[Chapter 15] Hold Me Tight: What i have to do?

— Hold Me Tight–

RahayK STORYLINE Proudly present’s

Byun Baek Hyun | Irene Bae | Song Yun Hyeong

PG 15

AU^Dark^Drama^Life^MarriedLife

WARNING!!!

HARAP UNTUK PARA READER’S ATAU PIHAK MANAPUN TIDAK MENGCOPY APALAGI MEREPOST ULANG CERITA INI DENGAN MENGGANTI NAMA AUTHOR ATAUPUN PEMAIN DENGAN ALUR CERITA YANG SUDAH MENJADI MILIK SAYA SEPENUHNYA!!TOLONG JANGAN DIPLAGIATI!!

  • Cerita ini sudah dipost pada blog BAEKHYUN FANFICTION INDONESIA,EXO FANFICTION INDONESIA, GALLERY EXO SCHOOL, dan WATTPAD (akun milik saya)
  • Password bisa ditanyakan melalui bakexotic1009@gmail.com
  • RCL

In The Summary

“Karena memang sifatmu begitu, aku harus melakukan apa lagi?

–Chapter 15—

“Aku  akan  menghubungimu  jika terjadi masalah.” Ujar  seorang pria kepada seorang lainnya, merekapun berjabat tangan. “Baiklah Yun Hyeong –ssi, hubungi aku  kapan saja.Kalau begitu, aku permisi dulu.” Ujar pria itu kepada seseorang yang bernama Yun Hyeong. Pria itu yang adalah makelar apartemen itu pamit dan segera pergi berlalu dari apartemen yang cukup besar itu. Yun Hyeong memasukkan kedua tangannya dikantong celananya, berjalan menuju jendela lebar yang menembus pada hamparan gedung pencakar langit dan jalan –jalan besar dengan mobil khas perkotaan yang menghiasi daerah pusat kota. Ia hanya menerawang keluar, sementara otaknya mulai berputar kiranya hal apa saja yang dapat ia lakukan setelah ini. Dan, hanya satu seseorang yang berada dipikirannya. Benar, Park Ae Ri.

“Baek, semua sudah kau bawa ‘kan?” tanya Ae Ri seraya merapihkan simpulan dasi yang melingkar di leher kemeja suaminya itu. Baekhyun mengangguk dan tersenyum kecil. “Jangan membuat masalah ini sudah bulan ke –dua kau bekerja disana, aku tidak ingin kau dipecat lagi, arra?!?” tanya Ae Ri dengan nada yang menekan, membuat Baekhyun bukannya takut tetapi malah terbahak –bahak. “Berhenti memperlakukanku seperti anak kecil, Ae Ri.” Kata Baekhyun dan mengacak rambut Ae Ri yang dibiarkan tergerai hingga menutupi kedua bahunya. “Karena memang sifatmu begitu, aku harus melakukan apa lagi?Beruntung Jackson dan ayahnya berbaik hati mempercayakan pekerjaan ini padamu.” Sahut Ae Ri dan segera menurunkan sepatu Baekhyun dari rak sepatu bagian paling atas. Baekhyun telah bersiap, ia mengambil jasnya dan memakai sepatunya, didetik berikutnya ia hanya tersenyum lebar dan memberi kecupan didahi Ae Ri sebelum akhirnya laki –laki itu menghilang dibalik pintu apartemen mereka.

 

*

Hold

*

Me

*

Tight

 

“Hyung,, Noona..kalian pulang bersama, tumben sekali.” Sapa Kyung Soo seraya menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat. “Eoh, ternyata kau, Kyung Soo –ah.Coba tebak, apa yang terjadi hari ini pada kami berdua?” kata Ae Ri yang sepertinya sudah setengah mabuk. Kyung Soo tersenyum lebar dan menggeleng, Baekhyun hanya terkekeh dan masih merangkul istrinya itu. “..Baekhyun sudah menjadi karyawan tetap diperusahan ayah temannya dan temanku. Dan, aku.. –“ Ae Ri berhenti bersuara kemudian ia tertawa, menatap Baekhyun intens dan mencubit pipi suaminya itu. “..aku berhasil juga, tenang saja tuan Byun,, soal biaya rumah sakit Joo Eun, biar nyonya Byun yang ikut membantumu, jadi.. jangan khawatirkan apapun!” ujar Ae Ri seraya menyegir lebar memandang Kyung Soo dan suaminya bergantian.

“Istirahatlah Noona, aku juga harus segera kembali kerumah sakit untuk shift malam –‘ Kyung Soo membungkukkan badannya. “Baiklah, sampai bertemu lagi nanti, Kyung Soo –ah.” Ujar Baekhyun yang masih kerepotan membawa Ae Ri dan tas kerja mereka. “Baek!” Ae Ri memanggil Baekhyun dan menepuk pundak lelaki itu. “..Kyung Soo tidak diajak masuk saja kedalam?kita bisa menonton film bersama.Dia tidak bisa belajar terus –terusan ‘kan?” Baekhyun hanya menggeleng dan tersenyum kecil, digendongnya Ae Ri dipunggungnya. “Kyung Soo harus melaksanakan tugasnya,ia harus belajar hingga ia berhasil.Ini sudah malam, kita harus istirahat.” Jelas Baekhyun pada Ae Ri yang sudah benar –benar tak sadarkan diri walau iapun tahu, Ae Ri pasti tak menyimak sama sekali apa saja yang ia bicarakan pada Ae Ri sejak tadi. Lelaki itu menekan beberapa digit angka dan otomatis pintu apartemen mereka terbuka.Dengan susah payah ia mendorong pintu dan menutupnya kembali, sedikit menendang dengan kaki kanannya sehingga terbanting cukup keras.

Ia segera membuka sepatu miliknya dan berjalan masuk kedalam kamar mereka. Merebahkan gadis itu secara perlahan namun, tetap saja gadis itu kembali terjaga walau hanya sayup –sayup ia melihat  Baekhyun yang membukakan sepatu high –heels –nya, menyelimutinya. Dan, hal terakhir yang ia lihat adalah Baekhyun merengganggkan tubuhnya,kemungkinan besar adalah ia kelelahan menggendong Ae Ri sejak dari bar tadi dan baru menurunkannya setelah tiba di lobby apartemen mereka.

Baekhyun membalikkan badannya, Ae Ri segera memejamkan matanya.Ia duduk disamping Ae Ri menatap gadis itu lekat, Ae Ri terlihat kacau sekarang ini, memang betul. Tapi, Baekhyun gemar melihat Ae Ri begini, dengan begitu ia rasa Ae Ri adalah Ae Ri, Park Ae Ri yang ia kenal. Ia mengelus lembut rambut hitam Ae Ri, setelah itu ia beranjak namun, sebuah tangan menahannya.

“Baekhyun?” panggil Ae Ri masih memejamkan matanya. Baekhyun hanya menoleh dan terdiam ditempat. “..aku memanggil namamu sekarang..” kata Ae Ri lagi, seraya sayup –sayup kedua matanya terbuka namun terasa berat. “aku mendengarmu..”jawab Baekhyun.

“Tuan Byun..bisakah, kita meluangkan waktu untuk mengunjungi Joo Eun besok?Ya?” Baekhyun terdiam sejanak, ia bisa menjawab ‘ya’ atau ‘tidak’.Tapi, Baekhyun harus melakukan perjalanan besok ke Busan, ia akan menetap selama beberapa minggu atau mungkin bulan,tergantung dari proyek yang ia kerjakan akan terselesaikan kapan.Dan, ia belum membicarakan apapun mengenai hal ini pada Ae Ri.

Ae Ri mengubah posisi tidurnya menjadi duduk walau masih terhuyung –huyung akibat pengaruh alkohol tadi. “Sebenarnya.. aku ada perjalanan ke Busan, Ae Ri.. –‘                      Ae Ri memejamkan matanya,meski dalam keadaan mabuk pun raut wajah kecewa tetap saja terlihat.Ae Ri menghela nafasnya, tersenyum maklum. “..baiklah, kau sudah dapat perkerjaan bagus.Kita harus terus hidup, begitu juga dengan Joo Eun. Gwaenchannha..lain kali saja, kalau begitu.” Ae Ri kembali  merebahkan tubuhnya dan tertidur, meninggalkan Baekhyun yang masih terduduk termenung disampingnya.

“Aah, Baek.. tidak. Maksudku, Tuan Byun.. dasimu masih tertata rapih, aku akan membantunya untuk melepaskannya untukmu.” Ujar Ae Ri yang kembali terduduk dan mulai membuka dasi Baekhyun seraya terpejam sesekali. Memang, sejak keduanya bekerja mereka jarang bertemu karena Baekhyun yang kadang tidak pulang atau karena lelaki itu pulang larut malam dan pagi harinya, Ae Ri sudah berangkat lebih dulu kekantor sehingga mereka berdua jarang bertemu.

Baekhyun menatap Ae Ri sejenak, yang sedang berusaha melepaskan dasinya namun tak bisa juga.Ia memegang sisi pipi dan rahang Ae Ri, kepalanya mulai berotasi dan mendekat kebibir ranum Ae Ri, lalu bibir mereka tertempel untuk beberapa saat. Ae Ri melotot karena terkejut, namun ia segera memejamkan matanya. Lalu setelah itu, Baekhyun melepaskannya, Ae Ri mulai membuka satu –persatu kancing kemeja Baekhyun,kemudian ia menatap Baekhyun sekilas.

“Aku rindu padamu.”kata Ae Ri dan memeluk Baekhyun, lelaki itu membalas pelukannya dan mengelus punggung gadis itu. “Aku Juga..”

Baekhyun mencium kening Ae Ri, pipi kemudian beralih pada bibir Ae Ri, melumatnya lembut.Melepaskan segala kerinduan yang tertahan.

*

Hold

*

Me

*

Tight

 

“Baek?kau bilang kau harus segera berangkat,kau akan tertinggal rombonganmu nanti.”kata Ae Ri seraya menyisir rambutnya, ia tak kekantor hari ini tapi ingin kerumah sakit melihat keadaan puterinya, Joo Eun.

“Aah sudah berangkat pasti sekarang..Ayo, aku akan mengantarmu dan melihat Joo Eun sebentar.”

Ae Ri mengernyit mendengar perkataan Baekhyun barusan. “Mengantarku?”

 

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T 

 

“Tuan Song sadar!!” seru seorang pembantu dari dalam kamar Pak Song. Myung Soo dan Ji Eun yang tengah sarapan pagi segera berlari kekamar Ayah mereka. Ji Eun terlebih dulu menghampiri sang ayah yang terbujur kaku tak berdaya diranjang besar dan banyak alat medis yang menempel ditubuhnya.

“Ayah..” lirih  Ji Eun dan mengusap pipi keriput sang ayah, matanya berkaca –kaca dan likuid –likuid itu siap jatuh kapan saja dengan Ji Eun sekali mengedipkan matanya. Myung Soo memberi salam hormat dan ikut tersenyum, ia kemudian memanggil seorang pembantu dan memberikan perintah. “Tolong segera hubungi Yun yeong, beritahu berita gembira ini padanya.” Bisik Myung Soo pada si pembantu, dengan segera ia melaksanakan tugasnya, barulah Myung Soo mendekat pada Ayah mertuanya itu. “Kami senang, ayah sudah sadar. Maaf baru memberi mu sebuah salam.” Kata Myung Soo kembali membungkukkan badannya. Sang Ayah hanya mengangguk lemah dan mentautkan senyuman kecil, sedangkan Ji Eun memeluk ayah nya penuh kelegaan Ia segera menghapus air mata yang membasahi pipinya, demi membuat ayahnya bahagia,barulah gadis itu menengadahkan kepalanya menatap sang ayah yang memandang nya lemah.

“Aku lega, ayah baik –baik saja.. –‘ kata Ji Eun tertahan. “..Ini suamiku, Kim Myung Soo.. tampan ‘kan?Seperti ayah..” kata Ji Eun sambil terkekeh. Sang Ayah melepaskan oksigen yang menempel dimulutnya, dengan susah payah ia mulai bersuara. “..Kau sudah punya seseorang yang akan menjagamu rupanya, Ji Eun –ah.. ayah lega sekali. Dimana Yun Hyeong?” pertanyaan sang ayah membuat Ji Eun termenung sejenak, dan akhirnya Myung Soo yang mengambil alih menjawab, karena tidak bisa ia menceritakan yang sebenarnya pada Ayah mertuanya, sementara beliau baru saja sadar dari tidur panjangnya selama bertahun –tahun.

“Ia sedang sibuk mengurus perusahaan, Ayah. Tapi, aku sudah menghubunginya untuk segera pulang. Aah, itu dokter Park.”

“Anyeonghaseseo, Hwajang –nim.. Apakah kau merasa baik –baik saja?” sapa seseorang dokter yang umurnya hampir setara dengan Tuan Song, Tuan Song hanya membalasnya dengan seulas senyuman dan mengangguk.Ji Eun segera beranjak dari sisi tempat tidur ayahnya dan menghampiri Myung Soo, suaminya segera mengelus pundak Ji Eun lembut, ia tersenyum pada Ji Eun. “Apa.. Yun Hyeong sudah kau hubungi?”tanya Ji Eun berbisik, ia hanya khawatir kesehatan ayahnya menurun lagi. “Sudah, jangan khawatir.”

 

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T 

 

“Jadi, dalam pengembangan saham Song Corporation kali ini –‘  Seseorang mengetuk ruangan rapat dan otomatis, rapat terhenti sejenak. Ternyata itu Sekretaris Kim, keponakkan dari sekretaris Yoo, ia berlari menghampri Yun Hyeong, dan membisikkan sesuatu pada lelaki itu. “Benarkah itu?” tanya Yun hyeong, beberapa orang lainnya yang merupakan petinggi Song Corporation dan umurnya yang lebih jauh diatas Yun Hyeong memandang kedua lelaki muda itu keheranan. “Rapat kali ini rasanya harus ditunda, karena ada suatu hal penting yang harus kalian semua ketahui –“ kata Yun Hyeong seraya merapihkan barang –barang rapatnya. “.. Pemilik  Song Corporation, telah siuman beberapa waktu lalu, meski belum sepenuhnya pulih, aku yakin itu. Jadi, kita lanjutkan rapatnya lusa saja.” Ujar Yun Hyeong dan berjalan menuju pintu keluar ruang rapat. Beberapa orang ada yang saling mencibir dan tak banyak juga yang bertepuk tangan suka cita atas berita yang baru saja berhembus tadi. “Tuan Yun Hyeong!!”panggil seorang pria tua yang adalah pemimpin direksi atau jabatannya satu tingkat dibawah Yun Hyeong yang tidak lain adalah pamannya. Dia salah satu karyawan yang tidak Yun Hyeong suka karena ia berada diposisinya  sekarangpun karena berhasil memaksa ayahnya dan berlaku naif disana –sini, meski begitu Yun Hyeong tetap saja menghentikkan langkahnya.

“Ada apa?”

“Aigoo.. tak bisakah tambahkan ‘paman’ dibelakang kalimatmu itu?Bagaimanapun, aku senang atas berita kakaku yang sadar dari tidurnya.”

Yun Hyeong rasanya ingin memaki pria itu untuk apa perlu embel –embel ‘paman’ bahkan ia belajar mengurus bisnis dan memajukan perusahaan saja seorang diri sedangkan lelaki itu hanya duduk manis tak mau tahu ketika saham sudah merosot, tapi apa boleh buat ia tak punya hak atas apapun untuk menyingkirkan pamannya itu sekalipun, karena hak itu masih dipegang oleh Ayahnya melalui perantara Ji Eun kaka perempuannya.

“Jika hanya itu yang mau kau katakan, aku sudah mendengarnya. Aku harus pergi.” Ujar Yun Hyeong dan pergi meninggalkan lelaki itu tanpa memerdulikan lagi seperti apa ia memanggil –manggil keponakkan nya itu.

 

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T 

 

“Jadi, apa jadwal operasinya sudah tidak bisa diundur lagi?” tanya Ae Ri. “..karena, suamiku  masih ada di Busan hingga kurun waktu itu.”

Dokter Ji menggeleng pelan. “Lebih cepat dilakukan, maka kita akan tahu hasilnya.” Ujar dokter Ji. Baekhyun mengenggam tangan Ae Ri erat meyakinkan gadis itu yang masih dalam keraguan. “Aku akan datang, pasti.”

“Aigoo, sepertinya keadaan kalian sudah membaik. Aku turut senang juga.” Ujar dokter Ji dan pergi meninggalkan mereka.

Drrt  Drrt

“Ayo aku akan mengantarmu.” Ujar Ae Ri, ponselnya bergetar tak henti. Ae Ri menghiraukannya namun itu menganggu Baekhyun. Mereka tiba didepan mobil  Baekhyun. “Angkatlah..” kata Baekhyun dan berjalan menuju pintu kemudi dan membukanya. Ae Ri hanya memandang Baekhyun dan memandang ponselnya bergantian. “Siapa?”

Tbc

 

P.S: Menurut kalian, siapa yang menelpon Ae Ri?????????

Iklan

Give Your Comment ~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s