[Chapter #2]Hold Me Tight: Everything It’s Okay

Hold Me tight jpeg

Hold Me Tight –

Rahay™Kim –

Byun Baekhyun|Park Ae Ri| Song Yun Hyeong-

Chapter-

Jackson Wang|Kim Da Hyun

PG-15

AU-Dark|Married-Life|Romance|Sad|Slice of Life

The Inspiration from one track from BTS -In The Mood of Love pt.1 (Hold me Tight). All storyline and the plot just my own.

No-Copas – No- reblog – No Plagiarism!! -Not For who siders – RCL Juseyoo~^^

#Prolog || #1

                         |In the Summary|

“Pasti tidak terjadi sesuatu apapun pada Joo Eun ‘kan, Baek?”

*Hold Me Tight Previous*

Jackson kembali ketempatnya,namun pelanggannya itu sudah menghilang entah kemana. “Eoh, kemana Yun -Hyung?” tanya Jackson entah pada siapa.

“Ia baru saja pergi dan meninggalkan ini.”ujar seorang lain yang baru saja datang. “Yaa,Da Hyun-ah! rajin sekali kau sudah datang jam segini, apa kau membawakan musik remix hari ini?”tanya Jackson seraya menerima pemberian Da Hyun yaitu uang yang tadi ditinggalkan oleh pelanggan yang bernama Yun-hyung itu.

Da Hyun masih mengunyah permen karetnya dan menempelkannya dibawah meja bartender. “Tentu saja,Oppa.Ada apa dengan wajahmu?” tanya Da Hyun yang melihat kening Jackson yang terus mengernyit seperti berpikir sesuatu.

Da Hyun membuang secarik kertas ketong sampah yang ada didekatnya. “Ani, biasanya Yun-hyung selalu memberikan catatan yang bertuliskan ‘sisa kembaliannya ambil untukmu sebagai tip’ padaku. Tapi, tumben sekali ia hanya memberikan uang tunai tanpa ada lebihnya hari ini.”

Da Hyun hanya tertawa pelan mendengar curhatan Jackson. “Kau tidak mengambilnya ‘kan?” tuduh Jackson tiba-tiba. Mata Da Hyun membelalak kaget. “Cih, tentu saja tidak.Menuduh sembarangan saja sih, sudah ya Oppa aku mau ganti pakaian dulu.”sahut Da Hyun seraya mengantongi selembar uang kekantong celananya. Dan meninggalkan Jackson yang masih kebingungan.

“Haha! lumayan sekali untuk beli rokok.”gumam Da Hyun pelan seraya terkekeh.

*H o l d Me T i g h t*

Lelaki itu berjalan dibelakang Ae Ri, ia hanya mengikuti langkah gadis itu. Ia bahkan mendengar semua kutukkan dan makian yang keluar dari mulut gadis mabuk itu.

Misal saja, ‘Aissh!Baekhyun sialan!’

‘Suami menyebalkan!’

atau ‘Aah, aku pastikan akan membunuh Baekhyun setelah tiba dirumah.’

Ia hanya terkekeh pelan mendengar gumaman gadis itu. Sebuah senyum tak hentinya merekah diwajah lelaki bersurai hitam itu.

“Park Ae Ri!!”

teriak seseorang memanggil nama gadis itu membuat gadis mabuk itu menghentikkan langkahnya begitu juga dengan si lelaki yang berada tak jauh dibelakangnya. Lelaki itu hanya mengamati dari jauh.

Ia membalikkan badannya begitu orang yang memanggil nama gadis itu memeluk gadis itu erat.

Senyuman yang tadinya merekah berubah menjadi bibir yang bersungut dengan ekspresi muka datar.

Ia berjalan menjauh dan menyenderkan badannya dibalik pohon besar.

*Hold Me Tight -2*

Ae Ri menatap Baekhyun tak mengerti.

“Joo Eun..

“Joo Eun kenapa, Baek?” tanya Ae Ri lagi. Kristal-kristal bening itu sudah berada di sudut mata Ae Ri dan siap jatuh kapan saja tanpa harus ijin dari Ae Ri.

“Joo Eun..

masuk rumah sakit.Dia demam,mengapa kau tak bilang padaku sebelumnya?”tanya Baekhyun.

Seketika Ae Ri menangis dalam diam, berusaha mencerna dulu apa yang baru saja suaminya katakan.

Tanpa berkata apapun lagi, ia segera berlari menuju rumah sakit. Meninggalkan Baekhyun dan menghiraukan pertanyaan Baekhyun. Yang penting untuknya adalah Joo Eun.

*Hold Me Tight*

“Dimana Joo Eun? dokter, dimana putriku?!?Joo Eun-ku baik-baik saja ‘kan?”

Ae Ri mencengkram lengan sang dokter dan berteriak begitu histeris memanggil nama putrinya yang masih sangat kecil itu.

“Ae Ri! kau tak bisa seperti itu. Tenanglah dulu.”ujar Baekhyun menahan Ae Ri agar ia tidak histeris lagi.

“Ayo, ikut keruanganku. Joo Eun eomma dan Tuan Byun.Aku akan menjelaskan semuanya.”

Mendengar dokter berbiacara seperti itu, Ae Ri menenang. Baekhyun pun membawa istrinya keruang dokter Ji.

*Hold Me Tight*

“Silahkan duduk dulu, Ae Ri-ssi dan Baekhyun-ssi.” ujar dokter Ji mempersilahkan duduk kedua orang tua muda itu.

“Setelah kami melakukan pemeriksaan pada putri anda, Joo Eun… meningat Joo Eun masih berumur 5 bulan. Aku rasa semuanya terlalu dini..’

Uisa-nim, bisa jelaskan intinya saja?Apa Joo Eun kami baik-baik saja? Apa dia sangat sakit? Jelaskan pada kami..” potong Ae Ri yang tak sabar mendengar jawaban dari sang dokter.

Sedangkan Baekhyun hanya menunduk pasrah melihat ekspresi dari dokter Ji. Jujur, ia sudah tahu jawaban dari pertanyaan Ae Ri. Namun, sungguh.. ia lebih tak sanggup jika dirinya sendiri yang mengatakan hal semacam itu kepada Ae Ri.

Baekhyun menggenggam tangan Ae Ri erat. Mencoba menguatkan hati gadis itu. Apapun yang dikatakan dokter Ji adalah sebuah jawaban dan baik Ae Ri ataupun dirinya harus menerima kenyataan itu dengan lapang dada.

Ae Ri menatap Baekhyun mengisyaratkan bahwa Joo Eun pasti akan baik-baik saja.

“Pasti tidak ada yang terjadi apapun pada Joo Eun ‘kan, Baek?” tanya Ae Ri meyakinkan Baekhyun. Sebuah senyum getir terlukis dikedua wajah orang tua muda itu.

Dokter Ji memggenggam kedua tangan insan itu. “Joo Eun memiliki penyakit langka, dimana seharusnya ia harus dioperasi secepatnya..” dokter Ji menghentikkan penjelasannya.

“Kalau begitu, lakukan saja.Uisa-nim.Kami akan membayar berapapun biayanya, nde?!!?”ujar Ae Ri dengan wajah memohon.

Dokter Ji menghela nafasnya. “Terlalu berisiko meningat umur Joo Eun yang belum genap setahun. Biayanyapun sangat mahal.Jalan satu-satunya adalah hanya memperlambat parahnya level penyakit yang diderita Joo Eun, itu adalah solusi terbaik dari kami, Ae Ri-ssi.”

Ae Ri mengusap wajahnya, ia segera menangis sekeras-kerasnya dipelukkan Baekhyun. Ia memukul keras Baekhyun, menginterupsi agar Baekhyun mengatakan sesuatu pada dokter Ji.Namun, Baekhyun tak melakukan apapun dan hanya ikut terisak pelan dan segera memeluk Ae Ri erat.

“Katakanlah sesuatu, Baek!!Joo Eun-ku..”isak Ae Ri begitu emosional. Ia terlalu shock hingga akhirnya gadis itu pingsan.

*Hold Me Tight*

Baekhyun menggenggam lengan Ae Ri erat. Mereka menyaksikan Joo Eun yang akan masuk ruang sterilisasi dimana tak seorangpun boleh menyentuh Joo Eun kecuali pihak rumah sakit.

“Mulai saat ini,Joo Eun harus selalu berada diruang perawatan steril ini. Pihak kami selalu mengawasi Joo Eun 24/7. Untuk saat ini kalian hanya boleh melihat Joo Eun dari kaca ini.Joo Eun tak dapat disentuh oleh siapapun kecuali pihak medis. Ini satu-satunya jalan agar Joo Eun dapat bertahan hidup.Sisanya, biarkan Tuhan mendatangkan keajaiban untuk Joo Eun.Kalian sebagai orang tua, bersabarlah..”

 

Baekhyun menepuk lengan Ae Ri pelan dan merangkul gadis itu. Ae Ri masih saja menangis walau ia tak sehisteris sebelumnya.

“Joo Eun akan baik-baik saja, Ae Ri.Percayalah~”

*H o l d Me T i g h t*

“Mengapa kau tak bilang padaku?” tanya Baekhyun setelah mereka baru saja 30 menit tiba dirumah.

“Apa?” sahut Ae Ri singkat.

“Kau seharusnya bilang kalau Joo Eun sakit sejak kemarin,kenapa kau diam saja?”

Ae Ri tak menjawab dan masuk kedalam kamar tidur Joo Eun. Ia hanya menangis disana. Baekhyun masuk dan berdiri diambang pintu.

“Ini ujian dari Tuhan,Ae Ri.Berhentilah menangis.” ujar Baekhyun.

“Jadi, kau pikir semuanya itu salahku?Karena aku tak bilang padamu, makanya Joo Eun jadi begitu?Memang kau pikir, kau dimana saat Joo Eun sakit? Apa kau ada dirumah?Tidak ‘kan. Saat Joo Eun semalam suntuk menangis dan aku sama sekali tak bisa tidur, aku selalu berpikir ‘dimana kau?’ dan ‘kapan kau pulang?’. Seharusnya kau tak bertanya itu, Baek. Justru, seharusnya aku yang bertanya padamu, kemana saja kau dari kemarin saat Joo Eun mulai demam?”

Baekhyun mematung mendengar kata-kata Ae Ri. Ia hanya melihat tubuh gadis itu bergetar hebat saat merapihkan baju Joo Eun kedalam tas ransel.

“Semuanya sudah terjadi.” sahut Baekhyun singkat.

“Kau bisa bilang begitu dengan mudah,Baek? Seharusnya yang terlintas dipikiranmu itu adalah Bagaimana kita bisa membayar biaya rumah sakit Joo Eun?Uang darimana?Kau tak punya penghasilan apapun sekarang.Jika saja kau bertahan.. Tidak, itu sudah terjadi seperti katamu barusan.”

Ae Ri keluar dari kamar Joo Eun. Menuju kamarnya dengan Baekhyun. “Dengarkan aku dulu.” Baekhyun menahan lengan Ae Ri.

Ae Ri menggeleng dan memejamkan matanya. Ia hanya berusaha memendam emosinya yang sebentar lagi meledak. “Aku muak,Aku butuh waktu, sejenak saja.Baek..” ujar Ae Ri dan masuk kedalam kamar mereka,bahkan Ae Ri menguncinya dari dalam.

Ponsel Ae Ri yang tertinggal dirumah berbunyi. Seseorang yang tak ia kenal menghubunginya. “Yeobeseyo?Nuguseyo?”

—To Be Continued—

Yeah~ Kepanjangan gak sih part 2 nya? gimana seru gak ? mau lanjut gak? terserah kalian sih. RCL DIANJURKAN !!^^

Iklan

Give Your Comment ~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s