#6 Hold Me Tight

HOLD ME TIGHT 2

Hold Me Tight – 6
Rahay™Kim –
Byun Baekhyun|Park Ae Ri| Song Yun Hyeong-
Chapter-
Jackson Wang|Kim Da Hyun
PG-15
AU-Dark|Married-Life|Romance|Sad|Slice of Life
The Inspiration from one track from BTS -In The Mood of Love pt.1 (Hold me Tight). All storyline and the plot just my own.
No-Copas – No- reblog – No Plagiarism!! -Not For who siders – RCL Juseyoo~^^

|In the Summary|

“Aku tidak bisa masuk, karena kau memenuhi pikiranku!!”

*H o l d me T i g h t*

Rooftop Da Hyun

“Sudahlah,Oppa. Berhenti minum! Kau akan mual nanti.” kata Da Hyun dengan wajah khawatir. Ia melirik Jackson dengan tatapan mematikan.
“Ya! Wang Jackson! seharusnya kau itu tak bilang seperti itu pada Baekhyun Oppa.”
Jackson hanya terdiam dan melanjutkan berberes sisa -sisa pesta tadi. “Kan dia yang minta aku jujur. Memang faktanya Yun Hyeong menaksir Ae Ri sejak dia kerja di Club ‘kan. Kau juga tahu itu.” jawab Jackson pada akhirnya.

Da Hyun mendecak kesal. “Geurae Oppa!Kau itu seharusnya menikah denganku. Jadi, kau tak akan terbuang seperti ini.”
Jackson menoyor kepala Da Hyun seenaknya. “Hei! sadarlah! dia itu suami orang. Masuklah! aku akan bawa Baekhyun pulang.Lagipula memangnya Ae Ri membuang dia apa?”
Jackson membopong Baekhyun yang hampir tak sadarkan diri. “Ae Ri tak menjawab telpon dari Baekhyun sejak dari tadi ia datang. Itu artinya ia sudah dibuang oleh istrinya. Karena Ae Ri sudah dapat lelaki yang lebih keren dan kaya dari pada Baekhyun.”
Da Hyun masuk kedalam rumahnya dan membanting pintunya keras. “Suara keras apa itu? Jackson?”
“Bukan apa -apa kok, Hyung. Ayo! aku akan mengantarmu pulang.”

#Hold Me Tight#

—-Chapter 6—–

Ae Ri memicingkan matanya hanya berusaha memperjelas siapa yang duduk didepan pintu apartemennya. Ia mencoba menelpon Baekhyun namun tak aktif.

“Nuguseyeo?” kata Ae Ri takut -takut. “Eunggghh”
Ae Ri seperti mengenal suara itu. Perlahan rasa takutnya menghilang. Ia pun mendekat dan pikirannya benar-benar tepat. “Baekhyun?”
Ae Ripun berjongkok disamping Baekhyun. Tercium aroma alkohol yang menyengat saat ia menghembuskan nafasnya.
“Baekhyun, mengapa kau disini? Ya Tuhan! kau mabuk dan badanmu dingin sekali.Beruntung kau tak membeku.”
Ae Ri berusaha mengajak suaminya untuk bangun. Namun, Baekhyun menolaknya dan menepis tangan Ae Ri.
“Tidak mau. Aku tidak mau masuk bersamamu.” kata Baekhyun.
Ae Ri hanya menghela nafasnya. “Kenapa?”
Baekhyun membuka matanya yang sudah berat. “Kau!! aku tidak bisa masuk karenamu.”
Ae Ri mengernyitkan dahinya bingung. “Aku?Mengapa?”
“Karena kau memenuhi pikiranku! Karena itu aku lupa password pintunya. Karena, kau terus membuatku memikirkan dirimu. Membuatku takut, khawatir. Karena kau tak bisa kuhubungi.”
Baekhyun bicara semakin ngelantur. Ae Ri hanya tersenyum dan mengajak Baekhyun untuk berdiri. Setelah beberapa kali gagal, Baekhyunpun akhirnya mau berdiri.
“Ya Tuhan! sampai kapan kau akan menjadi anak-anak? Byun Baekhyun.”
Ae Ri membuka pintunya dan Membopong suaminya untuk menuju kamarnya.

Ae Ri menaruh Baekhyun diatas kasur mereka dengan sedikit kasar. Mungkin hanya dia yang seperti itu. Istri membopong suaminya bukan sebaliknya.
Ia membuka sepatu Baekhyun dan mantel Baekhyun. Kemudian, menyelimuti suaminya itu yang sudah tertidur, walau terkadang ia masih mengigau memanggil nama Ae Ri dan memakinya.

Ae Ripun duduk disamping Baekhyun, memeras handuk kecil yang dicelupkan keair hangat agar demamnya Baekhyun menghilang.
Meletakkannya diatas dahinya yang tertutupi rambut.
Ia menatap Baekhyun dalam. “Park Ae Ri! Aku tidak akan membiarkan Song Yun Hyeong untuk mendekatimu lagi!!”
Mendengar ocehan Baekhyun yang masih dalam keadaan mabuk membuat Ae Ri hanya menggeleng dan tertawa kecil. Ia memegang tangan Baekhyun.
“Jika.. aku melepaskan genggaman tanganmu, apa yang akan kau lakukan?” bisik Ae Ri pelan.
Ae Ri menangis dalam diam. Menempelkan kepalanya diperut Baekhyun.

#Hold Me Tight#

Baekhyun membuka matanya. Tubuhnya dibasahi peluh keringat yang keluar dari pori-pori kulitnya. Dilihatnya Ae Ri yang tertidur diperutnya, sebuah senyuman tertarik dari sudut bibirnya.
Ia mengelus rambut legam istrinya, namun ia kembali mengingat sesuatu yang tiba-tiba saja melintas dipikirannya.
“Syukurlah,cuman mimpi..” bisik Baekhyun.
Ae Ri terbangun dan segera memeriksa dahi Baekhyun. “Kau sudah bangun?” tanya Ae Ri.
“Syukurlah.. demammu sudah turun.” kata Ae Ri seraya mengambil handuk kecil didahi Baekhyun. “Aku demam kenapa?” tanya Baekhyun seraya mengikuti langkah Ae Ri menuju wastafel didapur.
“Kau tidak masuk karena kau lupa password pintu. Jadi, ketika aku pulang kau masih didepan pintu. Membuatku ketakutan, karena kukira kau itu hantu atau penjahat berandal.”
Ae Ri sedikit kaget karena tiba-tiba Baekhyun memeluknya dari belakang. Tangannya melingkar dipinggul Ae Ri. “Aku.. mimpi buruk.. Ae Ri..” lirih Baekhyun masih diposisi yang sama.
“Baekhyun?” Ae Ri masih bingung dengan tingkah suaminya.
Baekhyun makin memperat pelukkannya. Baekhyun mencium bahu, lalu keleher Ae Ri. Membuat Ae Ri merasakan kegelian.
“Baekhyun..” panggil Ae Ri agar ia menghentikkan aktivitas menggelikan itu. Baekhyun masih menutup matanya dan kini ia membalikkan badannya istrinya menjadi berhadapan dengannya. Membuat Ae Ri sedikit ngeri. “Ae Ri.. ingatlah bahwa aku adalah suamimu.” kata Baekhyun, Ae Ri tak menjawab karena Baekhyun langsung mencium bibir Ae Ri memberikan lumatan lembut pada istrinya itu.

Ae Ri tak bisa mengelak apa lagi menjawab karena Baekhyun sudah memberikan suatu hal yang ia rindukan dari Baekhyun.
Ae Ri melepaskan ciumannya “Baek, kau harus -‘
“Aku akan berangkat sore nanti.” kata Baekhyun lalu melanjutkan aktivitasnya. Baekhyun membawa Ae Ri kekamar mereka dan melanjutkannya disana.
*Perhatian! bukan FF NC! Writer masih dibawah umur.
#Hold Me Tight#

“Kelihatannya kau bahagia sekali akhir -akhir ini, Tuan Song. Aku, sangat senang sekali melihatnya.”
Yun Hyeong menghentikkan permainan billiardnya. “Sudah kubilang, jangan panggil aku Tuan. Kita kan seumuran, Oraemaniya Myung Soo-ah.”
Merekapun berpelukkan dan bersalaman.”Darimana kau tahu, akhir -akhir ini aku bahagia?”
Lelaki bernama Myung Soo itu ikut bermain Billiard. “Terlihat diwajahmu, itu jelas sekali.Gadis mana yang bisa membuatmu hampir tersenyum seperti orang gila itu?” Yun Hyeong hanya tersenyum sendiri. “Hei Hei! bicara apa sih? Adikku semakin tampan saja ya, benar kan, Myung Soo -ah? Oraemaniya..” ujar seorang wanita dan segera memeluk Yun Hyeong erat. Tersirat dari wajah si gadis bahwa ia sangat merindukan adik semata wayangnya itu.

“Aku rindu padamu, Ji Eun Noona.” ujar Yun Hyeong dan melepaskan pelukkan dari kakanya itu. “Bagaimana bulan madu kalian? Menyenangkan?”
Ji Eun dan Myung Soo sama-sama mengangguk antusias. “Kau juga, cepatlah persunting gadis yang kau gilai itu, Song!” kata Ji Eun. Yun Hyeong hanya menjawabnya dengan senyum getir.
“Yang lebih tua darimu juga tak apa, sepertiku, memilih kakamu sebagai seorang istri, asal kita cinta, itu pasti akan baik-baik saja.”
Ji Eun memukul Myung Soo pelan karena merasa tersindir. “Aku.. pasti akan membawanya, suatu saat nanti.”
Yun Hyeong hanya mengangguk dan keluar dari ruangan olahraga itu.
“Kau bicara terlalu berlebihan, Myung Soo.”
Ji Eun meninggalkan Myung Soo sendirian diruangan itu.

#Hold Me Tight#
Yun Hyeong memilih masuk kedalam kamarnya setelah bertemu dengan Ji Eun kakanya dan Myung Soo, kaka iparnya. Walau umur mereka sebaya.

Yun Hyeong merebahkan badannya dikasur empuk miliknya. Memandang langit -langit kamarnya dengan tatapan kosong. Perkataan Ji Eun tadi, seperti melubangi otak Yun Hyeong sehingga kata-kata itu terus saja berputar dikepalanya.

‘Aku,, tidak bisa memperkenalkan Ae Ri pada kalian karena.. Ae Ri adalah istri orang lain, Noona.’

Yun Hyeong berpikir tentang Ae Ri. Jelas, menyukai Ae Ri bukanlah kesalahan. Tapi, status Ae Ri yang adalah ‘Istri Orang lain’ ‘Milik Orang lain’ itu adalah masalahnya.

Ia tahu, tak mungkin bahkan tak boleh ia melanjutkan perasaannya. Sebelum lebih jauh, bahkan lebih dalam lagi, ia harus berhenti. Namun, membiarkan gadis itu sengsara bersama orang itu.. lebih membuatnya merasa kacau.

Ia tak bisa membiarkan gadis itu lebih menderita lagi, bahkan jika ia harus membawa kabur Ae Ri bersamanya dan pergi kebelahan dunia lain asal Ae ri bahagia, ia sungguh akan baik -baik saja.
“Mengapa kau.. bisa jatuh pada perempuan yang sudah bersuami, Song Yun Hyeong?” tanyanya pada dirinya sendiri. Yun Hyeong memejamkan matanya, menutupinya dengan lengan diatasnya.

Flashback
Club Aires..
“Yun Hyeong -ah, aku dan Woo Hyun ke toilet dulu ya.”
Yun Hyeong hanya menangguk dan Jun Hoe masih sibuk dengan ponselnya, minum-minum memang bukan hobby kedua lelaki itu. Tapi, karena Dong Hyuk dan Woo Hyun mengajaknya yaa, jadinya apa boleh buat. Lagipula, sekalian merayakan ulang tahun kedua lelaki itu yang memang berdekatan tanggalnya.

“Hey! Gadis bartender! sini dulu sebentar~. Bagaimana kami minum?”
Yun Hyeong hanya mengamati gadis itu dari tempatnya duduk. Jun Hoe yang tadinya hanya berkutat dengan ponselnya ikut melihat apa yang dipandang oleh Yun Hyeong.

Lengan Jun Hoe menyenggol lengan Yun Hyeong pelan. “Gadis itu.. paling cantik di Club ini. Bahkan, Club -Club besar di Gangnam ingin merekrut gadis itu untuk jadi karyawannya. Tapi, gadis itu menolak mentah-mentah.Dengan alasan, ia akan segera melanjutkan S2 nya.”

Untuk pertama kalinya, Yun Hyeong merasa tertarik untuk membicarakan tentang perempuan. Bahkan, ia merasakan semangat yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
“Benarkah itu June?” tanya Yun Hyeong matanya masih memandangi gadis itu. “Yah, tentu saja benar. Informasiku itu selalu akurat. Dia itu gadis yang tidak suka digoda,lihat saja sikapnya yang jelas ia bukan gadis murahan.”

“Ayolah, kau cantik. Jadi, bermain sebentarlah dengan kami.”
Seorang lelaki muda yang mabuk itu memegangi tangan gadis itu. Namun, ia menepisnya kasar. “Sudah kubilang tidak! Dengar Tuan, saya bukan gadis murahan seperti yang ada disini.”

Lelaki itu masih menahan tangannya.
Plak!
Gadis itu menampar lelaki itu. Seketika, para pengunjung Club itu mengalihkan pandangannya ke gadis itu. Yun Hyeong segera berdiri namun, masih berada ditempatnya.
“Beraninya kau?!!”
Plak!
Si gadis ditampar keras oleh lelaki mabuk itu.Dan teman-teman lelaki itu tertawa keras mengejek. Yun Hyeong langsung menghampiri setelah sebelumnya Jun hoe menahannya agar tidak ikut campur namun gagal.

Si lelaki ingin memukul gadis itu lagi namun berhasil ditahan. “Hey! Tuan~. Dia sudah menolakmu, mengapa kau masih memaksanya?”

Si lelaki itu melotot dan marah. “Hey! kau itu tidak usah ikut campur! Kurang ajar!”
Lelaki mabuk itu mau menghajar Yun Hyeong namun Yun Hyeong berhasil mengelak. Sedangkan gadis itu masih berdiri dibelakang Yun Hyeong.
“Hey Gadis murahan! sini kau! Kau itu hanya bartender tapi tingkahmu Sok sekali!” umpat lelaki mabuk itu.
“Tuan! temanku yang punya Club ini bisa memanggil polisi jika kau berbuat keributan ditempat umum seperti ini, jadi lebih baik kau pergi!”
Kedua teman lelaki itu langsung berdiri dan membawa temannya itu pergi. Begitu mendengar kalimat Yun Hyeong yang terakhir mereka langsung bergidik ketakutan.
“Maafkan teman kami, tuan” kata salah seorang temannya lalu pergi dari Club.

“Agasshi, gwaenchanhaseyeo?” tanya Yun Hyeong memandang gadis itu.
Gadis itu hanya mengangguk dan masih memegang pipinya. “Gamsahamnida.”
“Tapi, kau berdarah.” kata Yun Hyeong lagi. Yun Hyeong mengusap luka yang berada dipipi gadis itu akibat ditampar tadi dengan sapu tangannya.

“Ae Ri Noona.. kau tak apa? Tuan, biar aku yang mengurus sisanya. Terimakasih sudah menolongnya.” kata seorang bartender lelaki lain dan membawa gadis bernama Ae Ri keruang Staff.
“Aku tak apa Jackson.” bisik gadis itu masih berjalan dan masuk keruangan Staff.
Yun Hyeong hanya memandang gadis itu. Jantungnya berdebar tak karuan. ‘Park Ae Ri, namanya Park Ae Ri. Aku.. pasti akan ingat padanya.’
Flashback End
To Be Continued

Iklan

Give Your Comment ~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s