[Chapter 10] Hold Me Tight: Go Back

— Hold Me Tight–

RahayK STORYLINE Proudly present’s

Byun Baek Hyun | Irene Bae | Song Yun Hyeong

PG 15

AU^Dark^Drama^Life^MarriedLife

WARNING!!!

HARAP UNTUK PARA READER’S ATAU PIHAK MANAPUN TIDAK MENGCOPY APALAGI MEREPOST ULANG CERITA INI DENGAN MENGGANTI NAMA AUTHOR ATAUPUN PEMAIN DENGAN ALUR CERITA YANG SUDAH MENJADI MILIK SAYA SEPENUHNYA!!TOLONG JANGAN DIPLAGIATI!!

  • Cerita ini sudah dipost pada blog BAEKHYUN FANFICTION INDONESIA,EXO FANFICTION INDONESIA, GALLERY EXO SCHOOL, dan WATTPAD (akun milik saya)
  • Password bisa ditanyakan melalui bakexotic1009@gmail.com
  • RCL

In The Summary

“Sebentar saja, seperti ini.”

#10

“Ae Ri -ssi”

Dan, lelaki yang ada dihadapan Ae Ri dan Baekhyun adalah Yun Hyeong.Baekhyun melepaskan genggaman tangan Ae Ri dan jalan lebih dulu tanpa berkata apapun, melewati Yun Hyeong yang berada dihadapannya,menabrak bahu Yun Hyeong kasar dengan sengaja. Ae Ri menghampiri Yun Hyeong.

“Maaf Yun Hyeong -ssi, aku  harus memperbaiki suasana hati Baekhyun sekarang.Jadi, mari kita bicara lain kali saja.Aku pergi dulu.”

Ae Ri sedikit berlari mengejar Baekhyun.Yun Hyeong hanya menatap punggung Ae Ri yang menjauh dan sedang menggandeng lengan suaminya.

 

–Chapter 10–

“Baekhyun?kau marah?” tanya Ae Ri hati -hati. “Tidak.” singkatnya. Baekhyun hanya menatap lurus kedepan. Hingga mereka tiba dihalte bus, menunggu bus tiba. Baekhyun tak berkata apa-apa sejak terakhir kali ia marah didepan orang banyak tadi. Sepertinya, ia tak begitu perduli  orang-orang yang menatapnya aneh atau apalah. Yang penting ia sudah mengeluarkan seluruh makian yang sudah mengendap dihatinya setelah sekian lama.

“Benar, kau tidak marah?kau, baik-baik saja kan?” Baekhyun hanya melirik Ae Ri sebentar dan mengangguk kemudian diam lagi.

Bus pun datang, Ae Ri hanya menatap Baekhyun. “Kenapa diam saja?Cepat naik.” Baekhyun berkata cuek. Ae Ri gelagapan dan segera masuk kedalam bus. Mereka duduk dibangku paling belakang. Ae Ri melihat kejendela luar, lalu kembali melihat Baekhyun yang hanya memandang langit -langit bus dengan tatapan kosong namun, dipenuhi pikiran. Tak lama, hujan tiba -tiba turun.

“Baek, kita tidak bawa payung.Dan,hujannya sangat deras.” kata Ae Ri. Baekhyun hanya melihat kearah luar,lewat jendela yang berembun. “Memang,jika hujan -hujanan sekali kau akan sakit?” Ae Ri menggeleng pelan, walau begitu sebetulnya ia benci hujan. “Yasudah.” Baekhyun memejamkan matanya. Ae Ri hanya mendecak pelan dan kembali melihat kearah luar jendela.

#Hold Me Tight#

Hujan mereda, Ae Ri mengerjapkan matanya perlahan. Matanya melotot kaget Ia menepuk bahu Baekhyun kasar. “Baek!Bangun!Ya Tuhan, kita kelewatan.”Ae Ri kemudian memencet tombol  merah untuk menghentikkan bus. “Ahjussi!!berhenti disini.Baek! Ayo cepat, kita kelewatan jauh!”

Baekhyun terbangun dan hanya ikut Ae Ri turun dari bus seperti anak kecil yang baru bangun tidur, Baekhyun terlihat imut dimata Ae Ri membuat gadis itu terkekeh pelan. Ae Ri sedikit berjinjit dan merapihkan rambut Baekhyun yang sedikit berantakkan. “Kenapa kau tidur, Park Ae Ri?Kita harus mengeluarkan uang dua kali lipat dari seharusnya.” gerutu Baekhyun. “Yaa, jangan salahkan aku.Karena hujan, kau tidur.Aku tidak ada teman bicara, jadinya aku ikut tertidur.” elak Ae Ri tak mau kalah.

Ae Ri menyungutkan bibirnya, membuat Baekhyun segera mencubit pipi istrinya gemas. “Karena sudah disini, bagaimana kalau kita makan dulu,direstoran ibuku?Aku lapar.”

“Mwo?Ibu mertua maksudmu?Aah,aku merasa tidak enak.Merepotkan juga.”

Baekhyun tak menghiraukan perkataan Ae Ri dan hanya jalan duluan.Ae Ri mengaku kalah dan hanya mengejar Baekhyun yang sudah meninggalkannya cukup jauh. Tak sampai 15 menit mereka tiba direstoran yang berada dipersimpangan jalan.

Terlihat seorang wanita tua sedang memotong beberapa bumbu dapur, didapur restoran kecilnya itu. Ae Ri dengan ragu melangkah untuk masuk direstoran itu.

Eomma~!Nan wasseo!” ujar Baekhyun.Wanita itu menoleh,begitu yang dilihatnya Baekhyun dan Ae Ri ia segera meninggalkan pekerjaannya dan keluar dari dapur.”Uri aedul~,Baekhyun ada apa kesini?Apa kau tidak sibuk?” ditanya begitu oleh wanita yang dipanggil ibu itu Baekhyun hanya terkekeh dan segera duduk disalah satu bangku.

Eoh?!Ae Ri, uri tall.. kau datang juga?Bagaimana kuliahmu, kau lulus S2 tahun ini bukan?”

Ae Ri memeluk ibu Baekhyun yang adalah mertuanya erat. “Nde.. Eomonim. Aku akan segera diwisuda dalam waktu dekat ini.Bagaimana kesehatanmu, eomonim?” tanya Ae Ri.

“Yah, cukup baik. Kau jangan khawatir.Cukup urusi putra yang membuatku repot Baekhyun seorang saja, itu sudah lebih dari cukup. Apa Baekhyun masih seperti anak -anak?Aku minta maaf,karena belum bisa menjadi ibu yang baik untuk putra semata wayangku.”

Eomma..” Ae Ri hanya tersenyum dan menepuk pelan bahu ibu mertuanya. “Geokjeongmaseyo,eomoni. Baekhyun sudah menjadi suami dan ayah yang baik hingga sekarang. Aku rasa, anak seperti Baekhyun tak akan pernah ada lagi dunia ini, Eomoni.Jadi, kau jangan khawatir.”

Baekhyun mengangguk setuju dengan perkataan Ae Ri. Sang ibu menghapus air matanya yang mengalir begitu saja. “Geurae Eomma,khawatirkan kesehatanmu saja. Aku, punya istri yang baik seperti Ae Ri jadi Eomma tenang saja.” Baekhyun memeluk singkat ibunya lagi.

“Oh Ya, kalian laparkan?Ibu akan masakkan beberapa menu istimewa untuk kalian.”

Ibunya berjalan menuju dapur. Ae Ri mengikuti “Aku ikut membantu, Eomoni.” ujar Ae Ri dan segera mengambil celemek namun ditahan oleh ibunya Baekhyun

“Tidak usah, Ae Ri. Kau tunggu saja dengan Baekhyun. Tak akan lama,ibu bisa sendiri.”

Ae Ri tak yakin, ia pun menuruti kata ibu mertuanya dan duduk bersama Baekhyun. Ae Ri merogoh isi tasnya mencari sesuatu, ia menyingkap rambutnya dan mengikatnya dengan karet rambut.

“Kau cari apa?” tanya Baekhyun ikut melihat isi tas Ae Ri. Ia menatap Baekhyun sebentar lalu kembali melihat isi tasnya lagi. Baekhyun mengeluarkan sesuatu dari kantong jaketnya.

“Cari ini?” Ae Ri menoleh, rasa lega terlukis diwajahnya. “Yaa~. aku kira hilang, kapan kau mengambilnya dari tasku?”

Baekhyun tersenyum menang “Ada deh~” Baekhyun tersenyum usil.

Sang ibu yang melihat canda kedua insan itu hanya bisa menyunggingkan senyuman seraya menggelengkan kepalanya.

“Lalu, kau akan datang ‘kan?” tanya Ae Ri penuh harap. Baekhyun menaikkan bahunya  “Kalau jawabanku iya, kenapa ketika ditanya tadi kau tak bisa menjawabnya?Apa jangan -jangan kau memikirkan orang lain ya?” goda Baekhyun dengan smirk usilnya.

Ae Ri mendengus sebal dan memanyunkan bibirnya. “Sudah ah!aku malas bicara denganmu.Eomoni~ aku akan ikut membantumu.” Ae Ri berjalan menuju dapur dan membantu sang ibu. Ae Ri membisikkan sesuatu ketelinga ibu Baekhyun yang membuat keduanya tertawa.Baekhyun hanya tersenyum melihat kedua wanita itu saling berinteraksi layaknya ibu dan anak.Ia menyenderkan badannya dibangku yang ia duduki menikmati pemandangan yang jarang ia jumpai seperti tontonan drama ditelevisi.

 

Tak lama, Ae Ri kembali kemeja membawa sup diatas nampan yang berada ditangannya dan Ibunya membawa beberapa minuman dan nasi. “Cha~Makanlah.” Ibu Baekhyun ikut duduk dimeja yang sama dengan Ae Ri dan Baekhyun. Mereka mulai menyantap makanannya sedangkan Ae Ri masih mengaduk nasinya dan hanya melihat Baekhyun yang masih menyantap makan padatnya dengan lahap. Merasa diperhatikan, Baekhyun menghentikkan makannya dan menatap Ae Ri sebentar.

“Kenapa?Makanlah, jangan sakit menjelang wisudamu yang hampir harinya.” Baekhyun masih melanjutkan makannya. “Apa perlu ibu tambahkan nasinya?” Baekhyun menangguk sedangkan Ae Ri menggeleng. “Kau akan sakit perut jika makan nasi kebanyakan,Baek.”

“Tidak akan, Eomma aku tambah nasinya.” Baekhyun menyengir lebar. Ibunya hanya berjalan kedapur dan Ae Ri hanya memutar matanya dan hanya memandang Baekhyun. “Kau tidak makan?Kalau tidak mau buat aku saja bagianmu.”

“Ckck!Tidak boleh.Sudah dapat bagianmu juga.Aku makan sekarang.”

Baekhyun hanya tersenyum usil melihat Ae Ri yang memulai makannya perlahan. Seperti ketakutan, melihat Baekhyun yang makan seperti orang kelaparan selama seminggu. “Baekhyun kau itu rindu masakan buatanku apa, sampai -sampai makan seperti orang kesetanan begitu.”

“Apa kalian berdua sedang bertengkar?”tanya Ibu Baekhyun tiba-tiba membuat Ae Ri mematung sejenak dan Baekhyun hanya cuek dan menaikkan alisnya.

Ae Ri terkekeh terpaksa. “Tidak kok,Eomoni.Baekhyun hanya sedang sibuk, jadi dia jarang pulang kerumah beberapa hari terakhir ini.Jangan khawatir eomoni.” Ae Ri nyengir selebar -lebarnya, agar ibu Baekhyun percaya padanya. Ibu Baekhyun hanya tersenyum simpul. “Baiklah, ibu percaya.Bagaimana keadaan Joo Eun?Maafkan ibu karena belum bisa melihatnya,ibu takut tidak kuat jika kerumah sakit sendirian.”

“Gwaenchanhayeo, Eomoni.Aku dan Baekhyun juga hanya sesekali kesana, karena Joo Eun sendiri harus selalu steril dari dunia luar,jadi kami menyerahkan perawatannya kepihak rumah sakit.”

Ae Ri mengetuk kepala Baekhyun dengan sumpit, menyiratkan agar ia mengatakan sesuatu juga, sehingga ibunya itu tak akan merasa bersalah karena tidak datang kerumah sakit.

“Iya,yang Ae Ri bilang itu benar kok, Eomma.Jangan khawatir, kami orang tuanya, jadi kau tak perlu terlalu memikirkan Joo Eun.”

Baekhyun terdiam lagi, kembali muncul kata-kata dokter Ji diotaknya,berputar-putar dan terus mengiang tanpa henti.Dan lagi, ia belum bilang sama sekali tentang hal ini ke Ibunya Joo Eun, Ae Ri.

#Hold Me Tight#

Hujan kembali turun cukup lebat setelah Baekhyun dan Ae Ri usai makan.”Baekhyun -ah.. sepertinya hujan terlalu lebat apa kalian membawa payung?”

Ae Ri dan Baekhyun sama -sama menggeleng. “Begini saja, bagaimana kalau kalian menginap dirumah Ibu?Bus terakhir juga sepertinya tak akan beroperasi jika hujan lebat begini.Kalian mau ‘kan?Dengan begitu, Ibu tak akan merasa kesepian,Bagaimana?”

“Call!” ujar Baekhyun tanpa pikir panjang. “Tapi,kami sama sekali tak bawa baju, Eomoni.”

“Tenang saja, kau bisa pake baju ibu dan Baekhyun ada beberapa baju lamanya yang tertinggal.Ayo”

Ibu Baekhyun segera mengambil payung miliknya dan segera berjalan keluar diikuti Ae Ri dan Baekhyun.

“Eomoni?Payungnya cuman satu?” Ibu Ae Ri mengangguk dan membuka payungnya, sedangkan Baekhyun sibuk menutup rolling dor  restaurant ibunya. “Kau dengan Ibu dan Baekhyun, dia lelaki jadi biar saja dia hujan-hujanan.” kata Ibu Baekhyun terkekeh.

Tak butuh waktu lama hingga mereka tiba dikomplek perumahan Ibunya Baekhyun. Ae Ri dan Ibu Baekhyun asik berbincang dan Baekhyun hanya berjalan sendiri dibelakang mereka,memperhatikan kedua wanita itu berbincang bersama.

“Mi Yeon -ssi!Kau baru pulang rupanya.” seseorang menyapa Ibu Baekhyun. Ae Ri dan Baekhyun sama-sama memberikan hormat pada orang yang menyapa ibunya itu. “Nde, Soo Young Abeonim.Ada apa mencariku?Oh iya, ini menantuku, Ae Ri dan putraku Baekhyun.”

Pak tua itu hanya tersenyum dan menyapa singkat Ae Ri dan Baekhyun. “Begini,aku mendapat kabar bahwa Ibunya Eun Ji masuk rumah sakit.Jadi, aku dan beberapa orang lain akan ikut menjenguk,jika kau bersedia, kau bisa ikut dengan mobilku,Mi Yeon -ssi.Bagaimana?”

Ibu Baekhyun menatap kedua anaknya sebentar.”Omo! sepertinya aku harus lihat bagaimana keadaannya.Baekhyun -ah, Ae Ri -ya tak apa jika aku ikut kerumah sakit dulu?”

“Nde, kaseyeo Eomeoni.Aku akan pulang duluan dengan Baekhyun.Ia tidak bisa terlalu lama kedinginan, aku takut dia sakit nanti.” ujar Ae Ri tanpa persetujuan Baekhyun.

Ibu Baekhyun menepuk bahu Ae Ri pelan dan memberikan kunci rumahnya dan juga payung. “Ini kunci rumah, nyalakan saja penghangat jika kalian kedinginan, kalau tak mau pakai baju Ibu, kau bisa minta Baekhyun untuk mengambil bajunya yang sudah kecil.Dikulkas juga ada beberapa camilan kecil, anggaplah seperti rumah kalian sendiri,Arrachi?Ibu pergi dulu.”

“Hati -hati dijalan, Eomma.” ujar Baekhyun.Mi Yeon hanya tersenyum dan segera  menaiki mobil Ayah Soo Young dan mobil mulai melaju pelan dan hilang dibalik pertigaan jalan komplek.

Dan, hujan mulai berhenti turun.Ae Ri menguncupkan payungnya dan mulai berjalan. Baekhyun tiba -tiba menariknya kesuatu tempat.

“Baek?untuk apa kesini?Badanmu sudah basah kuyup semua,nanti kau sakit.Lebih baik, kau ganti pakaian dulu setelah itu kembali kesini.” Ae Ri menarik tangan Baekhyun namun lelaki itu hanya diam ditempatnya membuat Ae Ri menghentikkan langkahnya.

Baekhyun melepaskan tangan Ae Ri dan duduk diayunan. “Aku dipecat dari Good Mart.” Ae Ri menoleh dan berjalan kearah Baekhyun kemudian duduk diayunan yang berada disamping Baekhyun.

Mengayunkannya pelan-pelan. “Aku tahu itu.” jawab Ae Ri singkat. Baekhyun menoleh sedikit ekspresi kaget muncul diwajah Baekhyun yang tertutup poninya yang basah.

“Kau tak marah?” tanya Baekhyun. Ae Ri hanya menggeleng dan tersenyum kesuaminya itu. “Itu sudah yang ketiga kalinya.Dan,kali ini bukan salahmu.”

Ae Ri bangun dari tempatnya duduk,membuka tudung jaket Baekhyun yang basah. Menyingkap poni Baekhyun lalu menaruh telapaknya didahi suaminya beberapa saat. “Kau sakit.Ayo, segera pulang.”

Baekhyun hanya diam dan melingkarkan kedua lengannya dipinggul Ae Ri.Menaruh kepalanya diperut Ae Ri beberapa saat. “Baekhyun,kau masih bisa jalan ‘kan?Jangan merepotkanku, tak ada yang bisa kumintai bantuan kalau kau pingsan disini.Baek?” Ae Ri ingin menangkat wajah Baekhyun,namun ditahan oleh Baekhyun.

“Sebentar saja, seperti ini.” Ae Ri hanya diam terpaku mendengar permintaan Baekhyun. Ae Ri mengelus pelan rambut Baekhyun.

“Dokter Ji bilang padaku bahwa Joo Eun harus segera menjalani operasi.Apa kau setuju?” tanya Baekhyun lalu menengadahkan kepalanya menatap Ae Ri. “Hmm, mwo.. bagaimana dengan biayanya?” Baekhyun berdiri  dan berhadapan dengan Ae Ri. “Karena Joo Eun adalah kasus pertama di Korea, jadi dokter Ji bilang tidak dipungut biaya.Kau setuju?” tanya Baekhyun lagi.

“Umm,yah jika itu jalan terbaik untuk kesembuhan Joo Eun, itu tak apa.Aku setuju.”

Baekhyun memeluk Ae Ri  singkat. Ae Ri membalas pelukkan Baekhyun. “Aku tahu,kau kedinginan.Jadi, ayo kita pulang.”

Baekhyun mengangguk dan menggenggam tangan Ae Ri.Berjalan meninggalkan taman kecil itu menuju rumah Ibu Baekhyun,tempat mereka untuk tidur malam ini.

 

#Hold Me Tight#

Baekhyun keluar dari toilet dengan handuk kecil dilehernya, rambutnya masih lembab dan sisa air yang menetes -netes. Ia membuka lemari kayu, sedangkan Ae Ri masih sibuk mengecas ponselnya yang low -bat. Serta pergi keruangan cucian untuk mengeringkan pakaian Baekhyun.

Ae Ri kembali kekamar Baekhyun yang dulu memang ia pakai sewaktu belum menikah dengan Ae Ri.Baekhyun melempar pakaian ke Ae Ri dengan sigap Ae Ri menangkapnya.

“Pakailah,mungkin akan sedikit besar ditubuhmu.Tapi, itu lebih baik dari pada baju ibuku.”

Ae Ri segera masuk ketoilet dan Baekhyun segera duduk dikasur seraya merebahkan badannya. Tak lama, Ae Ri keluar dari toilet dengan rambut yang hampir kering. Baekhyun menaikkan alisnya, ia menelan ludahnya melihat Ae Ri yang memakai kaosnya, benar saja sangat kebesaran walaupun Baekhyun badaannya tak begitu besar tapi, yah tetap saja ia lelaki dan Ae Ri perempuan jadi tentu saja beda ukuran. Celana pendeknya tertutup oleh kaos oblong kebesarannya menghampiri Baekhyun yang hanya duduk dikasur.

“Byun!jangan menatapku begitu, aku tahu ini tak pantas ditubuhku.”dengus Ae Ri dan masih sibuk mengeringkan rambutnya.

Ae Ri menaruh handuknya disofa kamar Baekhyun. Ia menatap Baekhyun yang masih menatapnya intens. Tangan Baekhyun menyingkap rambut Ae Ri yang masih basah.Kemudian, tangan mengusap leher Ae Ri lembut.

Perlahan wajah Baekhyun mendekat, mencium kening lalu kehidung mancung Ae Ri,lalu kebibir merah Ae Ri. Baekhyun memejamkan matanya, begitupun dengan Ae Ri. Keduanya menikmati ciuman lembut itu,lumatan dan gigitan kecil  mulai mereka lakukan. Baekhyun masih mencium Ae Ri bahkan memperdalamnya menjadi lebih  panas dari sebelumnya. Ae Ri melepaskan ciumannya.

“Baek?bagaimana jika ibumu datang?” tanya Ae Ri. “Aku merindukanmu. Park Ae Ri, Can You Trust Me?”

Baekhyun mencium bibir Ae Ri singkat, memeluk gadis itu yang berada dalam rengkuhannya. Kemudian mentautkan sebuah senyuman.

 

Ae Ri POV

Baekhyun memandangku sesaat, aku masih belum menjawab pertanyaannya. Baekhyun mengecup bibirku sekali lagi.Entah itu sudah ciuman yang keberapa saat kami sudah menikah.

Bahkan, jauh sebelum itupun Baekhyun sering menciumku walau hanya sekedar menempel untuk beberapa detik. Beberapa sisi lain dirinya mungkin menyebabkan aku bisa jatuh cinta padanya. Ia memelukku singkat, kemudian sebuah senyum tertaut dibibirnya yang tipis untuk ukuran seorang lelaki. Sebuah senyuman yang sama,ekspresi wajah yang sama,gesture tubuh yang sama saat ia usai mengucapkan janji suci kami beberapa tahun lalu.Dan, aku baru melihatnya lagi.

Sebetulnya, aku ingin bertanya kemana dia tak pulang selama 4 hari terakhir ini. Namun, aku mengurungkan niatku. “Baek,kau benar-benar hebat tadi.Sebenarnya, itu yang tersimpan dihatimu selama ini ‘kan?”

“Hmm” Baekhyun hanya menjawabku dengan deheman. Aku bersandar dilengannya,hening sesaat terjadi diantara kami.

“Maafkan aku,Baek.”

Aku meliriknya sekilas, Baekhyun sudah memejamkan matanya. Aku hanya menghela nafasku berat.

‘Bagaimana jika aku tidak bisa mempercayaimu lagi,Baek?

Bagaimana jika rasa percaya diantara kita hilang?

Bagaimana jika aku terlalu egois dan melupakanmu?’

“Aku takut, Eotheokkhaji?”

“Apa yang kau takutkan, Ae Ri?” Baekhyun tiba-tiba bersuara dan melihat kearahku dengan mata yang menyipit.

Aku berdehem agar terlihat tak berbohong baru menjawab pertanyaannya. “Takut Ibumu datang?Aah, aku lapar lagi.Kau mau makan?” Aku beranjak dari kasur dan segera keluar kamar.

Ae Ri POV End

 

Baekhyun membuka ponselnya, ada sebuah kiriman foto dari Jackson. Baekhyun hanya tersenyum kecil karena membaca caption yang berada dibawah foto.

–“Akhirnya,Hyung! Aku bisa mengambil selca dengan Da Hyun.Keadaannya sudah membaik dan ia bisa pulang besok pagi.”–

Lalu dibawah ada pesan teks dan dari orang yang sama.

From:Jackson.

“Apa kau sudah berbaikan dengan Ae Ri?Hyung?”

Baekhyun menjawabnya.

To: Jackson.

“Eoh, semuanya dalam kendali tenang saja.”(Emot ketawa)

#Hold Me Tight#

 

Yun Hyeong terus menghubungi Ae Ri namun tak dijawab,bahkan dipanggilan berikutnya ponsel Ae Ri tidak aktif. Kata -kata Ae Ri tadi siang terus saja membayang dipikirannya

 

“Maaf Yun Hyeong -ssi, aku  harus memperbaiki suasana hati Baekhyun sekarang.Jadi, mari kita bicara lain kali saja.Aku pergi dulu.”

 

 

Yun Hyeong segera berganti pakaian dan menuju garasi, disana juga ada Ji Eun yang baru saja memakirkan mobilnya.

“Eo!Ya!Uri Dongsaeng!Mau kemana kau malam-malam begini?” tanya sang Noona pada adik kesayangannya.

“Mencari angin segar!” katanya ketus dan segera melajukan mobilnya keluar dari garasi yang cukup luas itu.

 

*Maklum keluarga Song itu yang punya Song Corporation punya supermarket Good Mart,Resort berkelas dibeberapa tempat dikorea dan pacuan kuda dibeberapa negara diEropa dan Korea sendiri. Okeh!lanjut balik ke FF #Abaikanlah curhat abal ini!

 

Ji Eun mencibir dan menggelengkan kepalanya.Seraya menutup pintu  mobilnya. “Cari angin seperti orang kesetanan begitu!Paling-paling  juga menemui gadis pujaannya.” gumam Ji Eun sendiri dan segera keluar dari garasi.

“Aku lihat, Yun Hyeong pergi terburu-buru. Ada apa?” tanya Myung Soo yang menyambut Ji Eun didepan pintu garasi yang menembus keruang makan.

“Yah, cari angin segar yang dia bilang.Sudahlah, urusan dia.”

Ji Eun membuka mantelnya dan membuka sepatu Bootnya. “Ji Eun, kau tahu seperti apa gadis yang ditaksir oleh Yun Hyeong?”tanya Myung Soo dengan tatapan menyelidik.

“Ya,soal itu.. aku tidak pernah bertanya, penasaran sih memang, tapi, kau sendiri tahu Yun Hyeong tipe orang yang tertutup dan bagaimana aku mau mencari tahu lebih banyak tentang gadis yang ditaksirnya.”

Ji Eun membuka pintu kulkas dan mengambil air mineral. Myung Soo hanya mengangguk pelan, suatu benda yang ia pegang dan berniat ia berikan pada Ji Eun ia masukkan kembali kekantong celananya. “Ada apa kau bertanya?Kau memang tahu?Atau, Yun Hyeong cerita padamu?Bagaimana rupa gadis itu?” tanya Ji Eun seraya melingkarkan tangannya dilengan Myung Soo.

“Aah, tidak.Aku cuman bertanya karena penasaran saja.Seperti katamu, sebaiknya kita tak mengurusi dia.Ayo tidur!”

 

#Hold Me Tight#

 

To Be Continued

 

Bonus  Scene :

Da Hyun membuka matanya, ia merasa tidak mengantuk entah mengapa.Mungkin, karena efek biusnya sudah tidak bekerja lagi dan tadi ia meminum  Moccacino sisa-sisa milik Jackson. Tentu, tanpa sepengetahuan lelaki itu, karena kalau tidak bisa habis dia kena marah oleh Jackson yanh bak dokter itu.

Padahal, dokter yang menangani Da Hyun sih bilang kalau minum tidak masalah asal jangan yang terlalu asam dan mengandung Kafein. Tunggu! Bagaimana dengan Moccacino yang Da Hyun minum tadi? Aah, itu cuman manis tak akan menganggu perutku. Pikir Da Hyun seraya tersenyum sendiri.

Ia melirik Jackson yang tertidur sambil duduk disampingnya sambil memegang ponselnya. Da Hyun diam-diam mengambil ponsel Jackson yang hampir mau jatuh dan melihat isinya, karena memang hanya dikunci geser bukan locksreen,pattern, sandi,atau semacamnya.

Da Hyun hanya menggeleng ketika melihat chat sns terakhirnya untuk Baekhyun.Mengirim foto yang baru ia ambil dengannya sore tadi.

Da Hyun tiba-tiba mentautkan senyum kecil,namun begitu ia kembali cemberut karena ia teringat Baekhyun.

Ia membuka pesan teks dan mengirim pesan teks pada Baekhyun.

To: Ae Ri Nampyeon

“Apa kau sudah berbaikan dengan Ae Ri?Hyung?”

Da Hyun menggigit bawahnya,tak lama ia mendapat pesan teks dari orang yang sama. Da Hyun memejamkan matanya sebelum membuka pesan teks itu.

“Aku harap mereka tidak berbaikan,Tuhan!Aku mohon!”

From: Ae Ri Nampyeon

“Eoh!Semuanya dalam kendali,tenang saja!”:D

 

Da Hyun langsung menaruh ponsel Jackson dinakasnya.Dan kembali memejamkan matanya dengan perasaan kesal.

 

 

Iklan

Give Your Comment ~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s