.”ujar Jackson apa adanya.

“Terimakasih –oh ya terimakasih sudah datang, omong –omong kenapa kau hanya datang sendirian –mana Da Hyun?”tanya Ae Ri melihat keambang pintu dimana tampak kerumunan orang –orang yang mulai memasuki ballroom, karena acara akan segera dimulai.

“Oh ya noona –maaf aku hanya memberikan bunga ini untukmu.Aku –masih ada ujian masuk universitas yang akan dilaksanakan 30 menit lagi jadi, aku harus segera pergi.” Ujar Jackson mengalihkan topik yang ada, sudah jelas Da Hyun menolak keras untuk melihat Ae Ri mengingat apa saja yang sudah gadis ini lakukan pada Baekhyun, yang Jackson tahu itu adalah kesalahan terbesar Ae Ri. Dan, setelah ia melangkah dari gedung ini, ia rasa baik dirinya atau Dahyun sudah tak perlu lagi mengenal atau bahkan tahu siapa gadis bernama Park Ae Ri itu.

Ahh, begitu.. jadi –kau ingin pergi sekarang?” Ae Ri mengernyit sebentar, seberkas rasa kecewa terlukis dinetranya yang segera menunduk kebawah menatap porselen berwarna emas karena pantulan lampu ruangan. Diam –diam hatinya merasa sakit yang mendera begitu Jackson menghindari topik yang sangat ia ingin tahu karena rasa penasaran. Jackson tersenyum canggung dan menepuk lehernya sendiri, lalu melangkah mundur satu langkah. Ia harus segera beranjak dari sana, sebelum semuanya menjadi rumit.

“Aku harap kalian selalu bahagia. Aku pamit dulu Noona, jaga kesehatanmu.”

Ia tak perlu lagi mendengar jawaban Ae Ri, lelaki itu hanya melangkah pergi dan meninggalkan sebuket bunga disana.

 

||LET ME IN||

5 tahun kemudian..

-=Selamat datang dalam penerbangan Germany Seoul bersama Korean Airlines.Silahkan menikmati perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 21 jam, semoga anda nyaman terbang bersama kami. Terimakasih.=-

“Excuse me, Sir?”

“-um, Are you Dellion Foster?”

“Yes, i am. But, who –‘

“Oh, so glad to see you in here.”

‘Dia adalah ketua farmasi yang akan berada dalam konfrensi yang sama ketika anda tiba di Seoul nanti. Bisik seorang lelaki yang adalah sekretaris dari lelaki itu.Lantas, ia melepas kacamatanya dan menjabat tangan dengan lelaki yang menyapanya tadi.

“Oh, nice to meet you too, Sir August.”

 

||

||

||

“Jadi, dia sungguh tak bertemu lagi denganmu setelah itu?”

“Jangan bilang ia sudah mati?”

“Hei!! Bicara yang benar saja ya. Dia sudah berjanji padaku untuk tetap bertahan apapun yang terjadi. Aku hanya bilang, bahwa tidak ada pertemuan lain lagi setelah hari musim dingin akan berakhir 5 tahun lalu. –‘

tidak ada lagi pertemuan yang ketiga, dimana aku sangat menantikan hari itu baiknya akan datang. Ahjussi, aku rindu padamu!

 

Bersambung..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[Slice #9] Everything has Changed: Sweetest Kiss

Title |Everything has Changed

Author|RHYK

Cast|               Oh Sehun

Xi Luhan

Kim Jisoo ‘BlackPink’ as Arial Ahn

Additional Cast| Hye Ri ‘Girls Day’

                                 DK ‘SVT’

                                 Yuju ‘G-Friend’

                                June ‘Ikon’

                                Jun ‘SVT’

Length|Chapter

Genre| AU – Romance –Sad –School life –Fluff –Friendship

Disclaimer| Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Summary this Chapter|“Ah..seperti ini ketika seseorang mencium bibirmu –manis dan –hangat..”

Previous Chapter|Unique Girl >>  Suck Feeling >> Gemintang >> Value >> Punishment >> Sick or Secret? >> The End of Us >> Lost >> Sweetest Kiss (now)

 

 

== 9 ==

Arial side’s

Kami memutuskan untuk pulang juga setelah Sehun yang tiba –tiba tanpa kejelasan pergi dengan alasan memiliki urusan yang kedengarannya terlalu seperti bohong –atau memang bohong? Entahlah, tapi aku merasa demikian karena aku tahu betul Sehun tidak akan pergi lebih dulu kecuali ia tak merasa nyaman dengan situasinya atau –

“Arial –apa terjadi sesuatu pada Sehun akhir-akhir ini di sekolah?”

Aku melirik Luhan sebelum menjawab “Setauku semua baik-baik saja. Ia jarang berbagi cerita padaku.”

Atau –yang alasan Sehun pergi dengan sengaja adalah

Ia bertengkar dengan Luhan. Continue reading “[Slice #9] Everything has Changed: Sweetest Kiss”