#7 Hold Me Tight

HOLD ME TIGHT 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hold Me Tight -7
Rahay™Kim –
Byun Baekhyun|Irene as Park Ae Ri| Song Yun Hyeong-
Chapter-
Jackson Wang|Kim Da Hyun|Kim Jin Hwan|Do Kyung Soo|Jung Yeon

PG-15
AU-Dark|Married-Life|Romance|Sad|Slice of Life
The Inspiration from one track from BTS -In The Mood of Love pt.1 (Hold me Tight). All storyline and the plot just my own.
No-Copas – No- reblog – No Plagiarism!! -Not For who siders – RCL Juseyoo~^^

|In the Summary|

“Aku ingin menemui bosku dulu, kau bisa kerumah sakit sendiri atau ajak saja, lelaki itu!”

*H o l d me T i g h t*


1 bulan kemudian..

“Baek!bangunlah Baek!Cepat bangun!”
Ae Ri menarik kerah baju kemeja Baekhyun.Dengan malas, ia membuka matanya yang masih berat. “Ada apa sih?Ini kan hari libur.” Baekhyun mengacak rambutnya frustasi karena merasa terganggu. Ae Ri hanya tersenyum lebar.
“Baek! kau harus dengar dulu apa yang mau ku katakan.”
Ae Ri mengusapkan air dingin kewajah suaminya itu. “Park Ae Ri! aish!dingin sekali.Kau mau bicara apa, Aku dengarkan.”
Ae Ri memegang kedua pipi suaminya itu. “Kau harus membacanya sendiri.” Ae Ri menyodorkan ponsel miliknya.
“Cium aku dulu, baru aku baca.”
Ae Ripun mencium dahi suaminya. “Sudah.Baca sekarang.”dengus Ae Ri.
Baekhyunpun duduk dan mengambil ponsel Ae Ri.

Daftar mahasiswa yang lulus sidang fakultas Sastra.
1. Lee Mona
2.Kang Jae Hyuk
3. Byul Soo Wan
4.Kim Dae Hyun
5.Seo In Ha
6.Son Seung Wan
7.Jung Chan Woo
8.Park Ae Ri
9.Lee Sun Woo
10.Ah Ji Soo

Mata Baekhyun membelalak ketika ada nama istrinya didaftar itu. Ae Ri sudah melompat kegirangan namun dengan segera ditarik Baekhyun. “Kau lulus!Park Ae Ri! Aku senang sekali!!~”
Baekhyun memeluk Ae Ri erat. “Kan aku sudah bilang padamu. Aku akan segera diwisuda, tapi belum tahu kapan. Ketika aku lulus aku akan membantumu untuk membayar rumah sakit Joo Eun.”
Baekhyun mengelus rambut Ae Ri penuh kasih sayang. Ia mencium kening gadis itu. Lalu mengecup singkat bibirnya. “Terimakasih, Park Ae Ri. Aku bangga padamu. Kita bisa membawa Joo Eun pulang kerumah setelah ia sembuh.”
Ae Ri mengiyakan dan memeluk Baekhyun lagi.
“Baek? aku sudah dapat pekerjaan.”
“Benarkah? dimana?Kenapa kau tak bilang dari kemarin?”
Ae Ri menggigit bibirnya, ia hanya merasa bimbang. Jika dia bilang bahwa Yun Hyeong yang memberikannya akankah Baekhyun menerima dan setuju padanya.
“Ehmm.. aniya, biar aku pikirkan lagi. Nanti kita bicara lagi, aku mau membuat sarapan dulu.Cepatlah bersiap, kita harus kerumah sakit hari ini.”
“Arraseo..”

#Hold Me Tight#

Ting Tong! Ting Tong!
“Baek? bisa kau gantikan aku sebentar mengaduk supnya?” teriak Ae Ri dari dapur. Baekhyun tak menjawab dan segera menuju pintu keluar, daripada kedapur menggantikan istrinya mengaduk sup.

Ia takut.

Takut bahwa Yun Hyeong, lelaki itu datang tiba -tiba. Ia juga tak mengerti mengapa ia menjadi sangat paranoid sejak mimpinya terakhir kali, bahwa Ae Ri akan meninggalkannya bersama Yun Hyeong.

“Siapa?” kata Baekhyun dari dalam sebelum membuka pintunya. “Ini aku Jin Hwan, Sunbaenya Ae Ri.”
‘Mengapa sih Ae Ri dekat dengan banyak lelaki?’

gumam Baekhyun kesal. Walau begitu ia tetap membukakan pintunya untuk Jin Hwan.
Hanya saja, ia tidak sendiri. Bersama dengan seorang lelaki lain yang tampak asing untuk dirinya. “Maaf mengganggumu pagi-pagi. aku hanya ingin mengenalkan tetangga baru kita. Kyung, ini suaminya dari juniorku, Park Ae Ri namanya Baekhyun.” ujar Jin Hwan panjang lebar.
“Aku Do Kyung Soo, tinggal disebelah kamarnya Jin Hwan Hyung. Bangapseubnida, Hyung.”
Lelaki bernama Kyung Soo itu menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat. “Jin Hwan Oppa~, masuklah. Ayo kita sarapan bersama.” teriak Ae Ri dari dapur.
Jin Hwan dan Kyung Soo saling lempar pandang. Karena ditatap tajam oleh Baekhyun. “Apa yang kalian lakukan? Baek, ajak mereka masuk.” kata Ae Ri lagi. Baekhyun pun menaikkan bahunya dan menginterupsi agar masuk. Ia jalan lebih dulu, melepas sandal rumahnya kasar. Dan, duduk dimeja makan.

Eoh?kau tetangga baru ya? yang Jin Hwan Oppa bicarakan padaku?. Aku Juniornya Jin Hwan Sunbae dikampus, walau beda jurusan. Park Ae Ri -imnida. dan, itu suamiku Baek Hyun. Makanlah..” kata Ae Ri dan memberikan kedua lelaki itu semangkuk nasi dan Baekhyun sudah mengambil sendiri lebih dulu.
“Aku Do Kyung Soo, Jin Hwan hyung bilang bahwa tempat ini sangat cocok untuk belajar, jadi aku putuskan untuk pindah kesini.”
Ae Ri mengangguk mendengar cerita Kyung Soo. “Kau, jurusan apa memangnya?” tanya Ae Ri masih melanjutkan sarapannya. Baekhyun hanya diam tak bersuara dan hanya sibuk makan.
“Mahasiswa kedokteran semester 4.” Jin Hwan mewakili Kyung Soo yang masih berusaha menelan makananya. “Wah!benarkah?Baekhyun juga.”
“Sungguh?” tanya Kyung Soo berbinar. “Iya, tapi tidak lulus tes masuk.Hanya calon.” kekeh Ae Ri dan melanjutkan makannya. “Ekhem!Aku sudah kenyang.” Baekhyun menatap Jin Hwan dan Kyung Soo sebentar dan beranjak dari tempatnya duduk.
“Baek?kau mau kemana?” tanya Ae Ri masih terkekeh. “Mandi!” Baekhyun masuk kekamarnya. dan menutup pintunya dengan membantingnya cukup keras.
Ahaha~… biarkan saja, memang suamiku suka seperti itu, dia hanya malu. Dia itu dulu seorang peneliti obat diperusahaan terkenal.-” kata Ae Ri menghetikkan kalimatnya tiba-tiba.
Jeongmalyeo?” tanya Kyung Soo terlihat penasaran. “Yah, begitulah. Suatu hari, ia terkena fitnah karena rekan kerjanya. Baekhyun difitnah, bahwa menggunakan zat berbahaya untuk peluncuran anti-faksin untuk sebuah virus yang merebak disuatu negara di Afrika. Dia dikeluarkan, dan sekarang.. hanya bekerja menjadi karyawan disupermarket. Padahal, itu sama sekali tidak benar.”

Ae Ri terdiam tanpa sadar, ia telah menundukkan wajahnya dalam diam. Air mata mengalir dipipinya, namun ia segera mengusapnya.
“Lanjutkan saja, sarapan kalian. Aku mau mencuci piring dulu.”
“Aah kami juga harus kembali, Ae Ri -ya.. karena aku harus membantunya untuk mengenalkan ketetangga yang lainnya.” ujar Jin Hwan pamit.
“Tapi, Baekhyun masih mandi.”
Aniya, Noona. Kami akan berbincang lagi dengan Baekhyun Hyung dan Noona dilain waktu. Dan, terimakasih banyak sarapannya.” Kyung Soo membungkukkan badannya. Lalu, mengeluarkan sebuah cokelat dan memberikannya pada Ae Ri.
“Apa ini?” tanya Ae Ri. “Dari temanku, tapi aku tidak suka cokelat. Jadi, ini untuk Noona saja. Lagipula, sebentar lagi valentine.” ujar Kyung Soo.
“Terimakasih.Kau anak yang baik.Baekhyun tak pernah membelikanku cokelat, karena uangnya habis untuk membayar biaya Rumah sakit, Joo Eun.”
“Kami pulang dulu, Noona. Dan, Noona seperti yang Jin Hwan Hyung katakan padaku.. Kau sangat cantik.”
Ae Ri -ya, kami pulang dulu.”
Ae Ri mengantar mereka hingga kedepan pintu, sepeninggal Jin Hwan dan Kyung Soo, Baekhyun baru keluar dari toilet, dan sudah rapih dengan kaos biasa dan mantel tipis mengingat sekarang sudah memasuki musim semi.
“Sudah pergi mereka?” Baekhyun bersuara seraya melirik Ae Ri sekilas. “Baru saja,Baek soal-‘
Baekhyun malah berjalan mengambil ponselnya dan menghiraukan Ae Ri. “Ya,halo?” Baekhyun menerima panggilan dan berjalan keluar dari apartemen mereka. AeRi hanya menghela nafasnya berat, ia masuk kekamarnya dan tak terlalu memerdulikan Baekhyun.
“Ya Tuhan,kapan dia akan dewasa?” gumam Ae Ri seraya memandang foto pernikahannya dengan Baekhyun.
Drrt Drttt..
Ae Ri menerima panggilan dari seseorang. “Nde.. Ini aku, ada apa pagi begini menelponku, Yun Hyeong -ah?”
#Hold Me Tight#
Baekhyun masuk kedalam rumahnya setelah menerima panggilan telpon itu. Ia berjalan kekamar, melihat Ae Ri yang sedang menelpon membelakanginya, terlihat begitu sibuk hingga tak sadar bahwa suaminya sudah berdiri dibelakangnya.
“Tidak,hari ini aku mau kerumah sakit melihat Joo Eun. Tentu saja dengan Baekhyun.”
Ae Ri menoleh melihat Baekhyun yang sedang sibuk membuka lemari pakaiannya memilah baju yang ia ingin kenakan. “Tidak, nanti aku hubungi lagi, knock-yeo.” Ae Ri menyudahi panggilan dari Yun Hyeong.
“Baek?telpon dari siapa tadi?” tanya Ae Ri ragu. Baekhyun masih sibuk mengambil salah satu mantelnya asal dan membalikkan badannya namun, ia menghindari kontak matanya dengan Ae Ri. “Seharusnya aku yang bertanya padamu, lelaki mana yang begitu rajin menghubungi istri orang lain pagi-pagi.Tidak sekali, dua kali, tapi tiap hari.” dengus Baekhyun dan keluar dari kamar mereka.
“Tapi, Baek kau itu hanya-‘
“Aku ingin menemui bosku dulu, kau bisa kerumah sakit sendiri atau ajak saja, lelaki itu. Aku pergi!”
Baekhyun segera keluar dan membanting pintu apartemennya kasar. Ae Ri segera ikut keluar dan mengejarnya, namun tak dihiraukan oleh suaminya itu. Tanpa sadar, air mata mengalir dipipi Ae Ri. Relung hatinya begitu sakit ketika Baekhyun menghindari kontak mata dengannya, ditambah lagi kalimat Baekhyun yang benar-benar membuat hatinya merasa ditusuk-tusuk.

#Hold Me Tight#
“Park Ae Ri -ssi..” panggil dokter Ji yang menangani Joo Eun. Ae Ri segera berdiri menghampiri dokter Ji. “Maafkan aku, karena jarang kesini untuk melihat Joo Eun.” Ae Ri membungkukkan badannya. “Tidak apa-apa, Joo Eun aman bersama kami.”

Ae Ri hanya mengulas senyum kecil mendengar jawaban dokter Ji. “Bagaimana perkembangan Joo Eun, dokter?”
Wajah dokter Ji berubah begitu mendengar pertanyaan Ae Ri. Lalu, menepuk bahu Ae Ri pelan. “Aku ingin mengatakannya padamu, tapi alangkah lebih baik jika suamimu ada disini juga.”
Ae Ri terdiam sejenak, ia hanya ingat bagaimana raut wajah Baekhyun ketika pergi meninggalkannya tadi pagi, membuat ia mengurungkan niatnya untuk menghubungi suaminya itu.
“Suamiku.. sedang sibuk sekarang, jika.. orang lain yang mewakilkan, apa itu tak apa?dokter Ji” tanya Ae Ri ragu.
“Yah, jika memang begitu situasinya.. tapi, dengan syarat orang itu adalah kepercayaanmu dan suamimu.”
Ae Ri tersenyum sedikit rasa lega terlukis diwajahnya. “Gamsahamnida, dokter Ji.”
“Segera keruanganku, jika kau sudah menemukan seorang yang tepat.” Dokter Ji kemudian tersenyum simpul dan pergi meninggalkan Ae Ri.
#Hold Me Tight#
Baekhyun berjalan menuju ruang kepala pengelola pegawai. Setelah sampai disana, beberapa orang berbisik dan menatap aneh Baekhyun.

Baekhyun mengetuk pintunya keras -keras. “Pak Kim! Pak Kim! buka pintunya!!Aku ingin bertanya!! Pak Kim!! Aku tahu kau ada didalam!!” teriak Baekhyun dan masih menggedor pintu itu. Seseorang menarik tangan Baekhyun dan berjalan menjauh dari ruangan itu. “Baekhyun tak ada gunanya kau melakukan itu, kau dan aku sama-sama masuk dalam daftar PHK. dengan kata lain kita hanya perkerja sementara.”

“Dengar! jika aku dipecat darimana aku harus membayar biaya rumah sakit putriku, Jung Yeon-ah. Dan kau, kemarin dengar sendiri kan, bahwa diantara kita yang baru masuk akan dipromosikan. Aku harus menyelasaikan semuanya dengan Pak Kim!”
Baekhyun masih terus menggedor pintu, sementara Jung Yeon rekan Baekhyun dan orang-orang lain hanya menatapnya pasrah. “Pak Kim! kau tidak bisa memecatku dengan cara begini! bicaralah dengan kami,Pak Kim!!”
Baekhyun mengambil bangku dan ingin menghancurkan jendela ruangan Pak Kim, namun dengan segera Pak Kim keluar dari ruangannya bersama beberapa orang yang jabatannya lebih tinggi dari Pak Kim. “Pak Kim! apa maksudnya kau menelpon tadi? Aku tidak benar-benar dipecat ‘kan?katakan padaku!!!” Baekhyun menarik kerah kemeja Pak Kim dengan emosi yang menyala-nyala.
“Maaf sekali, aku benar-benar tak dapat melakukan apapun. Ini sudah, keputusan petinggi perusahaan, tuan Byun.”
Pak Kim berkata dengan nada pasrah. Baekhyun seketika terdiam, ia bagai disambar petir disiang bolong. Lagi-lagi hal yang sama terjadi lagi padanya, ditambah situasinya yang sedang krisis. Dikepalanya hanya melihat Joo Eun, putrinya yang sedang dirumah sakit tak berdaya.

Pak Kim berjalan meninggalkan karyawannya yang terkena PHK itu. Baekhyun segera mengejar Pak Kim dan menahannya bahkan seperti tak ada lagi energi yang dapat menopang tubuhnya sendiri, ia berlutut dan menahan kaki Pak Kim agar tidak berjalan.
“Tolong, batalkan perintah memuakkan ini, Pak Kim.. setidaknya, biarkan aku tetap bekerja disini.. demi putriku yang sakit.. aku mohon padamu..”
“Sudah kubilang, aku tak berhak atas hak apapun!” Pak Kim menendang Baekhyun yang terus menahannya dan setelah itu ia pergi. Jung Yeon segera menghampiri Baekhyun membantu lelaki itu berdiri.
“Baekhyun, kau tak apa?” tanya Jung Yeon khawatir. Pikiran Baekhyun kalut, ia tak tahu apa lagi yang harus ia lakukan. Jung Yeonpun membawanya pergi dari sana.
#Hold Me Tight#
Baekhyun dibawa oleh Jung Yeon ketaman yang berada didepan Good Market. Ia kembali melihat Pak Kim menunggu kedatangan seseorang, tak lama sebuah mobil sedan datang dan seseorang keluar dari sana.

Jung Yeon datang dan memberi minuman kaleng, “Lelaki muda itu, adalah pemilik dari Good Mart. Namanya Song Yun Hyeong.” Jung Yeon bersuara dan memandang kearah yang sama dengan Baekhyun.

Seketika, Baekhyun hanya diam tak menjawab. Rasanya emosinya ingin meledak sekarang juga. “Pasti disengaja! Lelaki sialan!!” umpat Baekhyun. “Jangan berburuk sangka begitu, dia lelaki yang baik, aku tahu itu. Kau bisa mencari pekerjaan lain, dan kalo perlu kita bisa mencarinya bersama-sama.” Jung Yeon menenangkan, mendengar kalimat Jung Yeon Baekhyun hanya meremas kaleng minumannya kesal.
“Kau tak mengerti apapun, Jung Yeon!” Baekhyun hanya memandang Yun Hyeong yang masuk kedalam mobil setelah menerima telpon. Baekhyun hanya memandangnya dari jauh, tatapan benci terlihat dimata Baekhyun membuat Jung Yeon bergidik.Ia melihat ponsel Baekhyun yang terus berbunyi. “Baek?” panggil Jung Yeon takut-takut, Baekhyun menoleh “Ponselmu berbunyi sejak tadi, angkatlah barangkali penting.”

Baekhyun merogoh kantong bajunya dan segera menerima panggilan itu.
“Hyung?kau dimana?” tanya Jackson. “Kenapa?” tanya Baekhyun dingin. “Apa kalian bertengakar?” pertanyaan Jackson membuat Baekhyun hanya menjawabnya dengan helaan nafas berat. “Katakan kau mau bicara apa?”

Noona memintaku untuk kerumah sakit sekarang, tapi.. tiba -tiba Da Hyun sakit jadi aku tak bisa datang.. Apa Noona tak menghubungimu?’
panggilan langsung diputus begitu ia menerima berita itu dari Jackson. Pikiran Baekhyun buyar seketika, apalagi ia tadi melihat Yun Hyeong yang begitu khawatir dan melesat pergi begitu ia menerima panggilan itu.
“Aku harus pergi!” Baekhyun segera berlari menyetop taksi dan pergi meninggalkan Jung Yeon.

#Hold Me Tight#
Baekhyun berlari setelah ia turun dari taksi. Langkahnya terhenti beberapa meter tak jauh dari Ae Ri yang berdiri. Ia melihat Ae Ri yang sedang menangis, dan yang lebih mengejutkannya ia tidak sendiri, ada orang lain disampingnya.

Ia memeluk Ae Ri, mengelus punggung gadis itu pelan. Baekhyun mengepalkan tangannya, hanya rasa geram begitu ia melihat istrinya itu dipeluk oleh Yun Hyeong, pria yang bukan siapa- siapanya Ae Ri.
“Song Yun Hyeong!”

To Be Continued

 

 

Iklan

Give Your Comment ~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s