[Slice #9] Everything has Changed: Sweetest Kiss

Title |Everything has Changed

Author|RHYK

Cast|               Oh Sehun

Xi Luhan

Kim Jisoo ‘BlackPink’ as Arial Ahn

Additional Cast| Hye Ri ‘Girls Day’

                                 DK ‘SVT’

                                 Yuju ‘G-Friend’

                                June ‘Ikon’

                                Jun ‘SVT’

Length|Chapter

Genre| AU – Romance –Sad –School life –Fluff –Friendship

Disclaimer| Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Summary this Chapter|“Ah..seperti ini ketika seseorang mencium bibirmu –manis dan –hangat..”

Previous Chapter|Unique Girl >>  Suck Feeling >> Gemintang >> Value >> Punishment >> Sick or Secret? >> The End of Us >> Lost >> Sweetest Kiss (now)

 

 

== 9 ==

Arial side’s

Kami memutuskan untuk pulang juga setelah Sehun yang tiba –tiba tanpa kejelasan pergi dengan alasan memiliki urusan yang kedengarannya terlalu seperti bohong –atau memang bohong? Entahlah, tapi aku merasa demikian karena aku tahu betul Sehun tidak akan pergi lebih dulu kecuali ia tak merasa nyaman dengan situasinya atau –

“Arial –apa terjadi sesuatu pada Sehun akhir-akhir ini di sekolah?”

Aku melirik Luhan sebelum menjawab “Setauku semua baik-baik saja. Ia jarang berbagi cerita padaku.”

Atau –yang alasan Sehun pergi dengan sengaja adalah

Ia bertengkar dengan Luhan.

Meski jarang terjadi, atau justru karena jarang terjadi itu membuatnya lebih jelas lagi. Namun, aku tak berani mengambil kesimpulan dan bertanya pada Luhan soal itu, karena kelihatannya dia baik –baik saja dengan situasi tadi. ‘Apa terjadi sesuatu padanya?’ gumamku membuat Luhan menoleh seraya membelokkan stir mobilnya. “Kau mengatakan apa?” tanya Luhan, aku hanya menggeleng pelan lantas mengulas senyuman. “Tidak ada..” jawabku namun itu berbalik dengan apa yang sedang kupikirkan. Sehun yang pergi tanpa pamit dengan benar, langkahnya seakan begitu gemetar dan cepat seakan menghindari sesuatu. Dan, saat lelaki itu memampangkan punggung lebarnya padaku membuatku merasakan seperti ada sesuatu yang bergerak dihatiku, seperti –lelaki itu tidak ingin menemuiku lagi dan lelaki itu seakan marah dan penyebabnya adalah aku.

Bagiku, itu menyakitkan.

Oppa,kau bisa menurunkanku didepan sana –aku baru ingat kalau Hye Ri meminjam sepatu olahragaku dan besok aku harus olahraga. Jadi –aku harus kerumahnya sekarang.” Ucapku, alasan konyolku tiba-tiba saja muncul entah dari mana. “Musim dingin begini memangnya masih olahraga –mungkin saja Hye Ri sudah tidur.” Jawab Luhan membuatku hanya menggigit bibirku “Malam tahun baru orang-orang pasti tidak mungkin tidur cepat. Turunkan aku didepan sana saja, Oppa? –sepatu itu sangat berarti untukku. Ng?”

Setelah berdebat singkat, Luhanpun menepikan mobilnya dan aku segera turun dari mobilnya. “Oppa pergilah –Hye Ri tinggal di apartemen dekat sini. Jangan khawatir.”

“Lalu –kau pulang dengan siapa?” tanya Luhan membuatku hanya menyengir kecil, aku harap Luhan tak tau kalau aku sedang berbohong padanya, konon katanya Sehun aku mudah terbaca jika sedang berbohong. “Aku akan menginap di rumahnya. Beberapa bajuku juga ada bersamanya.” Jelasku,dan entah kenapa aku berharap Luhan tak bertanya lagi dan segera pergi meninggalkanku, karena Sehun lebih penting sekarang. “Baiklah –rapatkan mantelmu karena malam akan sangat dingin. Aku pergi dulu.” Ujar Luhan lalu menutup jendela passenger –seat dan kembali melajukan mobilnya, aku pun hanya melambai dan menunggu mobil Luhan menjauh baru aku berjalan menuju kondominium Sehun.

Arial side’s end

 

**

Ting!

Ting!                       

Ting!

Sehun mengacak rambutnya frustasi begitu mendengar dentingan bel interkom bertubi-tubi tanpa henti. Siapa penganggu yang datang malam begini, pikir Sehun. Dirinya yang baru keluar dari kamar mandipun mengambil celana trainee dan memakainya cepat, sementara dadanya dibiarkan telanjang. Ia mengusap rambutnya lalu menuju pintu dan membukanya.

Lelaki itu terkejut bukan main, melihat keadaan Arial yang sepertinya setengah sadar. Rambutnya yang tadinya tergerai rapih menjadi berantakkan tak beraturan, netranya yang sayup-sayup kembali terbuka begitu melihat Sehun yang hanya memandangnya dalam diam. “Sehun –ah..sudah aku duga pasti kau akan ada disini..”

Sehun tak menjawab apapun lalu menarik lengan gadis itu untuk segera masuk namun ia tetap berdiri pada tempatnya. “..sehun –ah, aku tau kau marahku soal kalung yang kau berikan sebagai hadiah saat di Jeju, aku akui aku menghilangkannya –maafkan aku..” ujar Arial sambil menangis ia ingin berjongok namun Sehun malah menggendongnya untuk masuk ke kondominiumnya. Sehun menaruh Arial dikasurnya. Sehun hanya mengamati wajah Arial setiap incinya, deru nafas Arial terdengar seperti berbisik ketelinganya. Arial hanya tertawa kecil melihat wajah Sehun yang hanya beberapa centi dari pengelihatannya. “Tidurlah, kau mabuk. Besok kita harus sekolah.” Ujar Sehun lalu menyelimuti Arial. Sehun mengepalkan tangannya dan beranjak dari sana. Ia mengambil kaos dan memakainya, Arial beranjak bangun dari kasur Sehun. “Kau marah.. aku harus bagaimana –Oh Sehun? –kau membuatku bingung dengan apa yang kau lakukan. –aku meninggalkan Luhan karena khawatir padamu! Aku –tau kau bohong kalau kau punya urusan, aku tau –kau pasti sedang bertengkar dengan Luhan Oppa. –aku –‘

Sehun yang membelakangi Arial segera membalikkan badannya “Aku menahan sesuatu agar tidak ada yang berubah.” Kemudian, lelaki itu menarik Arial dan mencium bibir gadis itu.Mata Arial membulat, namun ketika ia ingin mundur, Sehun menahannya dan perlahan Arial memejamkan matanya.Sehun melumat bibir Arial lembut sejenak,lalu ia berhenti begitu kembali pada alam sadarnya, lelaki itu membuka netranya hat-hati,yang ia lihat hanya bibir Arial dan selanjutnya mata gadis itu yang ikut membuka perlahan, ia memandang Sehun dengan mata menyipit. “Ah..seperti ini ketika seseorang mencium bibirmu –manis dan –hangat..” ujar gadis itu menyengir lalu memejamkan matanya, karena tepat setelah berkata begitu Arial jatuh kembali kekasur Sehun.

Dan,lelaki itu hanya memegang bibirnya berusaha mencerna apa yang sudah ia lakukan pada Arial. Sehun kehilangan kendali tadi, ia tak bisa menahan perasaannya atau hormon yang tiba-tiba saja naik ketika melihat kehadiran gadis itu. Sehun memegang dadanya yang masih berdebar, dan lelaki itu sadar bahwa itu adalah kesalahan terbesarnya selama menjadi sahabat Arial. Sehun merasa beruntung bahwa gadis itu dalam keadaan mabuk, karena kalau tidak bisa panjang urusannya. Ia pun membenarkan posisi tidur Arial dan menyelimuti gadis itu. Ditatapnya lekat-lekat Arial, disibaknya rambut gadis itu yang menutupi separuh wajahnya dan Sehun baru sadar dengan apa yang Luhan katakan adalah benar –bahwa Arial seorang gadis yang istimewa. “Kau tidak perlu ingat –bahwa aku adalah orang pertama yang merasakan manisnya bibirmu, Arial.. aku harap kau lupa dengan kejadian malam ini.” Ujar Sehun lalu mematikan lampunya.

|Ebeuriting has Chanjjeud|

“Selamat datang dirapat dewan Direksi Ohesang Grup, disini kami akan mengumumkan mengenai ahli waris yang akan menjalani Ohesang Company selanjutnya.-‘ ujar moderator rapat OHESANG COMPANY. “..kami persilahkan, presdir dari Ohesang Grup yaitu Tuan Oh Se Hwang..” ujarnya lagi yang segera disambut riuh tepuk tangan, sementara pendiri Ohesang itu berjalan menuju podium, lantas lelaki itu memandang seluruh jajaran direksinya dan juga kedua puteranya, Sehun dan Luhan. “Aku tidak akan berbasa-basi kepada kalian –karena cukup sulit untuk mengumpulkan kedua puteraku dikesempatan yang sama..” ujarnya membuat para audiens tertawa ringan penuh hormat sementara Luhan dan Sehun hanya tersenyum kecil. “..jadi aku mengundang mereka kesini untuk memenuhi agenda mengenai ahli waris sesungguhnya di Ohesang Company dan juga Ohesang Grup, kurasa Luhan sudah bisa menjadi pemimpin untuk mengelola perusahaan kedepannya sementara putraku Sehun masih terlalu muda untuk memimpin sebuah perusahaan, namun aku sebagai presdir dan pendiri Ohesang Company akan mengumumkan siapa ahli waris yang telah aku pilih dan pemegang saham terbesar diperusahaan ini –yang aku rasa sepertinya sudah adil dan sama untuk kedua putraku..dan ahli waris ini akan ku serahkan pada putraku Oh Sehun dan Luhan sebagai pemegang saham terbesar..”

Sehun menggebrak meja membuat para direksi langsung menghentikan tepuk tangan mereka. Luhan hanya menunggu apa yang akan dikatakan oleh Sehun. “Abeoji!! Sudah kubilang aku hanya akan menghadiri rapat direksi bukan untuk menerima jabatan, aku tidak mau menjadi penerus Ohesang apalagi berurusan sampai sejauh itu.”

Sang ayah melotot tak percaya ia bahkan menunjuk putranya “OH SEHUN! Aku sudah bicarakan ini dengan para petinggi dan kuasa hukumku.”

Sehun hanya tersenyum sakartis seraya memandang para jajaran direksi yang masih menjadi penonton dan tak ada yang berani berpendapat walau notabennya Sehun lebih muda dari mereka. “Kurasa, anda semua salah karena tak memilih Luhan sebagai ahli waris. Jangan bawa-bawa aku dalam urusan ini. Aku tidak ingin, aku permisi dulu.”

Sehun segera berlalu dari ruang rapat dan membanting pintu ruang rapat penuh kekesalan.Sementara jajaran direksi saling berbisik dan bertukar pendapat dan bertanya-tanya tentang apa yang terjadi. Dan Luhan hanya tersenyum pada Tuan Oh lalu segera pergi dari sana.

Tuan Oh terdiam sejenak sambil mengelus dagunya tampak berpikir.Ia kemudian baru bersuara “Memangnya, mengapa kau harus menikah dengan Arial, dan juga itu terlalu cepat untuknya ia masih harus belajar sama seperti Sehun.”

Luhan merapatkan kedua tangannya erat  “Sehun berhak mendapatkan yang lebih baik dari Arial. Gadis itu tak mahir dalam segala hal, tuan. Dan menurutku itu hanya menjadi beban untuk Sehun kedepannya. Kurasa kau perlu meminta Sehun untuk mulai mengelola bisnis perusahaan dan bukankah hanya Sehun yang akan kau jadikan ahli waris Ohesang ketika anda tiada nanti, aku benar ‘kan?Aku yakin Sehun anak yang cepat mengerti dan tanggap dengan segalanya.”

“Lalu, kapan kau akan melaksanakan pernikahanmu dengan Rial?”

“Secepatnya.”

“Baiklah, aku rasa aku tidak akan salah menitipkan Arial padamu nanti. Tampaknya, Sehun begitu dingin pada gadis –Arial membutuhkan seseorang yang bisa ia jadikan tempat bersandar –karena ibunya menitipkan anak itu padaku.”

“Aku akan menjaga Arial dengan baik, tuan..”

|EVERYTHING HAS CHANGED|

 

 

Sebulan berlalu..

Arial hanya termenung begitu melihat bunga musim semi yang mekar dan berjatuhan tertiup angin.Ia mencopot head-sheat yang menyumpal kedua telinganya,ia berada diantara rak-rak buku dan ia duduk disalah satu meja yang menghadap kearah luar. Tiba-tiab sekelibat peristiwa membuatnya mengingat akan sesuatu. Gadis itu memegang bibirnya. “..dia..oh sehun?” gumamnya masih berpikir. “Tahun baru aku pergi dengan Luhan dan dia, lalu dia pergi duluan. –aish! Jelas waktu itu Luhan menciumku tapi hanya dikening bukan bibir –lalu apa yang terjadi setelah itu?” ujarnya sambil mengacak rambutnya frustasi. Arial kelabakan begitu melihat Sehun yang tiba-tiba berjalan kearahnya.

“Sedang apa kau disini?” tanya Arial,namun Sehun hanya terdiam tak menjawab sambil membuka buku yang ia bawa. Arial hanya menunduk malu dan menggumam sebelum akhirnya ia yakin dan bertanya pada Sehun tentang apa yang ia pikirkan. ‘Hun..apa malam tahun baru –ketika aku ke kondominiummu aku tak melakukan hal aneh padamu ‘kan?’ gumam Arial tak berani bersuara. “Apa yang akan kau lakukan setelah lulus?” tanya Sehun tiba-tiba membuat Arial gelagapan menanggapi pertanyaan Sehun. “Umm..apa kau akan menikah dengan Luhan?” tanya Sehun, membuat Arial melotot kaget dan hanya menatap Sehun tak mengerti. Menurutnya, itu adalah pertanyaan paling bodoh dan terkonyol yang pernah keluar dari mulut Oh Sehun selama belasan tahun mereka bersahabat.

**

Arial side’s

Ujian kelas tiga pun dimulai, musim semi tak ada indahnya sama sekali untuk tahun ini karena tiap hari selama sebulan terakhir aku dihadapkan dengan ujian. Beberapa kali aku tak seruangan dengan Sehun, sementara Seok Min mulai dekat dengan Yuju namun ia bilang bahwa itu hanya untuk membuatku cemburu, namun hasilnya sama sekali bilang bahwa aku tidak cemburu. Sehun sibuk dengan ujian masuk universitas begitu juga denganku, tapi -ia bisa memilih universitas sementara aku harus mencari universitas. Jika dipikir lagi tidak adil sekali ya, tapi –ya sudahlah hanya sampai titik termudah untuk Sehun dan disanalah letak tingkat kepintaran seorang Arial Ahn. Dan, ternyata sudah hampir setahun lamanya aku dan Luhan menjadi sepasang kekasih.

Bel berbunyi dan aku buru-buru menyelesaikan soal yang belum ku isi. Sementara, kulihat Sehun sudah tak ada di bangkunya dan sudah menghilang.Kali ini, lelaki itu memang seruangan denganku namun lelaki itu seakan patah leher dan sama sekali tak menengok kearahku duduk. Menyebalkan. “Arial –ayo kumpulkan jawabanmu.Waktumu sudah habis.” Aku hanya menundukkan kepalaku lesu “Ya, guru..”

Aku segera berlari untuk mengejar Sehun, aku harus bertanya padanya mengenai jawaban yang benar untuk ujian tadi kalau-kalau aku nanti terkena remedial. “Sehun!” teriakku dengan nafas terengah, lelah memang mengejar langkah orang tinggi. Untungnya, dia yang sedang mengobrol dengan June berhenti dan June pergi lebih dulu. “Tentang yang kau ajari padaku –dari mana kau tau bahwa soal itu akan keluar, huh?” tanyaku langsung tanpa jeda membuatnya hanya menatapku meremehkan, namun untuk kali ini sedikit berbeda. Entah kenapa. Tidak ada arogansi lagi dari matanya saat menatapku melainkan hanya jenaka dengan penuh keteduhan. “Aku diberitahu point besarnya oleh guru lesku dan aku hanya menebaknya bahwa soal itu yang akan keluar.” Jelas Sehun padaku dan aku hanya membuka mulutku membentuk huruf O tanpa suara. Kamipun berjalan bersama.

“..apa kau menyelesaikan semua soalnya?”tanya Sehun dan aku hanya melihatnya,sesaat merasa kembali pada masa-masa sekolah dasar dimana lelaki itu tak dingin seperti sekarang meski sifat introvertnya sudah tertanam sejak dulu. “Ya tentu –meski beberapa soal aku jawab secara asal karena waktunya sudah habis.” Ujarku menyengir, kukira respon pertamanya adalah mencercaku dan mengutukku bodoh seperti biasa malahan Sehun hanya tertawa kecil entah apa yang lucu membuatku segera mengernyit. “Jangan tanyakan mengapa aku tertawa. –‘ Aku menghentikkan langkahku dan bersedekap “yah, tertawa saja sesukamu.aku memang badut dimatamu, tuan Oh.” Ujarku padanya membuat Sehun hanya mengacak rambutku. “Mengapa ketika ingin lulus kau baru jadi Oh Sehun –ku yang dulu?menyebalkan!” gumamku. “Apa maksudmu?” tanya Sehun yang belum sempat ku jawab tiba –tiba ada yang memanggilku

“ARIAL!!”  dan itu bukan Sehun.

Aku segera menoleh dan melambaikan tanganku gembira. “Oppa!”panggilku padanya yang memanggilku dimobilnya dengan kap yang terbuka. “Sepertinya dia menjemputku –bulan ini adalah 1 tahun perayaan kami. Kau mau ikut pulang ke rumah?” tanyaku, namun dengan cepat Sehun menggeleng dan mengantongi tangannya, ia menghela nafas seperti mengeluh. “Pergilah.Aku akan ke kondominium.” Ujar Sehun, aku hanya mengangguk dan segera berjalan. “Arial?” Sehun kembali memanggilku ketika aku hanya berjarak 3,5 meter darinya, dan hanya menoleh  “Kerja bagus.” Ujarnya membuatku hanya menangkat alisku heran –tumben sekali ia memberi pujian padaku. Dengan kaku –ia melambaikan tangannya padaku.Aku hanya tersenyum seraya berjalan mundur dan membalas lambaian tangannya. Kemudian segera berlari dan menaiki mobil Luhan yang sudah menungguku. “Kenapa kau terlihat senang sekali?” tanya Luhan padaku begitu aku duduk dan memasang seat-beltku. “Sesaat aku seperti bersama Sehun saat sekolah dasar –dan ia memujiku karena telah belajar dengan keras untuk ujian ini.” Kataku,sementara Luhan Oppa kembali menjalankan mobilnya.

Arial side’s end

||EVERYTHING HAS CHANGED||

Sehun berjalan sendirian.Memang ia selalu melakukan segalanya sendirian, namun mengingat ekspresi Arial tempo hari membuatnya mengulas sebuah senyuman.Dan –tiba-tiba saja ia seperti mendengar suara Arial –namun menurutnya itu hanya ilusinya saja kan tentang gadis bodoh itu. “Sehun –ah!” panggilan untuk namanya benar-benar masuk kedalam indera pendengarnya secara nyata. Dan, gadis itu berdiri didepan pintu masuk sebuah toko gaun pengantin begitu Sehun meniliknya. Dia tak sendirian, gadis itu bersama Luhan dan –ibu dari kekasihnya. ‘Apa yang akan gadis itu lakukan didalam toko gaun pengantin?’ tanya Sehun dalam hati.

Bersambung…

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Give Your Comment ~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s