Feature : Dibaca

Hello, September~

Sudah hampir 3 tahun atau mungkin sudah? Aku mendirikan blog ini. Awalnya hanya iseng belaka, ingin menaruh pemikiranku lewat fiksi penggemar yang kutulis di sini, tidak untuk hal lain selain hanya untuk membunuh jenuh di hidup yang masih terus belajar dan belajar. Dan, bulan lalu merupakan debut perdanaku menjadi penulis disalah satu blog fan page yang dibuat oleh salah satu admin untuk membagikan tulisanku di sana, berawal freelance lalu akhirnya aku buat blog sendiri dan mempostingnya di sini. Tulisanku saat awal tidak langsung rapi, begitu banyak kesalahan pada tanda baca, EYD bahkan sekarang disebut dengan PUEBI yang jujur saja, sampai sekarang kurangku dalam menulis masih di situ juga. Suka malu, bahasa sendiri tidak paham-paham -__- Baca selebihnya »

Satu – Ini hanya sebuah kenang yang menggenang

Mungkin, suatu kali dia akan membaca ini. Bahwa, untuk menimang tentangnya dituliskan ke dalam sebuah kisah tidak lah semudah itu. Nyatanya, sekarang pun aku masih mengingat dia. Dia yang tak akan pernah kupanggil kamu. Aku dan kau yang tak akan menjadi Kita. Maaf, jika saja dia mengira aku tak pernah bisa berpaling darinya itu salah. Justru, karena aku sedang mencoba keras untuk berdamai dengannya, aku menulis ini. Justru karena kini ada seseorang yang entah mengapa bisa membantuku mulai segalanya dari awal, sedikit mengulang tapi dia tak tahu bahwa aku mulai menulis ini untuk menutup kisah ini -kisah yang tak pernah kau tahu bahwa aku memulainya sejak pertemuanku dan dia di tahun pertama di sekolah menengah kala itu, beberapa tahun silam.

[2] Will You be There

Jatuh cinta, ketika kondisimu dalam keadaan yang krusial.

Akan menimbulkan sebuah petaka.

Entah untuk dirimu sendiri, atau orang lain.

__ 2__

Seungwoo meletakkan bunga diatas sebuah tanah bertanamkan nisan. Makam itu adalah pusara kedua orang tua Joona.

 

Disini, Seungwoo datang seorang diri karena Joona menolak untuk ikut andil dalam upacara peringatan orang tuanya yang tiada karena kecelakaan. Lelaki itu membungkukkan badannya sebagai salam hormat.

 

“Paman, bibi.. sudah dua tahun lewat, maaf belum bisa membawa Joona ke sini untuk melihat kalian .Joona kalian baik-baik saja, aku akan selalu menjaganya semampuku.”katanya bermonolog, setelah memberikan karangan bunga diatas tanah berundak itu, lelaki itu beranjak pergi.

∞∞∞

Joona hanya menghela nafas, begitu melihat deretan mobil SUV, mobil sport, dan Mercedez terbaru memenuhi lobi sebuah hotel dimana ada restaurant terkenal di Sky Lounge, yang pasti menjadi buruan orang-orang berharta itu, alih-alih ingin benar-benar akan untuk mengisi perut, sepertinya mereka berkumpul hanya untuk memamerkan kekayaan mereka yang tidak akan habis untuk tujuh generasi. Klise. Joona membenci itu.

Gadis itu sendiri, berada di hotel berbintang lima ini, lantaran memenuhi panggilan kerja paruh waktunya sebagai office girl hingga nanti malam.Orang-orang itu turun dari mobil mereka masing-masing, kecuali ada seorang tuan yang keluar dari mobil dan tidak mengikuti masuk orang-orang yang lebih tua darinya, ataupun lebih muda darinya. Semuanya berpakaian begitu mewah dan disambut oleh karyawan hotel, Joona tak begitu paham mengapa mereka diperlakukan begitu istimewa, atau mungkin jawabannya sudah Joona temukan –dari kata istimewa itu sendiri.Baca selebihnya »