[Chapter 16] Hold Me Tight: Seung Wan problem

— Hold Me Tight–

RahayK STORYLINE Proudly present’s

Byun Baek Hyun | Irene Bae | Song Yun Hyeong

PG 15

AU^Dark^Drama^Life^MarriedLife

WARNING!!!

HARAP UNTUK PARA READER’S ATAU PIHAK MANAPUN TIDAK MENGCOPY APALAGI MEREPOST ULANG CERITA INI DENGAN MENGGANTI NAMA AUTHOR ATAUPUN PEMAIN DENGAN ALUR CERITA YANG SUDAH MENJADI MILIK SAYA SEPENUHNYA!!TOLONG JANGAN DIPLAGIATI!!

  • Cerita ini sudah dipost pada blog BAEKHYUN FANFICTION INDONESIA,EXO FANFICTION INDONESIA, GALLERY EXO SCHOOL, dan WATTPAD (akun milik saya)
  • Password bisa ditanyakan melalui bakexotic1009@gmail.com
  • RCL

In The Summary

“Baek.. lebih baik kau berangkat sekarang.Terjadi sesuatu pada Seung Wan”

–Previous—

Drrt  Drrt

“Ayo aku akan mengantarmu.” Ujar Ae Ri, ponselnya bergetar tak henti. Ae Ri menghiraukannya namun itu menganggu Baekhyun. Mereka tiba didepan mobil  Baekhyun. “Angkatlah..” kata Baekhyun dan berjalan menuju pintu kemudi dan membukanya. Ae Ri hanya memandang Baekhyun dan memandang ponselnya bergantian. “Siapa?”

#16

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

 

“Yeobseyeo?Wae –‘  Baekhyun mengernyit heran begitu  Ae Ri mengangkat telpon itu, apakah Baekhyun harus menebak , siapakah yang menghubungi Ae Ri sepertinya lelaki itu sudah tahu betul  kapan timing  Yun Hyeong menelpon istrinya,disaat ia bersamanya. Tapi,kali ini tampaknya seorang Byun Baekhyun salah besar.

“Baiklah, aku akan kesana. Kau tidak boleh mati!Yeobseyeo?Seung Wan –ah?Seung Wan –ah !!” Ae Ri segera memasukkan ponselnya kekantong celananya. “Baek.. lebih baik kau berangkat sekarang.Terjadi sesuatu pada Seung Wan tapi, aku tak dapat menjelaskannya sekarang. Hati –hati dalam perjalananmu, hubungi aku ketika sudah tiba di Busan ya.” Ae Ri berjalan menghampiri  suaminya yang sudah disisi  pintu kemudi yang telah terbuka, memeluknya singkat bahkan Baekhyun tak sempat membalasnya dan berkata sepatah katapun. “Aku pergi.” Kata Ae Ri dan menyetop sebuah taksi yang baru saja memasuki pekarangan Rumah sakit.

 

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

 

Yun Hyeong segera turun dari mobil,ia segera berlari menuju kamar sang ayah. Ia menghentikkan langkahnya begitu ia melihat dokter Lee,Ji eun dan juga Myung Soo –kaka iparnya. Ia membungkuk memberikan salam hormat pada mereka. Ji Eun berjalan kearah Yun Hyeong dan menepuk pundak adiknya itu.

“Ayah sudah menunggumu sejak tadi, bicaralah.” Kata  Ji Eun dan meninggalkan ruangan diikuti Myung Soo dibelakang dan dokter Lee yang menepuk bahu Yun Hyeong. “Jangan memberikan beliau pertanyaan atau pernyataan yang mengejutkan.”

Yun Hyeong hanya mengangguk pelan dan berjalan kesisi ranjang ayahnya.Mengambil sebuah kursi, dan duduk. “Yun Hyeong..” lirih sang ayah dengan suara yang lemah. “Appa..” Yun Hyeong memeluk sang ayah dan menangis dipelukkan beliau. “Aku merindukanmu..”kata Yun Hyeong lagi, sang ayah hanya tertawa pelan, ia mengelus pucuk rambut Yun Hyeong. “Appa juga, kau hebat sudah bisa mengurus perusahaan.Pasti, pamanmu ‘kan yang  membimbingmu dan Ji Eun?Tapi.. kau tetap saja jagoan kecil ayah, Yun Hyeong –ah..”ujar tuan  Song dan membelai pipi anaknya lembut. Sementara itu, Yun Hyeong tak membahas lebih lanjut tentang  Song Corporation dan membahas hal lain, misal saja pernikahan Myung Soo dan kakanya, bulan madu mereka bahkan lelaki itu hampir lupa menceritakan apa yang terjadi pada hidupnya beberapa kurun waktu dalam tahunan ini.

Tuan Song mengambil tangan Yun Hyeong dan memegangnya erat. “Putra kecil –ku, Song Yun Hyeong..”

“ye, Appa..”

“..tak sadarkah kau sedari tadi bercerita tentang Ji Eun terus? Sekarang, aku ingin mendengar tentang dirimu, karena.. Ayah tak tahu bagaimana persis nya kau tumbuh,mungkin ayah terlalu sibuk mengurus perusahan, karena Ayah takut  kita terjatuh lagi.. kau pasti tahu itu ‘kan, nak? –“

“Tidak, Appa.”

“..ketika  Appa  bangun, ternyata kau sudah cocok menjadi pewaris dari Song Corporation dan pemimpin perusahaan yang  Ayah banggakan. Dan, apa kau sudah memiliki calon menantu untuk ayah?” tanya Tuan Song sambil terkekeh namun pertanyaan itu membuat Yun Hyeong tertegun  dan diam tanpa kata, intinya Apa yang harus ia katakan pada Ayahnya? Kenyataan bahwa ia menyukai gadis yang telah dimiliki secara terikat oleh orang lain. “A –apa maksud, Ayah?” Yun Hyeong berpura –pura tak mengerti, berharap memang pertanyaan itu tidak menjurus kearah seperti hubungan –kekasih bahkan –pernikahan, mengingat sang Ayah bilang padanya ‘calon menantu’.

“Tentu saja, kekasihmu. Bukankah aku harus menemuinya?Sepertinya, Tuhan membuatku terbangun agar aku menyelesaikan seluruh permasalahanku dan menikahkan putera kesayangan –ku, paling  tidak –aku harus melihatnya.”

“Appa.. jika wanita itu adalah orang –tidak –punya  atau ia seorang janda? Bagaimana jika wanita yang kusuka adalah orang yang tidak  baik untuk –ku? Apakah  Ayah akan menyetujuinya?”

Tuan Song menghela nafasnya begitu berat dan sulit, ia berusaha mengulas senyum walau terlukis rasa sakit diraut  wajahnya.  “Ibumu juga bukan orang yang baik, aku menikahinya karena ingin memperbaiki apa yang buruk didirinya. Ayah pikir, kau orang yang baik. Jadi, pasti kau akan dapat yang baik juga –pasti.” Ujar tuan Song meyakinkan puteranya, Yun Hyeong hanya menjatuhkan likuid  yang sudah dari tadi tertahan. “..jika, aku bertemu –jatuh cinta dan mulai ingin mendapatkannya –dengan cara yang tidak baik  sekalipun?Apakah  Ayah  tetap ingin menemuinya?”

“Kau sudah dewasa,kau pikir alasan Ayah melepaskan Ibumu karena apa?” Yun Hyeong tak  menjawab kenangan buruk itu kembali terlintas diotaknya. “…Ayah mencintai ibumu, bahkan mungkin saat ini –dan terus hingga aku –mati, karena ayah pikir adakalanya cinta harus melepaskan, dan kita hanya menunggu hingga ia kembali pulang menuju rumahnya. –“

“..ketahuilah satu hal, Yun Hyeong –ah.Tuhan kadang hanya mempertemukan, bukan mempersatukan.Ada kalanya, seseorang itu hanya bisa disimpan dihati  kita dan bukan melengkapi kehidupan kita. Setiap orang pasti datang dan pergi, benar ‘kan?” Yun Hyeong hanya tersenyum kecil dan memeluk ayahnya sekali lagi. “Pastikan kau membawa kekasihmu itu kerumah ini, secepatnya.” Yun Hyeong lalu menjawabnya  “Akan aku membawanya, secepatnya.”

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

 

Drrt

Drrt

Drrt

–Incomming Call—

Baekhyun

“Yeobseyeo?”

“Ae Ri –ah, aku sudah tiba di Busan. Sebenarnya, sudah dua jam lalu aku tiba dan langsung diajak turun kelapangan. Maaf, baru bisa menghubungimu.”

“Gwaenchannha.. kau sudah makan?”

“Belum, sepertinya aku akan makan malam dengan rekan kerjaku. Cham! Bagaimana  Seung Wan? Apa yang terjadi padanya?”

“Seung Wan benar –benar frustasi karena ada gadis hamil  yang tiba –tiba datang keapartemennya –‘  Ae Ri masih melihat kearah Seung Wan yang  tertidur dikamarnya. “Siapa  gadis itu, Ae Ri –ah? Kau masih disana ‘kan?” Baekhyun masih bersuara diseberang telpon. “gadis itu mengaku bahwa ia hamil anaknya, Jong Dae –“

Baekhyun hanya mendecak kesal  “Dimana  Jong Dae sekarang?”  Ae Ri menghela nafasnya frustasi. “Entahlah, ia belum datang. Ketika aku tiba diapartemennya, hampir saja ia bunuh diri. Tapi, syukurlah keadaannya sudah tenang dan ia sedang tertidur sekarang.”

“Baiklah, apa ia dirawat?kau juga jaga kesehatanmu selama aku tak ada dirumah.” Baru saja  Baekhyun ingin mematikan sambungannya, Ae Ri kembali bersuara.  “Baek – keadaan  apartemen Seung Wan kacau sekarang, ia tidak dirawat. Bolehkah aku membawa Seung Wan keapartemen kita saja?Tentu, setelah ia terbangun nanti.”  Ae Ri menggigit  bibir bawahnya. “Tentu saja, sebaiknya.. aku sarankan jika kekasihnya mencari Seung Wan, jangan biarkan mereka bertemu dulu.”

“baiklah..aku mengerti.”

“Baiklah, aku tutup telponnya. Saranghae~” Baekhyun memasukkan ponselnya kedalam tas nya. “Kelihatan gembira sekali, Byun –ssi. Apa berbicara dengan istrimu?” goda seorang  rekan kerja Baekhyun. “Hmm..ia sedang merawat  temannya yang sakit.” Kata Baekhyun  dan berjalan meninggalkan rekannya itu. “Bukankah, kau 2 tahun lebih tua dariku, Sunbae? Bagaimana dengan istrimu? Apa kau tak memberi kabar padanya?” tanya Baekhyun dan mengambil 2 kaleng bir dan satu diberikan pada rekannya.

“Aku cerai, dia menceraikanku.” Kata rekannya itu dan meneguk minuman kaleng beralkohol rendah itu. Baekhyun hanya membuka sedikit mulutnya tanpa mengeluarkan suara, merasa bersalah karena membahas hal yang tak seharusnya ia bahas. “..jangan merasa bersalah begitu, kau adalah rekan kerja pertama  yang bertanya padaku tentang pernikahanku. Mereka fikir, aku sama sekali belum pernah menikah.”

“tampaknya memang seperti itu, aku juga berfikir hal yang sama.” Jawab Baekhyun seraya mengulas senyuman. “Ehm, apa kita teman sekarang?Kau bisa panggil aku Yeol, itu tak masalah.” Baekhyun dan rekannya bernama Yeol itu akhirnya ber hi –five dan tertawa bersama.

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

Baekhyun masih terjaga entah mengapa perkataan Yeol rekannya tadi  menghantui pikirannya. Ia mengubah posisinya yang terlentang  menjadi miring kekanan.

“Aku melihatnya berselingkuh dengan pria lain, yang  tak lain sahabatnya sendiri. Aku tak mengerti  alasan apa yang membuatnya berselingkuh dariku, saat itu aku sadar aku belum mengerti.”

“Apa maksudmu tak mengerti?”

“Tanpa pikir panjang, aku meminta perceraian padanya. Ia menyetujuinya, tanpa pikir panjang lagi. Sampai proses persidangan berjalan ia tak pernah terlihat dipengadilan.Hanya sahabat dan pengacaranya yang hadir sebagai perwakilannya.”

“…proses persidangan selesai, tanpa adanya mediasi diantara pihakku dan juga pihak istriku. Dan, saat itu.. aku baru tahu kebenarannya, betapa bodohnya aku mengerti keadaannya yang ternyata sulit.”

“Aku diberikan ini dan sebuah surat dari sahabatnya itu, tepat setelah persidangan usai.” Ujar Yeol seraya memperlihatkan sebuah foto. “Bukankah, ini USG?”

Yeol hanya mengangguk likuidnya mulai mengalir. “Dia sakit parah, dan saat yang sama ia mengandung buah hati –kami. Aku benar –benar tak pernah tahu bahwa selama itu ia sakit, itu alasan ia berselingkuh dan tak pernah pulang kerumah dan selalu saja berpergian.Ternyata, ia tak benar –benar selingkuh. Dia tak ingin meninggalkanku dengan keadaan terpuruk nantinya.. –“

“…disaat yang sama, aku mendapatkan kabar bahwa ia.. istriku baru saja meninggal, begitu juga dengan janinnya. Aku.. sekarang benar –benar dalam penyesalan.”

 

Baekhyun membuka ponselnya, dan ada sebuah pesan masuk dari nomor yang tak ia kenal.

“Baekhyun –ssi ..bagaimana kabarmu?”

 

TBC

Iklan

Give Your Comment ~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s