[Chapter 12] Hold Me Tight: Her Graduation

— Hold Me Tight–

RahayK STORYLINE Proudly present’s

Byun Baek Hyun | Irene Bae | Song Yun Hyeong

PG 15

AU^Dark^Drama^Life^MarriedLife

WARNING!!!

HARAP UNTUK PARA READER’S ATAU PIHAK MANAPUN TIDAK MENGCOPY APALAGI MEREPOST ULANG CERITA INI DENGAN MENGGANTI NAMA AUTHOR ATAUPUN PEMAIN DENGAN ALUR CERITA YANG SUDAH MENJADI MILIK SAYA SEPENUHNYA!!TOLONG JANGAN DIPLAGIATI!!

  • Cerita ini sudah dipost pada blog BAEKHYUN FANFICTION INDONESIA,EXO FANFICTION INDONESIA, GALLERY EXO SCHOOL, dan WATTPAD (akun milik saya)
  • Password bisa ditanyakan melalui bakexotic1009@gmail.com
  • RCL

In The Summary

“Ini D-Day nya istriku, bagaimana aku melewatkannya begitu saja?”

#Hold 12 Me Tight#

 

–Previous–

 

“Omo!Baekhyun -ssi!!” sapa seseorang. Baekhyun memberi hormat. “Anyeonghaseo, Seung Wan -ssi. Kau habis berkunjung?” Seung Wan mengangguk ia kembali menuruni tangga.

“Hmm, yah. membicarakan urusan perempuan. Ae Ri bilang kau keluar sebentar tadi.Oh ya!Kau akan datang kewisuda Ae Ri besok ‘kan?”

Baekhyun menangguk mengiyakan. “Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu.”

Seung Wan menuruni anak tangga dan turun kelantai 5. “Haduh!semoga aku tidak salah,memberikan dress itu pada Ae Ri sekarang.Aah, tidak-tidak. Itu amanat  tentu harus disampaikan bukan?Kerja bagus, Son Seung Wan!”

 

#C H A P T E R 1 2#

Baekhyun menekan beberapa pin dan membuka pintunya. Ia mencari Ae Ri didapur namun gadis itu tak ada. Pintu kamar mereka sedikit terbuka, Baekhyunpun berjalan menghampiri dengan wajah yang sumringah.

 

“Ae Ri-ya!! Aku membawa sesuatu untukmu-‘ Baekhyun membuka pintu kamar, langkahnya terhenti. Ia melihat Ae Ri yang tengah mengenakan dress lain yang jauh lebih cantik dari yang ia belikan untuk istrinya itu.

 

“Baek?kau sudah pulang.Maaf, aku tidak mendengarmu. Bagaimana?Apa terlihat bagus?” Ae Ri menghampiri Baekhyun. Baekhyun hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Hmm,apapun terlihat bagus jika dipakai olehmu.Tapi, apa dress itu dari Seung Wan?”

Ae Ri mengernyit kemudian tersenyum “Eoh!bagaimana kau tahu?Seung Wan bilang padamu?Tapi, yang ditanganmu itu apa,Baek?”

Ae Ri melirik kebelakang punggung dimana tangannya menyembunyikan sesuatu disana.

“Ehm,bukan apa-apa. Sudah segera ganti bajumu,besok kau akan memakainya, jadi tak boleh kotor ‘kan?Cepat masuk.” Baekhyun mendorong Ae Ri kekamar mandi dan segera menutup pintunya.

 

***

“Seung Wan -ssi, disini.” Yun Hyeong mengangkat tangannya begitu Seung Wan masuk kedalam Cafe, gadis itu tersenyum simpul dan segera menghampiri Yun Hyeong dan duduk dihadapannya.

“Anyeonghaseo, Yun Hyeong -ssi..Apa anda sudah menunggu lama disini?” tanya Seung Wan.

“Tidak, apa kau mau kupesankan minum,Seung Wan-ssi?”

Seung Wan terkekeh dan menggeleng. “Aniyeo, aku tak minum coffe.Amanatmu, sudah kusampaikan pada Ae Ri, Yun Hyeong -ssi.”

Yun Hyeong tersenyum lebar. “Apa ia menyukainya?Apa ia akan menggunakan diwisudanya besok?”

“Yaa, tentu saja. Ia terlihat sangat menyukainya.Beruntung, saat aku disana suaminya sedang tak dirumah.”

“Terimakasih banyak, Seung Wan -ssi.”

 

#Hold Me Tight#

D-Day^^

 

“Ae Ri -ya..kau akan diwisuda dengan wajah seperti itu?” tanya Baekhyun yang sedang merapihkan rambutnya dengan gel. Ae Ri masih sibuk mengikat rambutnya dan memoles bedak tipis diarea wajahnya.

 

“Tidak, aku akan make-up diauditorium kampus.Akan cukup waktu sebelum wisudanya dimulai.”

Ae Ri sudah menggunakan dress yang ia coba tadi malam lebih dulu daripada make upnya.

“Baiklah, terserah tuan puteri saja.”

 

***

Setelah hampir 10 menit taksi tak ada yang lewat.Mau tak mau Ae Ri berjalan kehalte bus untuk menuju kampus. Tentu saja, Baekhyun yang membawa peralatan yang Ae Ri butuhkan.

 

“Baek!Busnya sudah datang.Ayo!” Ae Ri tersenyum usil yang melihat Baekhyun kesusahan membawa peralatan Ae Ri. Bus tampak lengang, namun, meski begitu tempat duduk tetap penuh. Ae Ri dan Baekhyun berdiri saling membelakangi.Entah mengapa, Ae Ri tersenyum sendiri, ia merasa bahagia hari ini. Dan, beberapa orang didalam bus tampak berdecak kagum melihat bertapa cantik dan anggunnya Ae Ri hari ini, Baekhyun yang memang menyadari itu, hanya terkekeh kecil seraya melirik Ae Ri sebentar.Sedangkan, yang dikagumi hanya menunduk karena Ae Ri tak terbiasa berpakaian seperti itu. Membuatnya tak nyaman, ditambah dengan heels yang membuat kakinya terasa mau patah.

 

“Pemberhentian selanjutnya, KH University. KH Univeristy..”

 

Ketika turun dari bus, sudah ada beberapa junior yang menunggu dipintu masuk. “Hyung, sini aku bantu bawakan barangmu.”

“Aah, keauditorium ya. Karena, Ae Ri belum make -up.”

“Tentu saja, semua sunbae wanita memang berdandan disana.Dan, kau tampak keren hari ini, Hyung!” puji Chan Woo, membuat Baekhyun terkekeh malu.

“Tidak ah! biasa saja.Oh ya!bisakah aku meminjam motormu sebentar?”

Chan Woo merogoh kantong jaketnya dan mengeluarkan kunci motornya dan memberikannya ke Baekhyun.

“Jangan beritahu Ae Ri, jika ia bertanya bilang saja aku lupa bawa ponsel dan kembali keapartemen. Kau bisa bawa semua ini ke auditorium ‘kan?Aku mengandalkanmu, Chan Woo -a!”

Belum sempat menjawab, Chan Woo sudah ditinggal sendirian didepan pintu auditorium, ia segera masuk kedalam dan hanya menggelengkan kepala.

 

#Hold Me Tight#

“Dimana Baekhyun,Chan Woo-a?” tanya Ae Ri. Chan Woo membantu Ae Ri membuka peralatan make upnya. “Umm,ponselnya ketinggalan. Jadi ia kembali sebentar.Nanti, ia akan kesini lagi kok, Pasti.” Mendengar penjelasan Chan Woo, Ae Ri hanya mendengus kecil.

“Baiklah, terimakasih.”

Beberapa mahasiswi masih sibuk memake -up diri mereka masing-masing. Ae Ri membuka kotak berpita emas dimana itu adalah kotak yang Baekhyun bawa pulang dengan shopping bag.

“Ya ampun, ini indah sekali.Dan juga cantik.” gumam Ae Ri seraya tersenyum kecil.

 

Ae Ri POV

 

Baekhyun membelikanku dress cantik ini,tapi aku tak mengerti mengapa ia membatalkan niatnya untuk memberikannya padaku. Apa ia merasa, gaun yang dibelikan Seung Wan jauh lebih bagus dari pada yang ia pilih?

 

Memang, ada benarnya. Gaun yang kugunakan sekarang jauh terlihat lebih mewah daripada yang dihadiahi Baekhyun. Namun, hiasan renda sederhana yang membuat aku ingin segera mengenakan dress dari suamiku. Tapi, apa boleh buat? Aku dan Seung Wan sudah janjian untuk mengenakan dress ber-code sama dengannya. Tidak, sebetulnya ini khusus jurusan kami.

 

“Kau terlihat cantik hari ini, Agasshi!” puji seseorang, aku menoleh kesumber suara. “Eoh?Kau?!Yun Hyeong -ssi,bagaimana kau bisa tahu hari ini wisudaku?” kulihat ia datang bersama Seung Wan dan Jong Dae pacarnya Seung Wan.

Ia tersenyum kepadaku. “Tentu saja aku tahu,omong-omong ini untukmu, Ae Ri-a..” Ia memberikan sebuket bunga beraneka warna cerah untukku. Namun, bagaimana bisa aku menerima bunga pertama dihari sejarahku dari orang yang bukan atau benar-benar dekat denganku.Atau, singkatnya saja. Mengapa Baekhyun tidak membawa bunga untukku hari ini?Sulit dikatakan memang, ia tidak romantis. Dan, seharusnya aku mengerti. Akupun dengan ragu menerima bunga itu.

 

“Terimakasih banyak, Yun Hyeong-ssi.Bunganya indah dan cantik sekali.” kataku berbasa-basi. Aku melirik  jam didinding, sekitar 30menit lagi acaranya akan dimulai tapi, Baekhyun belum juga kembali.

“Ae Ri-ssi jauh lebih cantik dari pada bunganya.” puji Yun Hyeong lagi, entah memang itu terdengar gombal tapi, mengapa ketika ia yang bilang itu terdengar tulus ya? entahlah. Aku hanya tersipu malu dan mengulas senyum simpul. Dua orang dibelakang Yun Hyeong berbisik ria didepanku.

“Woo~~ Park Ae Ri, Dewi kampus KH baru saja dipuji oleh seorang pemilik Song Corporation..” goda Seung Wan sambil melirikku jahil, Jong Dae ikut terkekeh dan merangkul Seung Wan. “Aku merinding mendengarnya.. Seung Wan -ah, ayo kita harus gladi bersih untuk stage kita.” ajak Jong Dae tiba-tiba.

 

Yun Hyeong hanya tertawa kecil dan terus memandangku. “Yaa~benar. Ae Ri-ya, kami harus ke hall.Sampai nanti!Yun Hyeong-ssi, kami pergi dulu.”

Kedua insan itu membungkukkan badannya sedikit dan pergi meninggalkan kami diruang auditorium yang sudah tampak lengang,karena para mahasiswa/i telah selesai bermake-up dan berganti kostum dan telah keluar ruangan, kecuali beberapa anak BEM yang memang menjadi panitia acara masih berada disini.

 

Yun Hyeong POV

Aku duduk dibangku kosong yang berada disebelah Ae Ri. Sedangkan, Ae Ri masih sibuk mengurusi sebuah kotak berpita emas, dan memasukkannya kembali kedalam Shopping bag berwarna grey.

“Kau tampak seperti malaikat,hari ini. Ae Ri-ya” pujiku, membuat gadis itu sedikit mengernyit dan menundukkan wajahnya.

“Aniyeo, kau berlebihan sekali.Yun Hyeong -ssi.”

Jawabnya dengan bahasa formal, sudah berapa kali aku bilang padanya untuk berbicara banmal padaku.

“Eo!Sudah aku bilang padamu, jangan panggil aku dengan formal.” aku mengingatkannya lagi, sungguh ia sangat-sangat cantik hari ini.

“Mian,Yun Hyeong-ah.” ia melirikku sebentar dan mengambil ponselnya yang terletak dimeja samping shopping bag itu.

“Wajahmu terlihat khawatir,kau memikirkan apa?Aah, kau pasti gugup sekali ya?” kataku mencoba menenangkan pikirannya, aku yakin ia sedang gugup saat ini.Atau, ia sedang memikirkan orang lain?Tidak, maksudku lelaki itu. Aku mencoba menggenggam tanganya perlahan, Ae Ri yang tadinya terlihat gemetar sekarang jauh lebih tenang. matanya yang tadinya tak fokus dan hanya melihat kearah bawah atau ponselnya, langsung menatapku penuh begitu aku memegang kedua tangannya.

 

Ae Ri POV

 

Aku terdiam, ketika kedua tangannya menggenggam tanganku erat. Ia tersenyum memandangku. Namun, entah mengapa jantungku merasa berdebar seketika. Aku langsung mengangkat tanganku dan menepis kedua tangannya begitu saja.

“M-maaf, Yun Hyeong -ah. Aku,, harus ketoilet sebentar.” kataku dan segera pergi membawa ponselku,meninggalkan auditorium dengan kaki yang gemetar hebat.

 

Entah kenapa, dadaku bergemuruh karena tindakannya barusan.

 

Ae Ri POV End.

 

#Hold Me Tight#

 

Baekhyun tiba kembali di KH university.Ia segera berlari menuju hall karena acara telah dimulai. Ia menyapu pandangnya mencari keberadaan Ae Ri.

 

“Park Ae Ri, silahkan maju kepodium~” suara speaker menggema dihall itu. Baekhyun langsung mentautkan senyumannya yang melihat sang istri berjalan menuju podium. Dengan baju toga dan topi toga yang ia kenakan, sungguh menyempurnakan penampilan Ae Ri hari ini.

 

Baekhyun segera ketepi podium dan menunggu istrinya disana.Tak lupa, bunga Baby Breath dan Lavender berada dibalik punggungnya yang ia pegang dengan tangan kanannya.Yah, itu bunga favorit Ae Ri.

 

“Selamat, Park Ae Ri -ssi!~”

“Gamsahamnida, Sonsaeng-nim”

Setelah usai berjabat tangan dan menerima piagam dan sertifikat, Ae Ri berjalan menuju tepi panggung. Namun, langkahnya terhenti, begitu melihat Baekhyun yang berada dibawah sana, sedang berdiri dengan wajah menyengir lebar dan melambaikan tangannya.

“Illeowa~Ppalli!!~~” kata Baekhyun seolah-olah berteriak namun tanpa suara.

Ae Ri segera turun dari podium dan segera berdiri dihadapan Baekhyun. Ia ingin memeluk suaminya, namun ditahan oleh Baekhyun.

“Tunggu dulu sebentar!” kata Baekhyun. Membuat Ae Ri ingin segera marah-marah karena mengira suaminya tidak akan kembali dan tak ikut andil dalam hari bersejarahnya langsung terdiam begitu Baekhyun mengeluarkan sebuket bunga Baby Breath dan Lavender dijadi satu membuat kedua aroma itu bercampur menjadi satu.

 

“Selamat atas kelulusanmu, istriku. Park Ae Ri!” kata Baekhyun membuat Ae Ri menangis,bukannya tertawa bahagia.Menerima bunga itu, dan langsung memeluk suaminya erat.

“Aku pikir, kau tak akan kembali. Aku kira kau tak memperdulikanku dan lebih memilih keinterview itu. Kau jahat,Byun Baekhyun!!” isak Ae Ri dan memukul bahu Baekhyun. Baekhyun hanya terkekeh dan mengelus punggung Ae Ri.

“Ini D-Day nya istriku, bagaimana aku melewatkannya begitu saja?Aku pergi tadi, karena aku ingat aku belum membawa bunga untukmu. Untuk istriku, karenanya aku meminjam motor Chan Woo dan membelikan bunga favoritmu.kau suka ‘kan?Maaf, tak bisa menemanimu duduk disana.Maafkan juga, karena datang terlambat.”ujar Baekhyun dan melepaskan pelukan Ae Ri, mengusap air mata gadis itu. “…Uljima, make up hancur nanti. Kita bahkan belum mengambil foto.” goda Baekhyun dengan senyum smirknya.

“Gomawo~.. Byun Baekhyun”

“Aigoo~~ kalian ini tak sadar apa dari tadi, orang lain melihat kalian dengan tatapan iri? Sini, biar kuambil foto kalian.” kata Seung Wan yang baru turun dari podium.

“Sebentar, aku harus ketoilet dulu” kata Ae Ri dan segera berlari keluar dari hall menuju auditorium.

“Ae Ri fotonya hanya sebentar” kata Baekhyun.

“Ya sudah Baek Hyun-ssi, kita tunggu Ae Ri di luar hall.”

***

Setelah hampir 10 menit menunggu, Ae Ri belum juga kembali. “Baekhyun-ssi, aku cari Ae Ri dulu sebentar ya.” Baru saja ingin bangun, Ae Ri datang. “Omo!Kau bawa dua dress?” tanya Seung wan membuat Baekhyun ikut menoleh. Baekhyun mematung, matanya tak berkedip melihat Ae Ri yang mengenakan dress yang ia belikan.

 

Sungguh Cantik.

 

Rambutnya yang tadinya digerai, dikuncir miring rendah dengan bandana bunga dan tak lupa karangan bunga dari Baekhyun ditangannya benar-benar menyempurnakan penampilannya hari ini.

 

“Yang ini dari suamiku, Seung Wan.Cantik ‘kan?”

Seung Wan hanya menangguk.dan mengeluarkan kamera digitalnya.

“Eoh~~Ya!Byun, cepat kau berdiri didekat Ae Ri.”

Baekhyun tak berkata-kata dan masih memandangi Ae Ri penuh keterkejutan. Ae Ri menyengir lebar melihat ekspresi Baekhyun.

“Kenapa?Apa jelek?Kau pasti kaget ya, aku tahu kau membelikanku ini?”

“Tidak, kau cantik.Aku sebenarnya tak berniat untuk menyembunyikannya.”

“Lalu?kau merasa yang kau beli ini adalah dress murahan dan jelek?Jauh lebih bagus yang Seung Wan berikan?”

 

“Aku hitung sampai 3, senyum yaa~1,2 _cklik!”

 

“Seung Wan-ssi! sekali lagi, pakai ponselku” Baekhyun memberikan ponselnya.

“Baiklah~.. 1,2”

 

***

Yun Hyeong baru pulang dari kampus Ae Ri, ketika ia membuka pintu sudah ada Ji Eun dan Myung Soo. “Noona?! Kau mengagetkanku”

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Yun Hyeong.Benar, Ji Eun yang melakukan itu. “Apa ini?Apa gadis difoto ini adalah gadis yang kau sukai?Song Yun Hyeong!” teriak Ji Eun seraya meremas foto yang baru saja dipasang kembali setelah dirobek menjadi potongan kecil seperti puzzle.

 

Yun Hyeong hanya terdiam tak menjawab. “Song Yun Hyeong!Apa kau tuli!?Jawab aku!!” teriak kakanya lagi dan menarik kerah Yun Hyeong, matanya sudah penuh kemarahan dan berkaca-kaca. Namun, segera ditarik oleh sang suami. “Tenangkan dirimu, Ji Eun-ah.Yun Hyeong, lebih baik kau masuk kekamarmu.” perintah Myung Soo.

 

Yun Hyeong masih terdiam ditempatnya, ia tak melawan walau Ji Eun berkali-kali mencoba menyerangnya.

“Ayah sakit, Ibu pergi dari rumah ini. Aku yang membesarkanmu. Tapi, aku tak pernah mendidikmu untuk menjadi perebut apa yang sudah dimiliki orang lain, Yun Hyeong. Aku tidak pernah mengajarimu untuk merusak rumah tangga orang lain, Song Yun Hyeong..-‘

Ji Eun terjatuh dan tak sadarkan diri. “Noona!!Noona!!Bangunlah!!Kau tak apa?”

“Segera buang foto itu, dan selesaikan masalah mu dan lupakan gadis itu. Jika kau tak.ingin membuat Noona mu terluka lagi.”

Myung Soo segera menepis tangan Yun Hyeong dan segera menggendong Ji Eun kekamar mereka. Yun Hyeong pun menghubungi dokter Kim untuk datang kerumah.

 

Yun Hyeong masih berdiri ditempatnya, diliriknya dan dipungut kembali foto Ae Ri yang baru saja keluar dari rumah sakit bersama dengan Baekhyun yang menggendong anaknya.

Ia meremas foto itu.

dan menangis dalam diam.

 

To Be Continued

Iklan

Give Your Comment ~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s