[Chapter 14] Hold Me Tight: Bad Things

— Hold Me Tight–

RahayK STORYLINE Proudly present’s

Byun Baek Hyun | Irene Bae | Song Yun Hyeong

PG 15

AU^Dark^Drama^Life^MarriedLife

WARNING!!!

HARAP UNTUK PARA READER’S ATAU PIHAK MANAPUN TIDAK MENGCOPY APALAGI MEREPOST ULANG CERITA INI DENGAN MENGGANTI NAMA AUTHOR ATAUPUN PEMAIN DENGAN ALUR CERITA YANG SUDAH MENJADI MILIK SAYA SEPENUHNYA!!TOLONG JANGAN DIPLAGIATI!!

  • Cerita ini sudah dipost pada blog BAEKHYUN FANFICTION INDONESIA,EXO FANFICTION INDONESIA, GALLERY EXO SCHOOL, dan WATTPAD (akun milik saya)
  • Password bisa ditanyakan melalui bakexotic1009@gmail.com
  • RCL

In The Summary

“Aku juga tidak akan meminta ganti rugi apapun dari kalian.Dan, aku minta maaf atas perlakuan suamiku yang tidak pantas.”

#Hold Me Tight-14#

 

Baekhyun membawa  dua telur rebus dan air madu ditangan kirinya. Lalu, dengan roti yang ia gigit dibibirnya.

Brak!

Seorang anak kecil menabraknya, bawaan yang ia bawapun terjatuh.Baekhyun ingin marah, namun setelah melihat anak itu menangis ia hanya tertawa kecil karena teringat pada Joo Eun, putrinya. Baekhyun akhirnya berjongkok.

“Kkuma-ya, tak apa. Tak usah menangis..” ujar Baekhyun dan mengusap air mata anak kecil itu. Anak itu masih tak berhenti menangis. “Uljjima,,eoh?Orang tuamu dimana?” tanya Baekhyun pada anak itu. “Yaaa..tak apa, ini bukan salahmu.Ahjussi bisa membelinya lagi.Umm..kau mau Ice cream?” pertanyaan Baekhyun membuat anak itu langsung terdiam dan diikuti sebuah anggukkan antusias didetik berikutnya.

“Hei! mau kau apakan anak kami?” tiba-tiba seseorang lelaki datang dan mencegah Baekhyun. “Anakmu yang tak sengaja menabrakku, lalu aku tanya apa dia mau ice cream agar ia berhenti menangis, lalu dia jawab ‘ya’. Apa yang salah?”

lelaki itu hanya tersenyum miring dan menarik lagi anaknya dan menyuruh istrinya agar segera pergi dari tenpat itu. “Aromamu saja, bau sekali alkohol.Pasti niatanmu itu untuk menculik anak kami ‘kan?!!Mengaku sajalah, dasar bajingan!!”

 

Bug!!

 

Lelaki itu mendaratkan tinjunya dipipi Baekhyun. Baekhyun tersungkur, merasa dihina ia tak terima, hatinya merasa semakin  kalut dan emosinya semakin menjadi, dan perkelahian tak dapat lagi dihindarkan.

 

#14-HMT

 

Ae Ri POV

“Ae Ri -ssi..” panggil Yun Hyeong, aku hanya menoleh sedangkan pikiranku masih pada kejadian semalam. “..soal tadi malam-‘ aku gelagapan dan segera teringat pada ponselku yang sedang dichager dan entah mengapa aku enggan untuk membahas kejadian itu.

“M-mian.. aku harus mengambil ponselku yang sedang dicharger  diruang sebelah, aku akan kembali lagi nanti.”ujarku terbata dan segera beranjak dari tempatku duduk.

*

*

“Gamsahamnida..” aku membungkukkan badanku pada seorang perawat yang sudah baik padaku karena sudah meminjamkan chargernya untuk ponselku yang sudah low-bat setelah menghubungi Kyung Soo kemarin malam.

Ketika aku menyalakan ponselku langsung masuk banyak notif dan panggilan tak terjawab dari Jackson dan juga sebuah pesan teks dari seseorang yang tak pernah kusangka akan mengirim sebuah pesan untukku.

Ya, siapa lagi kalau bukan Da Hyun.

Gadis yang menaksir Baekhyun sejak kami bertemu dengan Jackson di Club Aires pertama kalinya.

Aku men-touch dan membaca pesan lengkapnya.

From: Da Hyun

Ada baiknya kau segeralah menyelasaikan masalahmu antara kau dan lelaki itu.Kau sudah punya Baekhyun, jangan menyakitinya. Akan kupastikan banyak orang yang akan menyerangmu jika kau berani melakukan itu!Dan.segeralah pergi ke neraka jika kau terus membuat orang lain susah dan mengurusi rumah tangga kalian!Camkan itu!

Aku hanya menghela nafasku, dan kembali menuju ruangan rawat Yun Hyeong.Ya, dia mengalami kecelakaan walau aku tahu tak separah itu, aku tetap saja merasa khawatir padanya. Karena,setelah kulihat kontak diponselnya, tak ada seorangpun yang dapat kuhubungi agar bisa datang kerumah sakit, jadi aku memutuskan untuk merawatnya, hingga ia lebih baik, setelah itu aku baru akan pulang.

 

Dan, soal Baekhyun..mengapa aku jadi acuh padanya?mengapa semuanya jadi rumit seperti ini?Jika saja, ia bukan tipe pencemburu seperti itu..seandainya atau bahkan seharusnya ia mengerti situasi ini.Dan, tak seharusnya Baekhyun bersikap kekanakan seperti itu di saat orang lain harus mendapatkan pertolongan.Aku tidak akan marah padanya.

 

Tapi.. bahkan aku tak tahu dimana keberadaannya sekarang.

Aku membuka pintu kamar rawat Yun Hyeong, namun kamarnya kosong dan hanya ada semilir angin masuk karena jendela yang dibiarkan terbuka lebar dan gorden yang disingkap.Aku berjalan dan menemukan Yun Hyeong sedang ditaman terduduk dibawah pohon yang rindang dengan satu buku ditangannya.

 

Ia melihat kearahku, tersenyum dan melambaikan tangannya kearahku, menginterupsi agar aku segera kesana. Entah mengapa yang aku lakukan hanya tersenyum dan menganggukkan kepalaku, dimana seharusnya aku menolak ajakannya dan segera pamit pergi untuk mencari Baekhyun.

 

Aku mencoba menghubungi Baekhyun, namun ponselnya tak aktif.Setelah turun menggunakan lift aku berjalan menuju pintu kearah taman.Dan, lagi-lagi Yun Hyeong melambaikan tangannya padaku, aku hanya berjalan kearahnya seraya mengecek ponsel dan baru saja aku masukkan kekantong mantelku, ponselku terus saja bergetar, dan itu panggilan masuk dari Kyung Soo. Akupun menggeser layar hijau dan mendengarkan pembicaraannya.

 

“..Noona!Gawat!!..” nada Kyung Soo terdengar sangat panik, otomatis aku menghentikkan langkahku. “Waeyeo Kyung Soo-ah?” tanyaku, terdengar deruan nafas panjang diseberang telpon membuatku makin bingung.Sementara Yun Hyeong hanya memandangku dari kejauhan penuh tanya.

“..Hyung..Baekhyun-hyung dikantor polisi sekarang.”

“Mwo?!!”

Mataku melebar seketika, mendengar penjelasan Kyung Soo yang sungguh diluar dugaanku, bahkan ini lebih buruk daripada aku mendapat berita ia masuk rumah sakit. Pikiranku seketika kacau.

“..aku akan menjelaskannya nanti.Aku akan kirim alamatnya-‘

“..baiklah..aku akan kesana.”

Dengan segera aku menghentikkan langkahku,tanpa berpikir panjang lagi pada Yun Hyeong,aku segera kepintu keluar rumah sakit dan menyetop taksi yang ada menuju kantor polisi.

Ae Ri POV end

 

 

 

Yun Hyeong POV

Baru saja ia tersenyum kearahku,baru saja ia melangkahkan kakinya menuju arahku berada.Namun,ia berhenti tepat beberapa meter lagi, dan membalikkan badannya tanpa memerdulikanku lagi. Setelah menerima sebuah panggilan mendadak,entah hal mendesak apa itu. Yang jelas,ia benar-benar tak memerdulikanku lagi.

Apa ia sama paniknya, ketika ia mendapat kabar bahwa aku mengalami kecelakaan tadi malam?Apa sama seperti itu?

Yun Hyeong POV end

 

#Hold Me Tight 14#

 

Ae Ri berlari menuju kantor polisi,sesampainya disana ia segera melihat kesekeliling dan ia menemukan Baekhyun sedang dinterogasi oleh seorang polisi dan seorang lelaki dan istrinya yang menggendong seorang anak kecil.

 

“Baekhyun -ah..”panggil Ae Ri,namun yang dipanggil tak menoleh. “Apa kau walinya, Tuan Byun.Nona?” tanya seorang polisi yang berada dibalik meja dan komputer dihadapannya.

“Nde..aku istrinya, Park Ae Ri -imnida..Apa yang terjadi?”

“Hey!suamimu itu sudah memukul suamiku,dia juga berniat untuk menculik anakku.”

Ae Ri mengernyit mendengar perkataan istri lelaki itu. “..aniyeo!kau salah.Suamiku tidak pernah berbuat hal jahat seperti itu, aku akui dia memang emosian, tapi.. jika tak dipancing ia tak akan memukul orang lain hingga seperti itu.Dan juga, aku juga punya anak sepertimu!Jadi..jaga bicaramu.”

 

Brak!

“Ye!kalian itu bisa diam dulu tidak.Atau, begini saja kalian ambil jalan damai dengan mengisi formulir ini.Dan, suami kalian berdua bisa bebas.Cepatlah!Kalian kira aku tidak ada kerjaan lain?!?!” ujar polisi bermarga Go itu.

Ae Ri hanya menatap kesal polisi itu sebentar dan tetap mengisi formulir itu.

“Lalu, bagaimana dengan biaya pengobatan?” potong istri dari lelaki itu.

“Kalian bisa menyelasaikannya bersama.Cha~kalian bisa pergi sekarang.” ujar sang polisi dan kembali meninggalkan ruangan.

“Luka suamimu itu bisa kalian obati sendiri.Aku juga tidak akan meminta ganti rugi apapun dari kalian.Dan, aku minta maaf atas perlakuan suamiku yang tidak pantas.” ujar Ae Ri, ia lalu mengajak Baekhyun untuk berdiri.

“..Ae Ri, dia yang salah.”

Ae Ri meremas lengan Baekhyun agar lakinya itu diam sebentar.

“..kami permisi dulu.Kajja,baek!”

 

Sekeluarnya dari kantor polisi, Baekhyun melepaskan pegangan Ae Ri yang erat.Namun, Ae Ri kembali menariknya dan segera membawanya keapotek terdekat.

“Apa yang kau lakukan?..’ Baekhyun hanya terdiam dan menatap Ae Ri. Ae Ri semakin melotot dan menyuruh Baekhyun untuk duduk.

“Duduk!”

Baekhyunpun akhirnya menurut dan duduk dibangku yang berada didalam apotek itu. Sedangkan Ae Ri mulai mengompres luka Baekhyun dengan kapas yang sudah dibasahi alkohol.

“Aww..” ringis Baekhyun. “Tahan sebentar..’

“..maaf, Ae Ri -ah..” Baekhyun kembali bersuara seraya menatap istrinya dalam-dalam. Ae Ri masih sibuk menyiapkan perban dan plester untuk membalut luka Baekhyun.  “..aku tahu,pasti orang itu yang memulainya.Tapi, lain kali kontrol emosimu..jadi tidak akan terjadi hal seperti ini.” ujar Ae Ri masih sibuk membalut luka Baekhyun.

“…maafkan aku juga.karena, mendadak meninggalkanmu begitu saja.Jangan pernah berurusan dengan polisi lagi, itu lebih membuatku khawatir 10 x lipat dari pada aku dapat kabar kau masuk rumah sakit.” lanjut Ae Ri lagi, ia mengelus rambut Baekhyun.

Baekhyun memeluk Ae Ri erat, dibelainya rambut gadis itu.Apoteker yang berada dibalik etalase itu hanya menatap penuh iri dan yang lainnya ada yang merasa bahagia juga. Setelah selesai merekapun beridiri dan keluar dari Apotek dan berjalan menuju Apartemen mereka dengan bergandeng tangan.

“Lalu, bagaimana keadaannya sekarang?”

“Ia hanya mengalami shock berat dan ada beberapa goresan luka dikepalanya, tapi itu tidak berbahaya.”

“Baguslah..siapa yang menghubungimu tadi kalau aku dikantor polisi?”

“Ummm,Kyung Soo.”

“Pasti…suaramu terdengar panik sekali ya?Mengingat ekspresi wajahmu ketika kau datang tadi, aku menyukainya.” kata Baekhyun sambil terkekeh pelan.

“Jangan bercanda Baek.Atau..jangan-jangan kau membohongiku ya?!”

“Ti-dak..sungguh kok..aku akan menceritakannya dirumah nanti.”

“Berhentilah bertingkah kekanakkan,Byun Baek Hyun!” ujar Ae Ri seraya memukul dada Baekhyun pelan. Baekhyun hanya tertawa dan menggeleng.

“Tidak akan~~”

 

#Hold Me Tight 14#

Namsan Seoul, 12:33 PM

“Da Hyun -ah!” teriak Jackson dari kejauhan dengan antusias,sementara yang dipanggil hanya memanyunkan bibirnya karena sudah hampir 20 menit ia menunggu orang yang mengajaknya hang out hari ini, Yap! siapa lagi jika bukan Jackson.

 

Da Hyun menghentakkan high-heelsnya, ia menggeram kesal dan rasanya ingin mencubit pipi Jackson segera andai saja jika pipi Jackson mirip bakpao seperti Min Seok mantannya saat SMA.

 

Mantan kekasih yang paling tidak bisa Da Hyun lupakan.Entah apa dan kenapa. Karena, walau seorang Kim Da Hyun yang hidup di dunia kegelapan malampun bukan tipe gadis yang senang berpacaran atau ganti-ganti cowok.Karena, setelah Min Seok menjadi orang yang pertama yang ia taksir, yang kedua yang tidak lain dan tidak bukan adalah suaminya Ae Ri, Byun Baekhyun.

 

*tenang..bakal ada POV Da Hyun nanti sebagai bonus scene okay.Waiting aja haha**

 

“Ya!kau terlambat 20 menit.Kau tak tahu apa aku seperti orang bodoh menunggumu disini.”

“Tadi kau bilang padaku, kau mau kesalon dulu.Tapi, kau terlihat bersemangat hari ini. Kakimu sini.” Jackson tiba-tiba berjongkok, ia lalu menengadah lagi kearah Da Hyun. “Mau apa kau?”

“Sini, kakimu sebentar.” Jackson melepaskan high-heels Da Hyun dan menukarnya dengan flat shoes berwarna abu-abu. “kakimu tidak akan cepat lelah,jika begini. Ayo, kita beli minum dulu.” lanjut Jackson lagi membuat Da Hyun tak dapat berkata-kata apapun.

 

#Hold Me Tight -14#

 

Baekhyun POV

 

Kami pulang kerumah bersama, setelah bertikai lalu kembali lagi bersama.Seakan-akan momen ini terus terjadi secara berulang dan bertahap, dan semakin membuatku takut bahwa kenyataan dimasa setelah hari ini akan berkata lain, dimana ia semakin jauh dariku, dimana ia menjadi orang yang paling mengacuhkanku, demi seorng lain yang lebih baik dariku. Dan, menjadi orang yang meninggalkanku demi merancang kebahagiaannya seorang diri.

 

Aku merasa keadaan semakin sulit, ditambah janji yang pernah aku buat, aku semakin takut jika dia mengingkarinya demi orang itu. Oh, ayolah Byun Baekhyun! Mengapa kau jadi paranoid begini, dia sudah punya ikatan sah denganmu, dia Istrimu, baik secara hukum ataupun agama, untuk apa kau menakutkan hal-hal itu. Kau semakin bodoh saja.

 

 

Sial.Aku kembali teringat pada kejadian malam tadi.Bodoh sekali kau Byun Baekhyun.

 

Flashback

Ae Ri menepis genggaman tanganku dan berlari menuju jalan besar, menyetop sebuah taksi dan tak lama setelah itu taksi kembali melaju. Sedangkan hujan turun dengan derasnya malam itu.

 

Aku mengikuti Ae Ri dari jauh, taksi berhenti diperempatan jalan, begitu juga denganku. Aku berhenti diseberang jalan ketika Ae Ri berjalan menemui Yun Hyeong, lelaki itu sudah berlumuran darah dibagian kepala, tapi ia masih cukup sadar dan hanya duduk ditepi jalan. Sedangkan, mobilnya hancur lumayan parah dibagian depan.

 

Suara hujan begitu lebat, membuat aku tak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan, yang jelas Yun Hyeong terlihat mengatakan sesuatu, kemudian ia mengecup bibir Ae Ri singkat.

Aku membeku, dengan mata kepalaku sendiri. Seorang suami melihat istrinya dicium oleh lelaki lain, dan tak dapat melakukan apapun? Sungguh hal bodoh, Byun Baek Hyun!

 

aku kembali tersadar, ketika sirene ambulan datang dan menghampiri mereka. Aku berjalan berbalik melawan arah, berusaha melupakan saja apa yang baru saja aku lihat.Namun, tidak semudah itu.

 

Flashback End

 

Saat itu, tak ada amarah yang terpancar dari matanya. Hanya terkejut. Ekspresi yang sama. Saat aku mencium Ae Ri untuk pertama kalinya, ketika kami pergi kesungai bersama-sama.

 

*Hayoo..inget gak itu scene dichapter berapa?

 

 

“Baek?” panggilnya, aku menoleh. Ae Ri berjalan mendekat kearahku.Terpancar dari matanya bahwa ia ingin mengatakan sesuatu yang penting, kiranya ia membutuhkan persetujuan dariku untuk melakukannya.

“Ada apa dengan tatapanmu?Kau ingin melakukan sesuatu dan meminta persetujuanku, ya ‘kan?” tebakku lebih dulu sebelum ia berkata apapun, dan benar saja. Jawabannya hanya anggukkan kecil dan seulas senyuman ragu.

“Song Corporation sedang membuka lowongan kerja untuk menjadi karyawan tetap dibagian lapangannya, Apa kau mengijinkan jika aku mencoba melamar disana?-‘

“Tapi..aku belum mendapatkan kabar apapun mengenai hal itu?Media juga belum memberitakan hal itu.”

Ae Ri menggaruk tengkuknya yang aku tahu itu tak gatal. “Umm..Yun Hyeong yang memberitahuku lebih dulu soal ini,karena ia pasti tahu aku harus meminta ijinmu, dan itu bukan waktu yang sebentar..”

Aku mengangguk dan membenarkan apa yang ia katakan.Aku akan egois jika tidak membiarkannya bekerja, ditambah biaya rumah sakit Joo Eun yang belum terbayar, dan aku juga yang belum menemukan titik terang dimana aku harus bekerja sekarang. Sebenarnya, bisa saja aku kembali melamar diperusahaan farmasi,atau apotek atau apalah tapi aku khawatir. Khawatir membuka luka lama bagi kami berdua.

 

“Aku akan mempertimbangkannya, nanti akan aku beritahu jika aku sudah tahu jawabannya.”

Ae Ri tersenyum padaku. “Terimakasih,Baek!” ujarnya, ia memelukku, sebuah senyuman lebar tertaut dari bibirnya, terlihat sangat bahagia. Walau, entah mengapa matanya memancarkan sebuah kesenangan lain,dan aku tahu apa itu.

Aku membalas pelukannya lalu mengelus pucuk ranbutnya, hal biasa yang sering aku lakukan ketika aku memeluk Ae Ri.

 

‘Apa aku masih dapat mempercayaimu? Park Ae Ri?’

 

Seolah-olah, aku takut bahwa pelukannya itu adalah hal yang terakhir yang ia berikan sebagai seorang istri Byun Baekhyun.

 

Baekhyun POV end

 

Baekhyun mengetik beberapa pesan teks untuk Jackson.

To: Jackson

–Ya!apa kau punya waktu sore ini?–

 

Ting Tong!

Ada balasan dari Jackson.

From: Jackson

— :D. Mian,Hyung!Aku sedang date dengan Da Hyun #ppyuppyu^^ T_T–

 

Baekhyun menggeleng dan terkekeh kecil sambil mengetik beberapa kalimat.

From: Baekhyun

 

–Arra!Congrat! XD..–

 

“Mengapa kau senyum-senyum sendiri?Kau gila ya Baek?” ledek Ae Ri dan duduk disamping Baekhyun lalu meyetel televisi.

“Akhirnya, ada yang baru saja memenangkan hati seorang ratu es.”

Ae Ri membulatkan matanya, terlihat ia begitu antusias mendengar perkataan suaminya itu. “Jjinjja?Nugu?”

“Jackson!” Baekhyun merangkul Ae Ri. “…ia berhasil mengajak kencan Da Hyun. Hhh, aku senang sekali.” lanjut Baekhyun lagi.

Ae Ri terdiam sejenak, mendengar apa nama yang Baekhyun sebut tadi. Jika Baekhyun tahu soal sms itu, pasti ia akan memarahi Da Hyun. Ia pun mengambil ponselnya dan segera menghapus sms dari Da Hyun.

“Tapi..mengapa kau bisa menyebutnya dengan ratu es?”

“Umm.. ada satu hal yang terjadi jauh sebelumnya.”

“Apa?Kau tak pernah bercerita..”

Baekhyun hanya menaikkan bahunya dan tersenyum.

To be continued..

Iklan

Give Your Comment ~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s