#5 Hold Me Tight

HmeT

Hold Me Tight – 5

Rahay™Kim –

Byun Baekhyun|Park Ae Ri| Song Yun Hyeong-

Chapter-

Jackson Wang|Kim Da Hyun

PG-15

AU-Dark|Married-Life|Romance|Sad|Slice of Life

The Inspiration from one track from BTS -In The Mood of Love pt.1 (Hold me Tight). All storyline and the plot just my own.

No-Copas – No- reblog – No Plagiarism!! -Not For who siders – RCL Juseyoo~^^

 

                         |In the Summary|

“Kau kenal, dengan lelaki bernama Song Yun Hyeong?”

 

*H o l d me T i g h t*

3 Jam sebelumnya.

Good Market

“Da Hyun, aku akan ketempat daging.Kau tunggu sini saja.”

Jackson menepuk bahu Da Hyun pelan dan meninggalkan Da Hyun menuju kios daging berada didekat pintu masuk supermarket ini.

Eoh.. Oppa, jangan lupa beli sayuran untuk salad.”

Jackson mengangkat tangan kanannya tanda mengerti.

Da Hyun pun mendorong trolly yang penuh dengan barang belanjaan. Ia menuju kios alkohol dan minuman soda.

Da Hyun membuka freezer tempat penaruhan Alkohol seperti Soju dan Wine atau Bir. Namun, barang yang ia cari tak ada disana.

“Cheogiyeo,, apa Wine 1561 ada?Kalau ada, bisa ambilkan 2 botol? Karena difreezernya tak ada.”

*Aku gak tau soal itu bir ada apa kagak hehe

Seorang karyawan berbalik. “Nde!Jamsimanyeo.”

“O-oppa! Baekhyun Oppa!” Da Hyun terkejut bukan main.

“K-kau? Kerja disini?” Da Hyun masih melongo melihat Baekhyun yang memang memakai seragam yang sama dengan karyawan lainnya.

“Ah ya.. begitulah, Apa kabarmu DaHyun?”

Da Hyun salah tingkah seketika. “Aku baik.”

“Oh ya!Aku ambil dulu barang yang kau minta digudang. Sebentar saja.”

Da Hyun segera mengambil cermin kecil ditasnya. Dan, Jackson sudah kembali dan menghampiri Da Hyun yang masih berdiri jauh dari tempat menyuruhnya untuk menunggu tadi.

Jackson menaruh dagingnya ditrolly yang dibawa Da Hyun. Ia heran melihat Da Hyun yang senyum-senyum sendiri. “Ya! Wae Geurae?!”

Jackson menyenggol lengan Da Hyun pelan. “Cha~ ini pesananmu Da Hyun -ah, Wine 1561. Ya! Jackson kau pergi bersamanya?”

Jackson cuma menyengir dan merangkul Da Hyun. “Eo. Jadi, kau kerja disini? Syukurlah, Bagaimana dengan Noona Ae Ri?” tanya Jackson yang memang tahu keadaan Baekhyun.

Um.. Ae Ri baik -baik saja. Dia sedang kekampus lagi hari ini, karena cutinya sebentar lagi berakhir. Kalian ingin pesta?karena belanjaan kalian seperti mau merayakan sesuatu.”

Da Hyun maju selangkah dan berdiri disamping Baek Hyun. Melingkarkan tangannya dilengan Baekhyun. “Aku baru pindah kedekat kosannya Jackson, dan kami akan pesta perayaan penyambutanku. Kau mau ikut?”

tanya Da Hyun. Jackson segera menarik Da Hyun kembali kedekatnya. “Jika sempat, aku akan kesana bersama Ae Ri. Sudah ya.Aku harus kembali bekerja. Dan, jujur Da Hyun. Kau lebih baik bersama dengan Jackson daripada orang seperti aku.Nikmati waktu kalian!~”

*Parkiran Good Mart

Baekhyun mengurusi trolly yang dibawa oleh pelanggan dengan barang belanjaan yang banyak hingga sampai kemobil. Dan, Baekhyun yang bertugas mengembalikan trolly -trolly itu ketempatnya.

Tak sengaja ia bertemu lagi dengan Jackson yang baru keluar dari toilet. “Hey Wang Jackson! Ijinkan aku bertanya satu hal padamu.”

“Ya. Tentang apa?”

“Begini, kau kenal dengan seorang bernama Yun Hyeong? kau ingatkan pesan di snsmu untuk Ae Ri kemarin? Kau bilang bahwa kau memberikan kontak ponsel Ae Ri pada seorang bernama Yun Hyeong itu..”

Jackson gelagapan menanggapi pertanyaan Baekhyun. Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Um.. soal itu memang Yun Hyeong meminta ponsel Ae Ri untuk suatu hal yang penting. Jadi,, aku memberikannya. Aku pikir, Noona dan Yun Hyeong hyung saling kenal jadi.. tak masalah memberikan kontak Ae Ri padanya.”

Tin! Tin!

Da Hyun memberhentikan mobilnya didepan mereka berdua. “Baek Hyun Oppa! apa kau tak mau ikut?”

Hyung, aku harus pergi sekarang. Sampai nanti.”

Jackson masuk kedalam mobil dan duduk disamping Da Hyun yang berada dibangku kemudi.

Baiklah~. Sampai nanti.”

Mobilpun melaju dan menghilang dibalik tikungan. “Yun Hyeong? Kenal Ae Ri?”

Baekhyunpun menepis pikiran anehnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

#Hold Me Tight#

Baekhyun kekampus Ae Ri setelah menyelesaikan shift paginya. Memang, ia belum bilang apapun soal pekerjaan barunya dengan Ae Ri. Namun, ia berencana akan mengatakannya saat menjemput istrinya dan kerumah sakit untuk melihat keadaan Joo Eun.

Kebetulan ia bertemu dengan Seung Wan didepan fakultas sastra.

“Seung Wan -ssi!!” panggil Baekhyun. Seung Wan menoleh kearahnya dan matanya membelalak seketika. “Eoh!Baekhyun -ssi.. Apa yang kau lakukan disini?”

“Menjemput Ae Ri tentu saja. Kata temanmu Chan Woo tadi kau bersama dengan Ae Ri, dimana dia sekarang?”

Pertanyaan Baekhyun membuat Seung Wan bingung haruskah ia menjawab Baekhyun secara jujur atau bohong.Keduanya tak menguntungkan apapun.

“Oh! haha! baru saja pergi. Katanya mau kerumah sakit melihat Joo Eun, tapi dengan seseorang.”

Seung Wan membekap mulutnya sendiri setelah mengatakan hal yang tak seharusnya ia katakan pada Baekhyun.

Baekhyun mengernyit dan mendekatkan wajahnya ke Seung Wan. Membuat gadis itu melangkah mundur selangakah karena tatapan Baekhyun yang sangat intents.

“Pergi dengan seorang lelaki lain begitu?”

“Hehe.. Ah, Um.. iya namanya Song siapa ya? sebentar kupikir dulu..”

“Song Yun Hyeong maksudmu?”

Baekhyun memicingkan matanya, menatap Seung Wan tajam membuat gadis itu bergidik ngeri dan mundur menjauh.

“Ehehe..Iya Yun Hyeong. Ae Ri dijemput dengan mobil mewahnya. Ehm, Baekhyun -ssi aku masih ada urusan, aku duluan ne!”

Baekhyun belum menjawab namun Seung Wan sudah berjalan terbirit entah kemana. Baekhyunpun mengeluarkan ponselnya. Menghubungi seseorang.

#Hold Me Tight#

Da Hyun sedang menyiapkan peralatan pesta untuk memanggang daging. “Da Hyun! ponselmu berbunyi!”

“Yaa! tunggu sebentar!!Memangnya tak bisa kau angkat dulu?” Da Hyun menuju kamarnya dimana ponselnya diletakkan. Dilihatnya nama yang tertera dilayar ponselnya. Ia segera tersenyum lebar dan menggeser layar hijau.

‘Baekhyun Oppa’

“Da Hyun -ah, Jackson ada disana?” kata seseorang diseberang telpon. Da Hyun melirik Jackson yanh sedang menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Dan menggelengkan kepalanya, memginterupsi agar mengatakan bahwa Jackson tak ada disini. Da Hyun tersenyum usil.

“Iya sedang berberes barang -barangku. Kau mau datang?” tanya Da Hyun membuat Jackson geregetan setengah mati pada gadis satu itu.

“Bagus! aku minta alamatmu sekarang.”

Mendengar jawaban Baekhyun, Da Hyun melompat girang. “Nde!~”

sambungan telpon terputus dari seberang. Da Hyun mengirimkan alamat barunya melalui sms dan Jackson sudah duduk lemas dengan wajah putus asa. Seperti ia ingin bilang bahwa ia akan mati ditangan Baekhyun jika lelaki itu datang.

“Wang Oppa!! ayo cepat bantu aku persiapkan pestanya!Baekhyun Oppa akan datang!”

Da Hyun keluar dari kamarnya. “Aduh!Sial!” umpat Jackson.

#Hold Me Tight#

Rumah Sakit Seoul

“Jadi.. kau itu orang yang membantuku saat aku hampir jatuh di Club kemarin ‘kan? Aku minta maaf karena tidak kenal padamu.Berpikiran yang macam-macam tentangmu saat dilift. Aku kira kau penjahat.”

Ae Ri menyesap kopinya dan duduk disamping Yun Hyeong.

Yun Hyeong hanya tertawa dan menggeleng. “Tidak apa-apa. Seharusnya aku yang langsung bilang padamu saat dilift tadi.”

“Aah, tidak. seharusnya aku yang minta maaf. Dan terimakasih sudah menolongku tadi. Sebenarnya, tadi itu.. suamiku menyuruhku untuk menggunakan tangga untuk kebawah. Ia tidak bilang bahwa liftnya kadang rusak, dia hanya bilang kalau dia takut naik lift.”

Tiba -tiba ia kembali memikirkan Baekhyun, apakah suaminya itu sudah dapat pekerjaan sekarang?. Kira-kira itulah yang terbesit dipikiran Ae Ri. Ae Ri melirik jam diponselnya. Tak ada panggilan atau pesan dari suaminya itu sejak dari pagi terakhir mereka bertemu.

Ae Ri hanya merasa bahwa Baekhyun bersikap sedikit berbeda pagi tadi. “Apa lagi yang terjadi hingga dia marah lagi padaku?” gumam Ae Ri.

“Nde?Kau bilang apa tadi, Ae Ri -ssi?”

Pertanyaan Yun Hyeong membuat Ae Ri kembali tersadar dari lamunannya. “Aah, tidak. Aku tak bilang apa-apa. Oh ya, Yun Hyeong -ssi.. kau bisa pulang sekarang.”

Ae Ri segera berdiri. “Tak apa.. aku akan pulang jika kau pulang juga.”

“Itu merepotkanmu, Yun Hyeong -ssi.. Dan mungkin Baekhyun akan kesini, aku akan pulang dengan suamiku saja.” tolak Ae Ri dan berjalan menuju pintu keluar.

“Dengarkan aku Ae Ri.. Ini sudah malam, suamimu pasti sudah lelah pulang kerja, jadi pasti tak mungkin ia sempat kesini. Jadi, ayo aku antar kau pulang, pasti suamimu akan menunggu dirumah.” bujuk Yun Hyeong agar mau menuruti perkataannya.

Ae Ri tampak berpikir,memang sih Yun Hyeong ada benarnya. Tapi, ia merasa tak enak pada Yun Hyeong apalagi dengan suaminya sendiri. Ia takut Baekhyun salah paham dan marah.

“Ehm.. baiklah, terimakasih.”

Ae Ripun menuruti Yun Hyeong. untuk pulang bersama lelaki itu.

#Hold Me Tight#

Ae Ri turun dari mobil Yun Hyeong dan membungkukkan badannya. Yun Hyeong membuka jendela depannya. “Ae Ri -ya!!” panggil Yun Hyeong. Gadis itu membalikkan badannya.

“Nde?”

“Bisakah aku meminta satu hal padamu?”

Ae Ri mengangguk ragu dan menaikkan alisnya. “Bolehkah aku mendengarmu memanggilku dengan banmal?”

Ae Ri tersenyum dan mengangguk. “Tentu saja, Yun Hyeong -ssi. Ani, maksudku Yun Hyeong -ah. Sekali lagi, terimakasih.. Aku, masuk dulu kalau begitu.”

Ae Ri mebungkukkan badannya sekali lagi dan masuk kedalam gedung apartemennya.

Ae Ri melihat lift dan tangga, meningat kejadian tadi pagi, Ae Ri pun memilih untuk menaiki tangga untuk sampai kerumahnya dilantai 6.

Baru dilantai 4 Ae Ri sudah terasa ingin mati. Nafasnya masih berburu, iapun melepas sepatu higheels rendahnya dan menaiki tangga dengan telanjang kaki.

“Ya Tuhan! 1 lantai lagi..”

Ae Ri berpikir, bagaimana Baekhyun bisa naik tangga tiap hari dari lantai 1 ke lantai 6 sendirian. Kadang menggendong Joo Eun. Yah, kadang disisi ini Baekhyun benar-benar seperti seorang lelaki.

Akhirnya iapun tiba dikoridor lantai 6. Dan, kamarnya terletak paling ujung dari tangga berada.

Ae Ri memicingkan matanya, ia hanya merasa seperti ada yang duduk didepan pintu apartemennya.

Duh, Baekhyun dimana kau?”

Ae Ri menghubungi ponsel Baekhyun namun tak aktif. Ae Ri terus melangkah mendekat. Ia menelan ludahnya karena takut, bulu kuduknya berdiri. Ia merasa merinding.

Sosok itu melihat Ae Ri tajam membuat Ae Ri semakin takut bukan main.

“Eunghhh!!!”

To Be Continued

Iklan

Give Your Comment ~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s