[Chapter 13] Hold Me Tight: Storm

— Hold Me Tight–

RahayK STORYLINE Proudly present’s

Byun Baek Hyun | Irene Bae | Song Yun Hyeong

PG 15

AU^Dark^Drama^Life^MarriedLife

WARNING!!!

HARAP UNTUK PARA READER’S ATAU PIHAK MANAPUN TIDAK MENGCOPY APALAGI MEREPOST ULANG CERITA INI DENGAN MENGGANTI NAMA AUTHOR ATAUPUN PEMAIN DENGAN ALUR CERITA YANG SUDAH MENJADI MILIK SAYA SEPENUHNYA!!TOLONG JANGAN DIPLAGIATI!!

  • Cerita ini sudah dipost pada blog BAEKHYUN FANFICTION INDONESIA,EXO FANFICTION INDONESIA, GALLERY EXO SCHOOL, dan WATTPAD (akun milik saya)
  • Password bisa ditanyakan melalui bakexotic1009@gmail.com
  • RCL

In The Summary

“Hmm,hari-hari begitu sulit..begitulah..”

–Chapter #13–

 

Yun Hyeong melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Pikirannya kalut, begitu juga dengan perasaannya.

 

13 tahun lalu..

“Ibu, jangan tinggalkan aku dan Noona..Ayah juga belum pulang, ibu harus izin dulu pada ayah jika ingin pergi.”

Seorang anak lelaki menahan lengan sang ibu dengan air mata membasahi pipinya. “Ji Eun, Yun Hyeong anak-anak ibu tersayang, apa kalian menyanyangi Ibu?” pertanyaan sang ibu membuat kedua anak itu mengangguk bersamaan.

“Kami sayang ibu, Kajimaseyeo..”lirih Ji Eun memohon.

“Untuk itu, jika kalian menyanyangi ibu biarkanlah ibu pergi.Eoh?”

“Apa yang kau tunggu?Ayo cepatlah, kita akan ketinggalan pesawat.” kata seseorang lelaki yang menunggu diluar dengan mobil sedannya.

“Baiklah, jaga diri kalian.Jaga ayah kalian, Ji Eun dan juga putra ibu Yun Hyeong-ie,, jangan pernah sakit.Ibu pergi dulu.” sang ibu pergi dari rumah dan membawa koper besar.

Lelaki itu mengecup kening ibu Yun Hyeong dan segera memeluknya erat. Kemudian, mereka masuk kemobil dan mobil melaju pelan.

Yun Hyeong berlari keluar rumah, berusaha mengejar mobil itu. “Ibuuu!!!Kajimaseyo!!! Ibu!!!Aku ikut bu!!!” ia terus berlari hingga ia berjatuh dan kakinya berdarah.

“Yun Hyeong-ah~~, gwaenchanha?!?Kakimu berdarah,ayo kita pulang.”

“Bagaimana dengan ibu?Ibu akan kembali ‘kan?”

“Jangan pernah mengingatnya lagi. Sekarang hanya ayah,kau dan aku.Jangan pernah merebut apa yang sudah menjadi milik orang lain.Jangan pernah ya, Yun Hyeong-ah.”

 

Flashback end

 

#Hold Me Tight#

“Terimakasih banyak atas pesta kejutannya, Jackson dan aku juga berterimakasih pada Da Hyun.”

Da Hyun menunjuk dirinya heran “Aku?Kenapa?Aku rasa aku tak melakukan apapun.”

Ae Ri tersenyum dan menepuk bahu Da Hyun pelan. “Pasti dress yang kupakai ini atas pilihanmu ‘kan?”

“Tidak, Itu memang pilihannya Baekhyun Oppa kok.”

Ae Ri memandang Baekhyun ia menaikkan alisnya, memastikan apa yang dikatakan Da Hyun yang sudah setengah mabuk memang benar. “Iya, itu pilihannya Baekhyun, Noona.”

Ae Ri terkekeh malu. “Benarkah,Baek?” tanya Ae Ri pada sang suami akhirnya. Baekhyun hanya menggeleng kecewa seraya mendecak kecil dan segera keluar dari restaurant.

Ae Ri merasa bersalah dan mengejar Baekhyun. “Baek?Kau marah?”

“Tidak, aku memang tidak paham dan tidak bisa memilih model yang bagus untuk dress mu.”

“Baek aku tidak bermaksud -‘ ucapan Ae Ri terhenti begitu ponselnya bergetar dan itu dari Yun Hyeong.

 

“Yeobseyeo?Yeobseyeo?”

tak ada jawaban diseberang telpon.

“Mwo?Kau ada dimana?” raut wajah Ae Ri berubah menjadi panik.

“Baiklah, tunggu disana. Aku akan segera kesana.”

Ae Ri segera kembali kedalam restaurant, mengambil skarf dan mantelnya. Baekhyun menahan lengan Ae Ri agar tidak pergi.

“Kajima.Dia punya keluarga ‘kan?”

“Baek!Ini bukan situasi dimana kau bisa melarangku, Yun Hyeong mengalami kecelakaan. Aku tahu ini tidak separah yang kupikir tapi, tetap saja ia membutuhkan seseorang untuk membawanya kerumah sakit.Lepaskan aku.” Baekhyun terdiam sejenak, entah mengapa tangannya terasa melemas begitu saja hingga dengan mudahnya Ae Ri melepaskan genggamannya dan pergi dari sana.

 

Hanya melihat punggung istrinya berjalan menjauh, dan menaiki taksi yang ia stop beberapa saat lalu, dan taksi kembali melaju.

 

#Hold Me Tight#

Hujan mengguyur ketika Ae Ri tiba ditempat kejadian.Mobil Yun Hyeong masih disana, dengan kondisi rusak parah dibagian depan. keadaan jalan tampak lengang dan sepi. Dan, terlihat Yun Hyeong yang sedang terduduk sendirian ditepi jalan. Ae Ri berjalan mendekat, ia menyentuh bahu lelaki itu.

 

“Yun Hyeong-ah, gwaenchanha?” Yun Hyeong masih terdiam tak bergeming, tatapannya masih pada aspal jalanan dan penuh kekosongan. Ae Ri duduk disamping Yun Hyeong

“Yun Hyeong-ssi, kau harus segera mendapat perawatan.Luka ditangan dan dahimu akan terinfeksi nanti.Ayo, aku antarkan kau kerumah sakit.” Ae Ri mengajak Yun Hyeong untuk berdiri,namun malah Ae Ri kembali jatuh terduduk disamping Yun Hyeong.

“Ini bukan kesalahan.Ae Ri-ya,katakan padaku bahwa ini bukanlah kesalahan..Aku mohon padamu..” kata Yun Hyeong dengan suara yang parau. Air matanya bercampur menjadi satu dengan air hujan yang turun semakin lebat. Ae Ri terdiam sejenak ia hanya memandang Yun Hyeong tak mengerti. Sedangkan, ponselnya yang terus-terusan semenjak tadi bergetar tak juga dihiraukan oleh Ae Ri.

 

Wajah Yun Hyeong mendekat tiba-tiba dan mengecup bibir Ae Ri singkat. Membuat Ae Ri membeku, karena kaget. Setelah itu Yun Hyeong tak sadarkan diri, dan jatuh dibahu Ae Ri.

“Yun Hyeong-ssi!! Yun Hyeong-ssi!!”

 

#Hold Me Tight –13#

“Tidak ada luka serius, dan luka luarnya sudah kami obati.Pingsannya tuan Yun Hyeong disebabkan tekanan yang tiba-tiba datang padanya secara langsung tanpa tahap.Setelah ia sadar, dan psikologisnya membaik tuan Song diperbolehkan pulang.Saya permisi dulu.”

“Gamsahamnida,dokter.”

 

**Hold Me Tight**

Ae Ri mengeluarkan ponselnya, dilihatnya begitu banyak panggilan tak terjawab dari Baekhyun. Ae Ri mencoba menghubungi lelaki itu, namun ponselnya tidak aktif.

 

Ia mencoba menghubungi seseorang.

“Kyung Soo -ah, ini aku Ae Ri istrinya Baekhyun.”

“Eoh noona, ada apa menelponku larut malam?”

“Ehm, maaf sekali mengganggumu larut malam. Tapi, bisakah kau memastikan apakah Baekhyun sudah berada dirumah sekarang?Maaf sekali aku merepotkanmu.”

“Eoh, tak apa Noona. Aku akan mengecheck nya sekarang.Nanti, aku akan menghubungimu kembali lagi.”

“Baiklah, gomawo.. Kyung Soo-ah”

 

**

1 pesan diterima.

From: Jackson

“Begitu Noona pergi, Hyung juga ikut pergi.Dan, ia tak kembali lagi ke restaurant.”

 

From: Ae Ri

“Baiklah, terimakasih.”

 

**

Ponsel Ae Ri kembali bergetar, dan itu dari Kyung Soo.

“Dia, belum pulang Noona.Nanti, jika hyung kembali aku pasti akan menelponmu lagi.”

Ae Ri menghela nafasnya pelan. “Baiklah Kyung Soo. Maaf sekali mengganggumu. Terimakasih banyak.”

“Tidak masalah.”

**

“Ahjumma, dua botol sojunya.” Baekhyun duduk disudut kedai itu. Tak lama, seorang pelayan muda membawakan pesanan Baekhyun.

“Omo!Kau Byun Baekhyun ‘kan?Baekhyun -ssi, matjyeo?” ia segera menarik kursi yang berada didekat Baekhyun dan duduk dihadapannya.

“Kau Seul Gi?Kang Seul Gi?Oraemaniya~~”

“Yaa~Aku kira kau lupa padaku.Oh ya, mengapa dimusim Semi indah ini kau malah mabuk-mabukkan, Apa yang terjadi?” pertanyaan Seul Gi membuat wajah Baekhyun berubah dalam hitungan detik.

“Hmm,hari-hari begitu sulit..begitulah..” Baekhyun meneguk soju untuk yang ketiga kalinya. Seul Gi mengangguk pelan. “Oh ya!Baekhyun-ssi.. aku belum sempat mengucapkan terimakasih padamu untuk yang waktu itu.” Baekhyun menggeleng “Tidak.Itu sudah berlalu,jangan dipikirkan lagi.Kau bekerja disini?”

“Aku hanya mencari kesibukkan, ini kedai milik ibu mertuaku yang sedang sakit. Jadi, aku membantu ayah suami ku untuk menjalani kedai ini.Aku dengar, pak Jang baru saja masuk penjara atas laporan seorang karyawan mengenai pelecehan seksual.”

“Benarkah?Dari mana kau tahu?”

“Suamiku seorang polisi dibagian kriminalnya.Ketika ia datang, ia selalu bercerita apa saja yang terjadi dikantornya.Aku tahu, tidak boleh seperti itu. Tapi, memang ia tipikal orang yang seperti itu.Aku suka kejujurannya.Tapi, aku tak cukup jujur padanya..”

“Seul..boleh aku bertanya satu hal padamu?”

Seul Gi menaikkan alisnya, ia tentu menunggu apa yang mau ditanyakan Baekhyun.  “Seul Gi -ah.. kita bisa merapihkan toko dan tutup setelah pelanggan terakhir usai. Se Hun menelponku tadi, bahwa ia harus segera bertugas dan meninggalkan Ibu dan Ji Min dirumah.”

“Nde~~ Abeonim~!Baekhyun -ah, begini saja temui aku ditaman bermain diujung jalan sana.Aku akan segera kesana setelah menutup tokonya.”

“Baiklah, aku pergi sekarang. Aku akan menunggumu disana.”

 

#Hold Me Tight *13#

Seul Gi  berjalan dan memasuki taman, ia menghentikkan langkahnya sebentar, melihat Baekhyun yang sedang duduk diayunan.

‘Bagaimana bisa, kehidupannya begitu rumit dariku?’ ia bergumam sebentar segera setlah itu kembali melangkah dan duduk diayunan disamping Baekhyun.

“Kau menunggu lama disini?” Seul Gi menendang kerikil kecil yang berada dibawah kakinya.

Baekhyun menggeleng, lalu menoleh kearah Seul Gi. “Ya.. aku punya seorang teman yang sudah mempunyai istri.”

“Lalu?”

“Ia.. bercerita padaku bahwa ia melihat istrinya dicium oleh lelaki lain, dibibirnya.”

“Bagaimana reaksi istrinya itu?Apa, temanmu langsung menghajarnya?”

“Tidak, ia hanya melihatnya dari kejauhan. Sedangkan, reaksi istrinya setelah dicium hanya terdiam dan sedikit terkejut mungkin, dia tidak marah atau.. menganggap lelaki itu sudah kurang ajar padanya.”

“Yah..hal yang paling mungkin adalah memang mereka sudah selingkuh atau hal semacamnya. Jika tidak, istri temanmu itu paling tidak sudah menampar pipi lelaki itu setelahnya. Setahuku, itu adalah reaksi pertamanya saat perempuan merasa dilecehkan..”

Ponsel Seul Gi berbunyi

“Yeobseyeo?Ne.. aku akan segera pulang.” Seul Gi mematikan panggilan itu dan segera beranjak. “Maaf Baekhyun -ssi. Aku harus segera pulang, suamiku tiba-tiba ada tugas jadi meninggalkan anakku sendirian dirumah.”

“Gwaencanha.. aku juga ingin pulang..Hati-hati..” ujar Baekhyun seraya menaruh kedua tangannya dikantung.Seul Gi menepuk bahu Baekhyun dan berjalan meninggalkan taman itu.

“Seul Gi -ssi..” panggil Baekhyun, yang dipanggil hanya menoleh seraya mengangkat alisnya. “Terimakasih sudah mau mendengarkan ceritaku..”

Seul Gi mengulas senyuman. “Kau bisa datang kapanpun.Semoga, permasalahanmu cepat terselesaikan..” gadis itu kembali berjalan dan menghilang dibalik perempatan jalan.

 

#Hold Me Tight*13#

 

Da Hyun terbangun dari tidurnya, merasa haus ia segera beranjak menuju dapur dan membuka kulkas. Ketika ia menutup pintu kulkas, seseorang duduk dimeja makan dengan wajah yang memutih karena cahaya membuat ia berteriak kaget.

“Aaaaa!!!” Da Hyun mengernyit sebentar, menegasi apa yang ia lihat yang ternyata itu Jackson. “Ya Tuhan!!untung aku tidak punya riwayat jantung, tengah malam kau duduk disitu sama seperti hantu tahu!  Dasar bodoh!”

Jackson hanya menyengir kecil, setelah itu ia kembali sibuk dengan ponselnya. “Maaf. Kenapa kau terbangun?” tanya Jackson masih menatap layar ponselnya. Da Hyun duduk dihadapannya. “Aku haus.Lalu kau sendiri?Jangan bilang kau masih mengurusi urusan rumah tangga mereka, Wang?!?”

Jackson menggaruk tengkuknya dan segera beranjak dari tempatnya. “..aku yang membuat permasalahan ini, jadi aku pikir aku harus meluruskan semuanya..”

Da Hyun mendecak pelan dan menggeleng. “kau itu bodoh atau apa?dengar, mereka lebih dewasa dari kita.Jadi, Wang.. maksudku, tak perduli  apakah kau atau siapapun yang mempertemukan Ae Ri dengan Yun Hyeong atau apalah itu, itu bukan salahmu.Itu masalah mereka, jadi jangan ikut campur.”

“Tapi.. apa kau yakin mereka bisa menyelesaikannya?”

Da Hyun menoyor kepala Jackson gemas. “Aku sudah bilang padamu tadi.Sudahlah, jangan dipikirkan!Membuatku susah saja!”

Jackson terdiam sejenak. “Ya..Da Hyun -ah, kau bilang apa tadi?”

“Aku mau tidur,jangan ganggu aku!” Da Hyun kembali kekamarnya dan membanting keras pintunya.

“Menyusahkanmu?Jadi…selama ini kau memikirkan aku?Da Hyun -ah.. bagaimana kalau besok kita jalan-jalan?”

Da Hyun tersenyum kecil didalam kamar mendengar ajakan Jackson. Ia kembali membuka pintunya dengan muka cuek, dan menatap malas Jackson yang berada didepan pintunya.

“Mwoo.. akan aku pikirkan..Wang Jackson.”

Jackson membeku sesaat, mencoba untuk mencerna lagi apa yang Da Hyun katakan barusan. Matanya melebar, ia melompat kecil dan kembali kekamarnya.

“Asa!!!”

 

Da Hyun membuka ponselnya. Mengetik beberapa kata sebagai pesan teks untuk Ae Ri.

To: Istri jahatnya, Byun Baek -Oppa.

Ada baiknya kau segeralah menyelasaikan masalahmu antara kau dan lelaki itu.Kau sudah punya Baekhyun, jangan menyakitinya. Akan kupastikan banyak orang yang akan menyerangmu jika kau berani melakukan itu!Dan.segeralah pergi ke neraka jika kau terus membuat orang lain susah dan mengurusi rumah tangga kalian!Camkan itu!

 

Setelah itu, dengan yakinnya ia mengirim tombol ‘send’ dan kembali memejamkan matanya.

 

#Hold Me Tight*13#

 

Yun Hyeong POV

Aku mengerutkan keningku sesaat ketika aku membuka kedua mataku,mengerjap beberapa kali hingga seluruh cahaya masuk kedalam mataku.

Hal pertama yang kulihat adalah langit-langit putih dan gorden putih yang tertiup oleh angin.Kepalaku kembali merasa sakit setelah berusaha mencoba apa yang terjadi semalam, dan aku membulatkan mataku didetik berikutnya, melihat sosok yang tertidur dengan posisi duduk dan kepala yang tertempel ditepi tempatku berbaring.

 

Dia..

 

Ae Ri.

 

Park Ae Ri.

 

Yun Hyeong POV

 

** Ae Ri terjatuh setelah didorong oleh Da Hyun, dan beberapa orang lain yang mengerubunginya. “Ya!Park Ae Ri!Tidakkah kau merasa bersalah atas apa yang kau lakukan?” kata Da Hyun dengan mata melotot.Dan, beberapa orang lain ikut berbisik, sedangkan Ae Ri hanya menggeleng.

“Benar!Aku rasa dia tak pernah bersyukur sama sekali.” ujar Seung Wan sinis

“Noona..apa kurangnya Baek Hyun Hyung untukmu?”tanya Jackson dengan nada lirih dan mata berkaca-kaca.Ae Ri hanya menangis dan menggelengkan kepalanya.

“Jika kau seperti itu, maka ceraikanlah saja dia!” ujar Kyung Soo dengan nada menekan dan marah.

“Dasar gadis serakah!”rutuk Jin Hwan seraya tersenyum miring.**

 

Yun Hyeong tersenyum kecil, ketika melihat Ae Ri mengerutkan keningnya dan menimbulkan garis kerut disana seperti orang sedang berpikir keras.Diam-diam telunjuknya bergerak dan hampir menyentuh dahi Ae Ri. Namun, tiba-tiba saja gadis itu tersentak dan membuka matanya. Nafasnya terengah dan keringat keluar dari pori-pori kulitnya.

“Ada apa?Kau mimpi buruk?” tanya Yun Hyeong. Ae Ri baru melihat Yun Hyeong setelah ia bersuara, dan hanya mengangguk pelan.

“Oh ya, Ae Ri -ssi..” kata Yun Hyeong lagi. “Nde?” respon Ae Ri singkat, ia hanya melihat kearah luar, dimana matahari sudah naik ke permukaan dipertengahan musim semi ini.

“Aku pikir.. perusahaanku sedang membutuhkan karyawan baru, kau bisa mendaftar kalau kau mau.Anggap saja, itu sebagai rasa terimakasihku.” kata Yun Hyeong dengan senyuman lebar. Ae Ri mengulas senyum simpul dan mengangguk. “Nde, gamsahamnida.. tapi,, apa aku boleh membahasnya dengan suamiku dulu?” tanya Ae Ri agak ragu. “Tentu saja..Ae Ri -ssi..’

“Nde?”

“..soal tadi malam-‘

“M-mian.. aku harus mengambil ponselku yang sedang ku-charger diruang sebelah,nanti kita bicara lagi.” potong Ae Ri dan segera berjalan keluar dari kamar itu.

 

#Hold Me tight*13#

Ae Ri berjalan dilorong rumah sakit dan kembali menuju ruangan Yun Hyeong dirawat. Ia membuka pintu kamar, namun ia tak berada disana, kamarnya kosong dan hanya ada jendela yang terbuka lebar dan gorden yang disingkap.

 

Ae Ri melihat kearah luar yang langsung menembus ketaman rumah sakit, dan disanalah ia kembali menangkap sosok Yun Hyeong sedang duduk dibangku taman dan membaca buku.Gadis berambut hitam itu mentautkan sedikit senyuman yang entah mengapa terukir begitu saja disudut bibirnya.

 

Ia pun segera keluar, membawa ponsel dan mantelnya menuju taman, dimana Yun Hyeong berada.Dan, tepat sekali ketika ia melewati pintu keluar, Yun Hyeong melihat kearah Ae Ri berada, lelaki itu mengisyaratkan agar Ae Ri segera menghampirinya. Ae Ri hanya tersenyum dan mengangguk.

 

Drrrttt

Drrrrttt

Drrrrtttt

 

Langkah Ae Ri terhenti, karena ponselnya yang tak berhenti bergetar, dan ada panggilan masuk dari Kyung Soo, ia pun mnggeser tombol hijau seraya kembali melangkahkan kakinya, menghampiri Yun Hyeong yang berjarak 4 meter lagi darinya.

“Noona…gawat!” suara diseberang begitu panik membuat otomatis Ae Ri menghentikkan langkahnya.

“…Hyung… dia dikantor polisi  sekarang..!”

“Mwo??!!”

Mata Ae Ri membulat kaget,langkahnya benar-benar terhenti saat mendengar penjelasan Kyung Soo dari seberang telpon.

 

–TBC–

Iklan

Give Your Comment ~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s