[RESENSI] 13 Reason Why – Jay Asher by Karina V.I

Uhm, akhir tahun buat resensi? Iya, karena.. ini rekomend banget buat di review^^ let’s  check this out!

RESENSI NOVEL KARYA JAY ASHER YANG BERJUDUL

“13 REASON WHY”

Identitas Buku:

  1. Judul Buku: 13 REASON WHY
  2. Nama Pengarang: Jay Asher – Mery (Penulis penerjemah)
  3. Nama Penerbit: Matahati
  4. Ketebalan Buku: 288 halaman, paperback
  5. Tahun Terbit: September 2011
  6. Nomor ISBN: 8580001041087

 

SINOPSIS 13 REASON WHY

Hanna Baker seorang siswi di SMA Liberty yang memiliki kisah hidup yang amat menyedihkan, karena, tragisnya ia ditemukan tewas bunuh diri di Rumahnya. Orang – orang atau singkatnya, teman – teman, guru bahkan orang tuanya mengira ia bunuh diri tanpa alasan.

Diantara banyak orang yang merasa kehilangan yang amat dalam, selain orang tua Hannah, ada seorang lelaki yaitu teman Hannah di beberapa kelas yang ia ambil mata pelajarannya, lelaki itu bernama Clay Jansen. Clay masih merasa sedih atas kepergian Hannah yang begitu tragis dan tiba – tiba walau telah dua minggu berlalu dari hari perginya Hannah, karena singkatnya ia menaruh rasa yang begitu besar pada Hannah, namun tak sempat mengungkapkannya. Clay menyukai Hannah.

Dua minggu berlalu, pada saat kembali pulang ke Rumahnya, Clay menemukan sebuah kotak sepatu yang ditujukan untuknya, ia bingung dari mana kotak itu, karena tidak ada nama pengirimnya di sana. Setelah dibuka ternyata ada 7 kaset tape yang diberikan nomor secara urut dari 1-13. Ada perintah untuk mendengarkan isi kaset itu, dan setelahnya mengedarkannya pada orang berikutnya jika ia telah selesai mendengarkannya.

Clay terkejut ketika mendengar tape pertama ada suara yang sangat ia kenal terdengar dari sana. Ya, dia adalah Hannah. Hannah Baker, teman yang ia sukai dan telah tewas bunuh diri pada dua minggu lalu. Rekaman tape itu adalah isi alasan Hannah memilih jalan bunuh diri untuk menyelesaikan segalanya. Dan, ada 13 alasan yang membuatnya memilih untuk bunuh diri dari pada melanjutkan hidup. Orang yang mendapatkan tape itu adalah dia yang menyebabkan Hannah untuk bunuh diri. Pada kaset ke 7 bagian ke 11 berisi tentang Clay, dirinya sendiri –menjadi salah satu penyebab Hannah memilih untuk bunuh diri.

IF YOU WANT TO KNOW THE TRUTH  JUST PRESS ‘PLAY’ _ Quotes by Hannah

Dalam tiap tape ada dua kisah yang berbeda. Atau ada dua nama yang mengisahkan alasan bunuh diri Hannah, mulai dari ciuman pertama Hannah, persahabatan Hannah yang retak karena hal kecil yang menurutnya masalah sedangkan menurut temannya tidak, teman yang membuat buku tahunan yang menguntitnya lewat jepretan foto, teman perempuannya yang ternyata adalah penyuka sesama, ada ketua Osisnya yang melecehkan Hannah di hari valentine, ada cowok yang menyabotase surat Hannah, teman cowok lainnya yang mencuri pusi Hannah, lalu ada Clay yang merupakan orang yang Hannah sukai tanpa ia sadari, lalu kembali pada Justin yang merupakan ciuman pertama Hannah, yang membuat bencana dalam hidup Hannah pada malam pesta, dan juga Bryce Walker yang merupakan pelaku pelecehan atau pemerkosa Hannah, dan alasan terakhir adalah Mr. Porter, guru konseling di sekolah Hannah, saat gadis itu meminta bantuan pada beliau, justru beliau tidak memberikan solusi apapun, hanya karena Hannah enggan menyebutkan nama si pemerkosanya, dan meminta Hannah untuk melanjutkan hidupnya seperti biasa.

Dalam hari – hari menjelang melaksanakan aksi bunuh dirinya, Hannah meminta ibunya yang mempunyai toko mini market untuk mengambil beberapa tape kaset dari toko, ia bilang untuk mengerjakan tugas sekolahnya. Padahal ia meminta tape kaset, dan meminjam recorder dari Tony, teman sekolahnya yang dekat dengan Clay untuk membuat rekaman alasan – alasan di atas, mengapa Hannah memilih mengakhiri hidupnya, ia begitu putus asa, sehingga ia ingin menghentikkan segalanya. Entah itu hidup ataupun orang – orang. (Saat konsultasi dengan Mr. Porter terakhir kalinya pasca Hannah di perkosa.) Setelah mengirim tape itu pada Tony sebagai orang yang ia percaya untuk menyerbakan tape kaset itu pada nama-nama yang ada dalam kisah yang ia uraikan lewat suaranya, ia mengirim salinan lain untuk Clay, sehingga clay memiliki tape tentang Bryce, sementara teman – temannya yang lain dikirimkan hanya sampai kisah Clay Jansen saja. Setelahnya, ia memilih untuk bunuh diri dengan cara meminum obat – obatan.

UNSUR INTRINSIK NOVEL 13 REASON WHY

Tema: Mengambil tema sosial kehidupan SMA yang rentan dengan penindasan, atau bully di Sekolah. Serta, tentang kelabilan emosi, dan juga tekanan dari berbagai sudut yang dapat memberikan efek depresi bagi seseorang yang terluka secara mental, walaupun sebelumnya hanya karena hal – hal kecil yang ia alami. Justru, di sanalah akar permasalahannya.

PENOKOHAN:

Hannah Baker: Seseorang yang tertutup pada keluarga, terlalu berperasaan, ceroboh. Ingin di perhatikan orang lain. Mengabaikan orang yang tulus sayang padanya.

Clay Jensen: Tidak peka, kaku, introvert, penakut, penyanyang. Terlalu banyak berpikir,menyukai Hannah sejak lama.

Justin Folley: Teman dari Bryce Walker, pemain basket SMA Liberty. Ciuman pertama Hannah, yang nyatanya ia hanya bermain – main saja dengan Hannah. Keluarganya broken home. Sehingga punya kehidupan pergaulan yang bebas.

Jessica Davis: Pemandu sorak tim basket, pacar dari Justin. Pernah berteman dengan Hannah, meninggalkan Hannah ketika mulai bergaul dengan Justin dan kawan-kawan. Mulai memiliki pergaulan yang salah ketika berpacaran dengan Justin.

Mr Porter: Guru konseling sekolah Liberty, yang ragu, tidak memiliki argumen yang kuat, tidak memberikan solusi apapun pada murid yang terkena masalah.

Tony: Teman dekat Clay, terpercaya, netral, baik, penuh misteri.

Bryce Walker: Temperamen, pemabuk, pemakai narkoba, pemaksa, egois. Orang kaya.

ALUR: 13 reason why menggunakan alur campuran atau twist, yang menyatukan dua kejadian di satu waktu.

AMANAT:

Banyak sekali pelajaran moral yang dapat dipetik dari kisah Hannah Baker. Diantaranya adalah tentang kita yang tidak boleh asal bicara, karena masalah kecilpun dapat menimbulkan masalah fatal untuk orang yang di judge. Yang kedua jangan pernah bergaul dengan orang-orang yang tidak punya batasan, yang ketiga jangan mengkhianati teman, yang keempat adalah orang dewasa sebaiknya lebih memahami karakter remaja yang sedang dalam masa emosi labil, bukan memarahi, tapi harus dirangkul agar segalanya membaik, yang kelima jangan terlalu menganggap sesuatu yang berlebihan, yang keenam –sebaiknya, jika ada seseorang yang salah, jangan langsung apa yang orang katakan benar, konfirmasi dulu ke orang yang dijudge apa faktanya benar begitu, yang keenam adalah jangan memutus hubungan ketika punya teman baru, yang ketujuh adalah jangan kebanyakan menuntut orang tua, yang kedelapan adalah jika menyukai seseorang sebaiknya diungkapkan, jangan menyesal di akhir. Yang kesembilan adalah jangan jauhi orang depresi, kuatkanlah agar ia tetap bertahan dan membaik, yang kesepuluh perhatikan dalam bercanda atau berucap dan bersikap, karena satu hal yang fatal bisa membuat efek besar yang dapat membunuh seseorang atau harapannya secara tidak langsung, di saat ia hanya memiliki harapan itu sendiri.

 

KELEBIHAN:

Jika dijabarkan ada begitu banyak yang dapat kita jadikan pelajaran hidup dalam novel ini. Karena, bully memang benar adanya di sekolah, dan juga pergaulan bebas, depresi, ejekkan, dan sebagainya adalah hal yang lumrah yang dapat kita jumpai di lingkungan sekolah, dan tidak asing lagi. Sehingga kesan novel ini adalah benar-benar bagus dan baik dalam pengemasan ceritanya yang penuh teka-teki. Penulis juga berhasil menggambarkan sebagian kecil bagaimana sulitnya masa SMA yang dikatakan banyak orang adalah masa paling indah, tapi ternyata masih ada hal gelap di balik kata indah itu sendiri. Apalagi di negara barat itu sendiri.

KEKURANGAN:

Seharusnya, segalanya dijelaskan dengan baik bagaimana lanjutan dari mereka yang membuat Hannah mati bunuh diri, seharusnya setiap pelaku itu terutama Bryce sebagai pelaku pemerkosa Hannah seharusnya diberikan ganjaran yang setimpal sehingga pembaca tidak akan kecewa.

KESIMPULAN:

Penulis novel ini mendapatkan banyak apresiasi dan penghargaan untuk karyanya yang apik satu ini. Bahkan, novel ini juga menjadi BEST SELLING NO #1 DI NEW YORK yang benar-benar membuktikan bahwa novel ini menjadi apreasiasi banyak orang, bahkan dunia. Novel ini juga diadaptasi dalam seri dengan judul yang sama pada Maret tahun ini. Bedanya, akhir dari Hannah di novel berhasil diselamatkan oleh orang tuanya pada saat bunuh diri. Sementara, di versi filmnya Hannah benar-benar bunuh diri dengan menyayat nadi kedua tangannya, di dalam bak air kamar mandinya dan tak tertolong ketika orang tuanya datang, Hannah sudah tiada. Banyak pesan yang dapat kita ambil dan jadikan pembelajaran dari novel ini untuk lebih saling perduli, menghargai, merawat dan juga menjaga serta yang terakhir untuk mengungkapkan. Jay Asher sungguh berhasil membawa pembaca hanyut dalam ceritanya! And, GOOD JOB!

 

Well, sekian resensi dari saya hehehe. Bukan alasan buat resensi sih, ini untuk tugas juga, tapi meski bukan tugas, kayaknya bakalan deh di buat juga artikel tentang ini. 13 REASON WHY IS THE BEST EVER!!!

 

 

 

Iklan

Give Your Comment ~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s